Mati. Satu kata yang akan kita alami sebagai makhluk yang bernyawa dan bernafas dan beberapa oramg takut akan mati, tapi tidak bagiku. Aku hanya takut hidupku panjang dan harus menanggung semua penderitaanku selama ini. Aku hanya berpikir bahwa lebih baik jika aku pergi secepatnya, karena mungkin itu akan membuat ibu dan ayahku tenang. Ayah ku sudah 18 tahun ini berusaha mengumpulkan uang untuk biayaku berobat. Dan ibuku sudah 18 tahun pula menjagaku dengan sangat hati-hati. Selama ini mereka selalu berusaha agar aku bisa sembuh , tapi sampai saat ini aku hanya menghabiskan banyak biaya dan seminggu sekali harus check up ke dokter mengenai perkembangan diriku ada kemajuan mengenai kesembuhanku atau tidak. Aku tau selama ini mereka berusaha agar anaknya ini bisa seperti anak-anak yang lain yang bisa beraktivitas seperti anak-anak normal. Tapi tidak dengan diriku. Aku hanya ingin segera pergi saja dari dunia ini. Aku tidak mau membuat kedua orangtuaku harus menanggung ini semua. Aku hanya tidak ingin lagi mendengar desah tangis ibu dan ayahku dalam doanya setiap malam. Dan aku juga hanya bisa berdoa agar aku bisa cepat-cepat Tuhan ambil. Agar tidak ada yang menderita hanya karena penyakitku ini.
Aku terlahir dengan jantung yang memiliki kelainan. Menurut dokter, jantungku tidak bisa berfungsi dengan baik seperti jantung pada umumnya. Jantungku memiliki kinerja yang buruk dan tidak stabil. Jika jantungku beroperasi terlalu keras seperti saat aku melakukan kegiatan fisik seperti berlari atau berolahraga maka jantungku akan berdekat kencang dan saat itu tiba bisa saja jantungku berhenti mendadak dan yang akan terjadi adalah aku akan mati. Hanya itu saja yang aku ketahui mengenai penyakitku. Tapi aku tidak tinggal diam, aku mencari penjelasan mengenai penyakitku di internet. Menurut beberapa sumber satu-satunya cara agar aku bisa sembuh adalah dengan cara operasi dan mengganti jantungku. Biayanya tidak sedikit perlu puluhan atau mungkin ratusan juta, dan aku juga harus mendapat donor jantung sebagai pengganti yang baru. Aku sungguh kurang mengerti dengan penyakitku ini. Hanya karena banyak hal yang bisa membuat jantungku berhenti seketika. Ibu dan ayahku membatasi semua kegiatanku. Aku layaknya seorang tuan putri yang dilarang melakukan pekerjaan berat yang hanya harus diam dan dilayani semua kebutuhannya termasuk hal-hal kecil. Ibu dan ayahku memperlakukanku setiap hari seperti itu. Mereka bagaikan pelayan sang tuan putri dalam istana. Tapi sebenarnya aku tak mau diperlakukan seperti itu karena aku seorang lelaki. Sampai waktunya aku masuk Sekolah dasarpun, ibu dan ayahku memutuskan untuk menyekolahkanku dirumah saja atau Home Scooling. Mereka melakukan itu agar mereka bisa memantauku 24 jam setiap harinya. Tapi saat memasuki bangku sekolah menengah pertama aku berdebat dengan ayah dan ibu agar aku bisa sekolah di sekolah pada umumnya. Melalui debat yang panjang akhirnya ibu dan ayah mengijinkanku untuk sekolah disekolah yang pada umumnya seusiaku bersekolah.
Sekarang aku Sang Saka Better, usia 18 tahun sudah duduk di bangku kuliah semester awal bersama sahabat sahabatku Andin, Adit dan Tio melewatkan banyak hal dan sekarang kisah sebenarnya tentang diriku, hidupku akan dimulai. Penyakit, bebas, takut, tawa, cemas, cemburu, pengorbanan, persahabatan, dan cinta akan aku berikan pada kalian. Sang Saka yang menderita penyakit jantung akan memberikan hal yang belum aku bagikan sebelumnya.
YOU ARE READING
R.S
RomanceAku yang terlahir yang hanya untuk mati Aku yang takut jantungku berdebar Aku yang ingin mati dalam hidup Aku yang dipertemukan denganmu Kamu yang membuat jantungku berdebar cepat namun aku tak takut Kamu yang hadir dan menyembuhkanku Kamu yang meny...
