Hari ini adalah hari pertamaku sekolah di sekolah baruku, ya aku akan sekolah di sekolah SHS(Senior High School) sebagai murid baru kelas 1. Sekarang aku akan berangkat diantar oleh ibu dan ayahku. Terdengar manja, tapi itulah kebaikan ibu dan ayahku. Dia sangat menyayangiku karena aku anak tunggalnya.
Kenalkan, aku Niall James Horan. Aku adalah anak tunggal, sebenarnya aku ingin mempunyai adik, namun itu tidak mungkin. Sekarang aku sudah tak sabar ingin berangkat ke sekolah.
Saat sampai disekolah, aku segera berjalan menuju gerbang. Terlihat banyak murid yang berlalu lalang sepanjang koridor. Sekarang aku sedang mencari ruang kepala sekolah untuk menanyakan letak kelasku. Kepala sekolahnya sungguh ramah sekali, tak seperti kepala sekolah biasanya. Sepertinya aku akan betah sekolah disini. Kini aku berada dikelas 10-A, kelas ini adalah kelas unggulan. Aku merasa beruntung bisa berada di kelas ini.
"Selamat pagi!" Kata seseorang yang masuk ke kelas, mungkin dia seorang guru.
"Baiklah anak-anak, hari ini adalah hari pertama kalian masuk sekolah, aku sebagai guru kalian akan memperkenalkan diriku, kenalkan aku Mrs.Adriana. dan sekarang kalian harus maju kedepan untuk mengenalkan diri kalian masing-masing." Kata guru itu yang bernama Mrs. Adriana.
Tak lama kemudian aku mendapatkan giliranku untuk maju kedepan.
"Hai! Kenalkan aku Niall James Horan, kalian bisa memanggilku Niall." Hanya kata-kata ittu saja yang aku ucapkan, dan aku sedikit gugup.
Setelah itu aku kembali duduk di kursiku. Kemudian seorang perempuan maju kedepan, dari belakang ia terlihat anggun dari cara jalannya.
"Hai! Aku Taylor Alison Swift, kalian bisa memanggilku Taylor, salam kenal." Katanya dengan senyuman manis. Oh Tuhan, dia sangat manis. Dia pun kembali duduk ke kursinya. Dia duduk disampingku.
"Hey!" Kataku, entahlah aku sangat ingin menyapanya.
"Hey Niall!"
"Kau tahu namaku?"
"Kau kan sudah mengenalkan dirimu didepan."
"Oh iya, aku lupa hehe."
"Hey kalian berdua jangan mengobrol, atau aku keluarkan dari kelasku." Oh tidak Mrs. Adriana menegurku. Aku lihat Taylor hanya terkekeh. Oh Tuhan, dia cantik sekali.
~Skip...
Bel sudah berbunyi yang menandakan waktu istirahat. Banyak murid yang berhamburan keluar kelas, aku hanya berjalan keluar kelas sendirian, dan aku lihat Taylor pergi bersama temannya. Sekarang aku berjalan menuju kantin. Banyak meja kantin yang penuh, aku sedikit kesusahan menemukan meja yang kosong, tetapi ada seseorang yang melambai kepadaku dan sepertinya dia mengisyaratkanku untuk menghampirinya, aku segera menghampirinya.
"Hey! Kau tak menemukan meja kosong?" Kata laki-laki itu, sepertinya aku pernah melihatnya.
"Ya." Jawabku singkat.
"Duduklah disini." Katanya sambil menunjuk kursi didepannya, aku pun duduk dan menaruh makananku di meja.
"Terimakasih, sepertinya aku pernah melihatmu sebelumnya." Kataku basa-basi.
"Ya, kau teman sekelasku." Dari cara bicaranya, dia terlihat seperti dingin.
"Oh." Hanya itu yang bisa aku katakan.
