Hey, Gadis musim dingin.

54 2 0
                                        


500 tahun yg lalu, daerah Osaka,jepang, telah terkena wabah virus mengerikan. Para ilmuan memberinya nama "mutan M821 virus."

virus ini dapat menyebar melalui kontak dengan penderita Seperti sex, berciuman, ataupun bersentuhan dengan kulit si penderita. lalu kurang dari 24 jam Manusia yg terkena virus ini akan berubah fisik seperti hewan Reptil atau seperti eksperimen gagal yg biasa disebut Mutan.

Namun, beberapa hari yg lalu keanehan muncul dari penderita virus tersebut. Mereka seolah kerasukan sesuatu. secara tiba-tiba mereka memakan sesama manusia baik yg sudah terinveksi maupun tidak.

mendengar berita ini, pemerintah jepang bertindak cepat dengan mengungsikan Masyarakat kota osaka dan kota-kota disekitarnya ke negara lain yg cukup memiliki bahan makanan.

Para komandan tentara yg tersebar di seluruh wilayah mengadakan rapat tepat di ibukota jepang, tokyo. hasil dari rapat tersebut adalah, seluruh prajurit akan diturunkan ke kota-kota sekitar osaka yg belum terjamah virus untuk melindungi masyarakat, tanpa terkecuali.

"Ayah, Kenapa ayah pergi? Di luar sana menakutkan." Protes gadis kecil.
"Sayang, kau tak harus pergi.. kalau mereka mencopot jabatanmu biarkan saja. Ini tugas berat." kali ini yg mengajukan protes adalah seorang wanita duapuluh tahunan.

seperti itulah protes protes yg diajukan oleh istri serta anak anak para prajurit. Bisa disimpulkan tak ada yg rela ayah/suami mereka pergi dengan mempertaruhkan nyawa untuk melindungi orang lain.

Terdengar egois memang, tapi bagaimapun juga tak ada yg mengetahui apa yg akan terjadi esok. Bisa saja orang yg mereka cintai, tak bisa kembali ke sisi mereka..

Namun, prajurit tetaplah prajurit. Sejak mereka menjalani latihan Pertama, mereka sudah menyerahkan nyawa mereka sepenuhnya pada tuhan. Tak ada ketakutan di hati para prajurit tersebut akan kematian.
Jawaban protes yg diajukan oleh istri serta anak mereka adalah 'senyuman.'

Tak perlu puluhan kata kata manis mereka lontarkan untuk menenangkan istri serta anak-anak mereka. Cukup dengan senyuman tulus, sudah merupakan jawaban.

Bahwa mereka tak akan mundur, mereka tak akan lari dari tanggung jawab mereka sebagai pelindung manusia. Mereka siap pasang badan untuk melindungi semuanya.
.

.

.

.

.

"Edward."

"Hei.. Edward."

"HOI TULI! Kita sudah seharian di perpusta-

"Sttt.. kau ini bawel sekali Tatsuya." sahut seorang pemuda yg dipanggil Edward tersebut tanpa mengalihkan pandangan dari buku bersampul coklat yg sedang dibacanya.

Tatsuya menghembuskan nafas pasrah. Temannya ini kalau sudah bertemu dengan perpustakaan pasti menjadi menyebalkan. "Setidaknya hentikanlah acara membacamu itu sebentar saja dan temani aku pergi mencari makanan... kau dengar sebuah suara? Itu suara perutku asal kau tau saja."

Edward melirik tatsuya yg tengah menatapnya dengan tampang memelas. Tak tega dengan temannya tersebut, ia lalu menutup buku bersampul coklat tersebut dan menaruhnya di atas meja.

"Ayo. Biarku traktir." Ucap Edward ogah ogahan. Bagaimanapun juga Tatsuya sudah menemaninya seharian di perpustakaan, setidaknya mentraktir Tatsuya makanan cukup untuk membalas kebaikan temannya tersebut.

"Kau mau mentraktirku? Tunggu dulu, ini Bukan trik jahilmu seperti yg lalu-lalu kan?" Tanya Tatsuya dengan tatapan menyelidik.

"Aku sedang malas berbuat jahil."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 15, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Hei, Gadis Musim DinginStories to obsess over. Discover now