part 1

31 0 0
                                        


Sinar matahari mulai memasuki celah kamarku.Terdengar bunyi alarm yang nyaring membangunkanku. ku gapai jam alarm itu dan ku matikan. AKu bangun dan menggeliatkan tubuhku lalu ku tediam sejenak sambil melirik jendela. Aku bediri turun dari kasur dan mulai berjalan untuk membuka jendela kamarku .lalu Ku buka jendela kamarku, betapa ku terkejut melihat arga sudah ada di halaman rumah ku. Ku menatap sinis padanya,dan ia hanya membalasnya dengan senyuman. Ku ambil buku di meja dan ku lempar kearahnya sambil memanggil namanya
"Arga!!!"

Arga menghidari leparku dan ia berkata
"Wooo. Ada pa denganmu liz?" Berdiri keheranan.

Arga adalah teman masa kecilku yang pindah ke paris 9 tahun yang lalu. Entah kenapa ia kembali kesini,tapi yang jelas aku senang ia kembali.

Aku belari menuruni tangga lalu ku buka pintu rumahku, aku tediam sebentar menatap wajahnya yang selalu tersenyum lalu ku berlari lagi ke arahnya.

Lekaki yang mengenalku sejak kecil ini memang sangat membuatku nyaman. Meski kadang ia sangat menyebalkan, dia akan tetap menjadi seorang penting dalam hidupku. Bahkan kadang ku bertanya pada hatiku apa aku mencintainya? Kenapa kehadirannya begitu penting untukku, begitu tak rela bila dia pergi jauh.Aku juga yang membantah itu. 'Tidak' Arga sahabatku tidak mungking ku mencintainya. Dia memang baik bukan berarti dia pun mencintaiku, aku memang tau itu .
Ku merenungkan itu sambil meneluk arga untuk melepaskan rinduku. Ku tatap wajahnya .

" kenapa kau tak bilang padaku kau akan datang kemari..? Setidaknya aku bisa rapi sedikit untuk menyambutmu.." ujarku padanya

Tangannya menyentuh pipiku lalu ia menjawab.
"Liza kecilku, aku itu tidak ingin mengganggu tidurmu. Lagipula aku sampai di indonesia itu jam 2 pagi.memangnya kau mau ku bangunkan jam 2 mmm ?"

Ku tersenyum memegang dan menurunkan tangannya dari pipiku
" mmmm aku bukan lagi kecil arga . Ok...." tersenyum aku padanya." Ya memang bila jam 2, tentu saja tidak . "

" benarkan, untuk apa aku menghubungimu bila kaupun tidak akan menyambutku.." katanya sambil mencubit pipi ku (manja)

Ia mengenggam tanganku, menuntunku ke dalam rumah.

"Ayo, kita harus menghabiskan waktu seharian."katanya.

" hari ini, benarkah?" Jawabku sambil menahan tangannya agar berhenti menuntunku.

" ya, kenapa tidak! Memang kau punya acara hari ini." Menatap ku sambil tersenyum penuh tanya .

"Tidak si, tapi..... ku kan belum minta ijin pada ayah, nanti ayah pulang aku tak dirumah aku bisa dimarahi."menatap matanya

"Oke, biar aku yang minta ijin."mengambil hp miliknya dalam saku.
Dia mulai menelpon ayahku
" Om, ini arga. om masih ingat... ya itu om. begini om aku mau ngajak liza jalan boleh?. Oh ya om makasih om. Makasih"

Menatapku sambil tersenyum
" 1 selesai, gampang kan ?" Tangannya mengacak ngacak rambutku.
" ayo,,, liza kau harus berdandan bukan." Kembali mengenggam tanganku dan menuntunku masuk.

PrologWhere stories live. Discover now