"Mah! Tolong baju aku mah....." teriakan menggelegar menerobos sampai pelosok rumah.
"Sayang jangan teriak gitu ah. Itu diatas meja sana" menunjuk salah satu meja dari balik dapur.
"Yang mana sih ma?!" Masih dengan berteriak sedikit mengikuti arah tujuan telunjuk mamanya.
Mana sih?. Kata -kata itu yang selalu menghantui otak anak ini.
Dicarinya sampai ke sela-sela kaki meja dan. 2 menit. 4 menit. 8 menit. Nihil. Keringat membanjiri kutang gadis ini.
"Mah, seriusan dah mama cari aja gidah sendiri."
"Ada sayang coba cari dulu..." ujar mama sedikit mengimbangi emosinya yang hampir meluap.
"Gak ada ma. Coba mama cari. Pasti gak ada!" Tanpa mencari lagi gadis itu berkata demikian.
'TUK' hujaman pisau terdengar cukup keras terdengar, mungkin karena sudah meluapnya emosi sang mama yang sedang memotong wortel didapur.
"SINI MAMA AJA DEH YANG CARI!" Suara mama menggelegar, dengan cepat ia menghampiri meja yang di tunjuknya tadi.
Bau bawang mama yang khas tercium dari bajunya. Di gesernya benda-benda diatas meja itu dan...
'pufff''
bagaikan sulap. Hanya dengan 30 detik mencari.
"INI APAAN HAH? MAKANYA PAKE MATA NYARINYA JANGAN PAKE MULUT!"
"Mah ttt.. tapi tadi......"
"Tapi tapi APAAN?!!!!"
Gadis itupun langsung menarik kesimpulan dibenaknya. 'Mama ku jago sulap'.
Segera gadis itu berlari kekamarnya memakai seragam baru yang menjadi ajang perdebatan sengit antara gadis itu dengan mamanya.
YOU ARE READING
Hello Saski!
RomanceCerita ini mengajarkan kita untuk selalu percaya. Semua orang berhak berubah. Baca terus karya ku! bakalan ada kejutan kejutan yang selalu hadir di setiap terbitnya cerita ku. Setiap 3 hari sekali aku rajin ngepost ya!!!
