Usiaku lima belas tahun, namaku 'alvi qanita praweswary' sebut saja alvi, kelas sepuluh, dan belum dewasa.
Maksudku, belum dewasa dalam arti sebenarnya.
Seperti, tinggiku ini yang belum meningkat-- berhenti di angka 155 cm. Tubuhku yang dibungkus oleh daging tipis dan tulang kurus. Menjadikann ku gadis yang paling mungil di kelasku.
Sejak dulu, aku menanti-nanti kan masa-masa SMA. Masa-masa SMA yang lebih berarti ketimbang masa-masa SMP ku dulu.
Hingga suatu ketika, setiap malam menjelang, aku bertanya kepada diriku sendiri" Adakah yang bisa menerimaku dalam keadaan seperti ini?"
Hingga saat itu: sore hari sepulang sekolah, gerimis, di lapangan samping kantin sekolah, aku dan beberapa teman sekelasku duduk di salah satu tempat jajanan.
Ini selalu menjadi ritual teman-temanku. Mereka duduk disana, memesan minuman dan berlagak elegan, dan menyaksikan cowo-cowo cakep yang lagi bermain basket, dan berusaha menahan jeritan girang setiap kali tatapan mereka bertemu dengan cowo yang mereka sukai.
Cowo yang mereka sukai bermacam-macam: ada cinta diam-diam kepada teman sekelasnya yang pelan" sudah menunjukkan gejala rasa suka yg sama, ada cinta yg ga kesampean kepada senior populer dan tamvan. Beberapa temanku juga menyukai kakak-kakak alumni yg sering dateng kesini. Tapi kakak" alumni ini cuek banget (gak pernah tersenyum, gapernah membalas tatapan dari teman"ku), dan anehnya itu lohh,, teman"ku malah semakin menyukai dia. Hahaha sebagaimana remaja kebanyakan, teman-temanku ini sedang jatuh cinta, dan berharap cinta mereka itu terbalas:')
CZYTASZ
First Love❤
Losowe"Cinta pertama ... Ketika irama rindu mengalun, tiada lelahnya ia menari di relung jiwa"
