"Tulisan pertama ku maaf kalau banyak salah nya, berharap ada yang baca"
Nama ku Biyan azkya hutabarat, hutabarat adalah nama belakang ayahku. Aku anak bungsu dari 3 bersaudara, aku memiliki dua kaka perempuan nama nya Aventa venna hutabarat dan Elma ismat hutabarat.
Kami sudah kehilangan ibu selama 22 tahun yaitu umur ku sekarang ini. Ayah bilang ibu meninggal kan kita karna takdir dan aku tidak pernah mempertanyakan nya lagi karna semua itu membuat kita sedih terutama kaka ku aventa, karna dia anak yang paling dekat dengan ibu ku.
Oh iya..Aku lahir dan tinggal di Jakarta, dan sekarang pun aku kuliah di Jakarta disuatu kampus dan mengambil jurusan management.
***
Pagi hari aku menghampiri ayah yang sedang sarapan bersama kedua kaka ku untuk berpamitan berangkat kekampus.
"makan dulu bi"ucap ayah ku penuh kasih sayang
"tidak yah hari ini aku ada pertemuan dengan dosen ku"ucap ku tergesa gesa
Ka aventa ikut berbicara dengan nada ketus"Untuk apa kamu kuliah? Kamu tidak perlu kuliah lah buang buang uang saja, tinggal kamu bekerja diperusahaan ayah dan.." kemudian ayah memotong pembicaraan nya
"Aventa dengar!pendidikan itu penting anak ayah harus miliki pendidikan yang tinggi, sudah bi cepat kamu pergi hati hati dijalan"ayah mencium kening ku dan aku pun pergi ke kampus.
Saat sedang dimobil diantar oleh supir ayah ku, aku melamun dan berpikir kenapa ka aventa sangat membenci ku dan tidak pernah menyayangi ku seperti ka aventa sayang pada ka elma?? Pertanyaan itu yang selalu muncul dikepala ku.
"Non sudah sampai" suara pa salim membuat ku kaget."pa nanti tidak usah menjemput ku dan bilang pada ayah kalau aku akan pulang telat karna akan bertemu sahabat lama ku" ucap ku dan pa salim hanya menganggukan kepala.
***
Sore hari setelah jam kampus selesai telfon ku berdering dan ternyata vinara yang menghubungi ku, dia sahabat lama ku."bi kamu dimana? Aku ada dicaffe tempat kita berkumpul dulu, kamu masih ingat kan?" Aku menjawab dengan senang karna akan bertemu sahabat lama" ya masih ingat dong ra, 30 menit lagi aku sampai disana".
Setelah sampai disana vinara langsung menghampiri ku dan memeluk aku begitu erat"bi aku kangen banget sama kamu"jawabnya dengan muka bahagia"aku juga sangat merindukan mu ra"aku pun memeluk vinara. Saat vinara mengajak ku duduk ditempat yang telah dia pesan lalu aku melihat ada cowo tapi kaya cewe, dan aku bertanya tanya siapa dia??
"Eh bi cantik banget ih gue hampir ga kenal sama lo tau"sahut sicowo yang seperti cewe itu
Aku mengerut kan dahi ku yang merasa aneh dengan sikap nya dan aku bertanya"maaf siapa ya? Aku tidak kenal kamu"
dia pun menjawab lagi"ih lo bi jehong banget lo sama gue masa lo ga kenal gue sih, gue aldo"
kini aku kenal dia,Dia juga sahabat lama ku tapi aku merasa aneh mengapa aldo jadi seperti itu"aldo?? Loh ko jadi bengkok sih?? Terus apaan tuh jehong?"aku bertanya sambil tertawa terbahak bahak,
lalu vinara berkata "faktor lingkungan bi, jehong itu jahat biasa lah bahasa alay si aldo" vinara menjawab nya dan ikut tertawa, sedangkan aldo hanya diam dan cemberut.
***
Malam hari aku pulang kerumah, saat taxi berhenti aku keluar dan kemudian membuka gerbang lalu aku melihat ada mobil yang belum pernah ku lihat sama sekali.
Saat aku masuk rumah aku merasa haus kemudian aku langsung pergi kedapur untuk mengambil minum. Saat aku beranjak pergi dari dapur lantai nya licin dan aku terpeleset, tapi aku tidak jatuh ke lantai melainkan ada seorang laki laki tampan dan aku jatuh kepangkuan nya. Aku berteriak lalu menatap laki laki itu, aku hanya terdiam karna terpesona akan ketampanan nya
"kau tidak apa apa"suara laki laki itu membuat jantung ku berdebar kencang. Aku hanya menggeleng kan kepala lalu berdiri
"kenal kan nama ku Gavin jake cole panggil saja aku gavin"dia menyodor kan tanggan nya"nama ku bi-yan"mulut ku bergetar karna merasakan sentuhan lembut tangan.
Lalu ka aventa datang dan melepas kan genggaman tangan kami
"sedang apa kau disini? Cepat lah pergi kekamar mu jangan ganggu tamu ku"ucap nya yang selalu ketus kepada ku.
Aku berjalan pergi kekamar dengan terus menatap laki laki itu karna terus terpesona oleh ketampanan nya sampai sampai aku hampir terpeleset lagi"hati hati"ucap gavin kepadaku, aku hanya tersenyum malu dan buru buru pergi kekamar karna aku tau ka aventa tidak suka aku mengganggu tamu nya dan ka aventa tunjukan dengan tatapan sinis.
Lanjut baca ya yang ini masih awal dari cerita ku dan akan ada moment yang seru, jangan baper ya :D
