"yeayy...aku lulus!"sorak maya ketika mendengar namanya dinyatakan lulus.
Ia berlari ke arah orangtuanya dan memeluknya.
"Selamat ya sayang"kata engin(ayah maya) sambil mencium keningnya.Begitu juga dengan Tuba(ibu maya) melakukan hal yang sama kepada putri semata wayangnya itu.
1 minggu berlalu,maya menyusun segala perlengkapan nya kedalam koper-koper besar karena besok ia akan ke istanbul untuk mendaftar dan testing masuk akademi kuliah jurusan Psikologi.
Pada saat malam hari,keluarga kecil itu membicarakan tentang keberangkatan maya besok pagi.
"Maya,kau sudah yakin dengan keputusanmu sayang?"tanya engin kepada putrinya itu dengan raut wajah yang sedih.
Maya menggenggam tangan ayah dan ibunya sambil berkata "aku sudah yakin ayah,ibu.Memang baru kali ini aku akan jauh dari kalian.Tapi inilah cita-citaku,aku ingin sekali menjadi seorang psikolog.Dan di kota ini,tidak ada universitas yang memiliki fakultas psikologi-nya"jawab maya dengan raut wajah yang sedih.
"Jika ini memang yg terbaik untukmu,ayah dan ibu akan mendukungmu.Tapi kau harus menjaga dirimu baik-baik.Istanbul tidak seperti Izmir,disana banyak sekali orang-orang jahat.
"Ayah,aku juga memiliki jiwa kepolisian seperti ayah dulu."jawab maya sambil tersenyum dan memeluk ayahnya itu.
Ya,dulu engin adalah seorang polisi yang handal di Istanbul,jarang sekali ada penjahat yang lolos darinya.Sampai akhirnya ketika ia sedang memecahkan suatu masalah ia bertemu dengan Tuba dan ia jatuh cinta dengan tuba.Ketika ia melamar tuba,tuba tidak ingin engin menjadi polisi lagi karena ia ingin hidup aman dan jauh dari ancaman para penjahat.Awalnya engin menolak,tetapi karena ia begitu mencintai Tuba,ia akhirnya mengundurkan diri dari kepolisian dan menikah dengan Tuba di Izmir.Mereka pun membuka sebuah Restaurant kecil tetapi akhirnya menjadi restaurant yang banyak pelanggan dan menjadi restaurant terkenal di Izmir.
Keesokan harinya Engin dan Tuba mengantarkan Maya ke bandara.
"Ibu,ayah aku pergi dulu ya.Jaga diri kalian masing-masing.Jangan terlalu lama di restaurant,nanti ayah dan ibu kurang istirahat."kata maya sambil memeluk kedua orangtuanya dan menangis.
"Jaga dirimu baik-baik maya.Ayah janji kami akan rutin mengunjungimu di istanbul."kata engin sambil mencium pipi maya. "Nanti setibanya di bandara Istanbul,paman arda dan bibi Ilkin yang akan menjemputmu.Kau masih ingat dengan mereka kan?"kata tuba sambil mengelus kepala maya.Maya mengangguk.Maya lalu pergi ke dalam untuk chek-in sambil melambaikan tangannya kepada kedua orangtuanya.
Di dalam pesawat,Maya memegang fotonya bersama dengan orangtuanya.Ia menangis karena berpisah dengan orangtuanya.Belum pernah sekalipun ia berpisah dari orantuanya.Ia memeluk foto tersebut dan tertidur....
