Prolog

7 0 0
                                        

Aku tidak mengerti kenapa mereka terus bertanya kapan aku akan memiliki kekasih? Kapan aku akan berkencan untuk pertaama kalinya? Siapa pria beruntung yang akan meluluhkan hatiku untuk pertama kalinya setelah kehidupanku selama 23 tahun ini? dan seperti apa wujud dari pria yang akan menjadi pacar atau mungkin suamiku nanti? Kenapa aku tidak berpacaran sekalipun disaat orang-orang sudah putus nyambung bahkan memiliki 2, 3, 4 pacar atau mungkin lebih dalam satu waktu? Dan kenapa aku tidak pernah sekalipun ingin bercerita tentang hal-hal konyol seperti itu seperti wanita pada umumnya? Kenapa mereka begitu penasaran sementara aku tidak pernah terlalu memikirkan hal itu. Yah, mungkin karena seumur hidupku aku tidak pernah sekalipun berpcaran. Tapi apa semua orang yang hidup di dunia ini harus memiliki banyak pacar? Ntahlah.

Jika mereka menanyakan apakah seumur hidupku aku tidak pernah sekalipun jatuh cinta, hahaha, tentu saja mereeka salah. Hei, aku ini masih normal 100%. Dulu sekali waktu masa sekolah aku pernah menyukai seseorang dan aku menceritakannya kepada teman-temanku layaknya gadis-gadis remaja pada umumnya. Tapi beberapa hari kemudian tiba-tiba saja lelaki yang kutaksir tadi yang sudah sempat dekat denganku malah direbut oleh temanku sendiri yang mengetahui hampir seluruh lika-liku cerita kedekatanku dengan lelaki yang kutaksir tadi. Lucu? Kukira juga begitu.

Kemudian mereka bertanya kenapa aku tidak ingin menceritakan soal hal-hal yang berbau cinta-cintaan dalam hidupku? Biarlah mereka memikirkan apapun yang mereka inginkan. Aku bukannya orang yang tertutup dan mudah berprasangka pada orang lain. Hanya saja pengalaman memberiku banyak pelajaran. Pernah juga ketika aku mulai membuka pintu hatiku tapi kemudian pria yang mendekatiku juga ditaksir oleh sahabatku sendiri dan persahabatan kami menjadi canggung sekali. Lalu kemudian aku berpikir apakah aku harus memilih? Tidak, tentu saja. Aku tidak memilih. Aku hanya menunggu waktu memilihkanku jawaban yang mana.

Jadi kemudian ketika mereka bertanya apakah aku tidak pernah sekalipun membuka pintu hatiku? Aku tau senyuman saja tidak akan pernah memuaskan mereka. Pernah juga ketika aku mulai dekat dengan seorang pria dan kami hampir berpcaran tapi kemudian orang tuaku memberiku peringatan kalau tipe yang seperti itu jauh dari kata masa depan yang bahagia, aku kemudian mundur dan tidak memiliki keinginan untuk menentang sama sekali. aku tidak punya senjata waktu itu dan aku terlalu takut untuk maju sendiri. Aku tidak ingin menyesal. Lalu kemudian ketika mereka bertanya apa orang tuaku tidak pernah peduli soal asmaraku? Mereka lebih dari sekedar peduli tapi biarlah aku menjawabnya di dalam hati saja.

Jadi sekarang aku akan menceritakan satu kisah cinta terpendam yang sudah berumur lebih dari 4 tahun yang tidak peduli jarak dan waktu pada kalian semua. Gadis ini benar-benar keras kepala seperti batu, bertahan seperti rumput liar yang biar dicabut akan tumbuh kembali, tetap tenang menanti seperti kumpulan air di samudera yang luas. Dia memiliki cintanya dan dia tetap menunggu meski tidak tau sampai kapan. Apakah sekarang aku sedang membicarakan tentang diriku sendiri? Kubebaskan kalian menebak apapun yang kalian inginkan. 

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 26, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Love Needs MeStories to obsess over. Discover now