Langit's Pov.
Nama gue, Langit Dwi Angkasa. Anak ke dua dari dua bersaudara. Di besarkan oleh keluarga yang sederhana. Kenapa gue di namakan Langit?
Dahulu, sebelum gue lahir. Mama dan Papa gue punya impian ingin mempunyai anak laki laki yang di beri nama Langit Dwi Angkasa.
Nama Langit di pakai karena mama gue menyukai Langit yang sangat indah. Menurutnya Langit itu pemandangan sangat indah, jika pada siang hari maupun malam hari ,yang di temani oleh pernak pernik nya yang berbeda, yaa tapi itu tidak seperti gue langit yang berbeda, tidak ada apa apa nya.
Nama Dwi di pakai karena gue anak kedua. Dan nama Angkasa, papa gue dari kecil menyukai luar Angkasa, kata papa gue, waktu dia masih kecil, papa gue seneng banget beli buku bertema tentang luar Angkasa. Ia menyukai Galaxy di sana. Bahkan ia pernah bercita cita ingin menjadi Astronot. Biar bisa pergi ke sana melihat keindahan ciptaan tuhan itu. Yaa.. dia gak kesampean untuk meraih cita-cita nya itu. Sungguh malang papa gue.
*flashback*
Saat mereka bersantai di gazebo. Mama selalu menatap Langit yang saat itu cerah sekali. Langit yang di temani oleh banyak awan dan matahari yang menyinari bumi.
"Pa, anak kita lucu kali ya kalo di beri nama Langit" ucap mama sambil mengusap perutnya yang membesar.
Papa yang merangkul mama gue hanya tersenyum, "itu sangat bagus, aku menyukainya,sayang.." ucap papa mengelus rambut mama dengan sayang.
"Nanti, kita kasih nama anak laki laki kita langit ya pa.. nama Dwi Langit, bagus kan?" Tanya mama yang menatap papa.
Papa mengernyitkan dahi nya, seperti aneh dengan nama itu.
"Hmm.. ma? Papa boleh saran?" Tanya papa perlahan. Mama pun mengangguk kecil dan menatap papa.
"Bagaimana kalau Langit Dwi Angkasa? Nama Langit di ambil, karena kamu menyukai Langit, Nama Dwi di ambil karena nanti ia anak kedua kita, dan nama Angkasa.. Aku menyukai Angkasa.. Aku ingin anakku kelak seperti Angkasa yang di penuhi oleh pernak pernik di sana nya.. dan tenang.." ucap papa lembut. Mama hanya menganggukan kepala nya setuju. setelah 5 menit dari perbincangan itu..
Tiba tiba, mama merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya. Ia meringis kesakitan dan memegang perutnya, dan saat papa melihat wajah mama menjadi seperti itu, ia langsung panik.
"Sayang... kamu kenapa? Ingin melahirkan sekarang?" Tanya papa panik sambil memegang perut mama.
mama hanya mengangguk lemah, Dan saat itu juga papa langsung membawa mama buru buru ke rumah sakit.
Rumah Sakit Harapan Kita, jakarta.
1 jam berlalu, papa denga setia menemani mama saat melahirkan,
OEEKKK...
OOEKK...
Suara tangisan bayi pun terdengar, papa yang bergembira langsung mendekati bayi yang masih berlumur darah itu dan menggendongnya,
"Selamat pak, anak bapak laki laki" ucap sang dokter dengan tersenyum.
Dan berbahagialah mereka dengan kelahiran, Langit.
*flashback off*
Oke lupakan.
Di depan kaca ,gue membenarkan rambut gue yang masih berantakan.
"Elaahh! Nih rambut ribet amat! Udah disisir masih aja nimbul" ucap gue kesal.
"Udahlah, pake pomade aja , biar gak ribet sama nih rambut"
