Damian begitu bersemangat hari ini. Kakinya melangkah dengan pasti menuju sebuah ruangan tempat pujaan hatinya berada. Hari ini dia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk menyatakan perasaan yang selama ini dia rasakan.
Masih lekat dikepalanya masa masa dimana mereka berada dalam ruang kelas yang sama semasa JHS dulu. Alicia Xi. Nama gadis mungil berwajah oriental itu terus memenuhi kepalanya sejak gadis itu memberinya cupcake manis dengan krim vanilla dan meises warna warni diatasnya. Favoritnya. Tidak, gadis itu tidak hanya memberikan cupcake itu kepada Damian secara khusus, tapi dia juga membagikan cupcakes kepada seluruh teman sekelasnya. Entah apa yang laki laki itu rasakan, namun ketika cupcake itu memenuhi rongga mulutnya, rasanya seperti ribuan kupu kupu berterbangan memenuhi perutnya. Ini manis. Pikir Damian. Sejak saat itu Damian mulai menaruh hati pada gadis mungil bernama Al.
Al bukanlah gadis manis semanis cupcakes buatannya. Beberapa hari setelah Al membagi bagikan cupcakes kepada teman sekelasnya, dia terlibat perkelahian dengan Joe yang notabene adalah wakil ketua kelasnya sendiri. Al menghajar Joe tanpa ampun hingga beberapa tetes darah mengucur keluar dari hidung laki laki itu. Joe merupakan salah seorang yang cukup di segani oleh murid murid disekolahnya karena Joe yang tempramen taakan segan segan menghajar siapapun yang berani mengusiknya. Semua orang tercengang termasuk Damian. Bagaimana bisa seorang yang ditakuti dapat dikalahkan dengan mudah oleh seorang gadis bertubuh mungil seperti Al?
Damian meringis dan memegang hidungnya membayangkan tinju mungil itu mendarat di wajahnya.
Namun sesaat setelah itu Damian tersenyum. Dia gadis kecil yang tangguh. Dia menggemaskan. Pikir Damian.
Ya! Cinta telah membutakan semuanya. Jika cupid sudah mendaratkan panahnya, maka hal apapun tentangnya akan terasa begitu manis. Sangat manis. Itulah yang Damian rasakan. Hal kecil sekecil cupcake mampu membuatnya mencintai Al. Sangat.
__cupcake__
YOU ARE READING
Cupcake
RomanceDamian mencintai Al. sangat. tak perduli apapun keaadaan Al, yang Damian tau, Al begitu manis. seperti Cupcakes favoritnya.
