Sabtu, 21 Januari 2012. 19:30 Malam
Hari ini, tepatnya malam minggu. Malam yang cocok sekali untuk bersantai ria di luar, entah dengan keluarga, teman, sahabat, ataupun pacar. Tetapi kali ini berbeda dengan seorang Kiki yang sedang berbaringan di kasur sambil menatapi hanphone nya. Berkali kali terdengar ketukan Keyboard nya dan jari tangannya menari ria yang membuat kamar nya menjadi sedikit ramai. Mungkin Kiki sedikit suntuk berada di kamar nya berjam-jam pada akhirnya dia memutuskan untuk keluar rumah. Tetapi tidak sendirian, melain kan bersama pacar nya yang sudah berjalan cukup lama hingga 1 tahun. Banyak sekali yang di hadapi oleh Kiki bersama pacarnya, dimulai dari mereka sering berantem yang berakhir putus tetapi tetap saja keduanya masih saling sayang yang pada akhirnya mereka kembali bersama. Kejadian yang lalu membuat Kiki untuk berjuang mempertahankan hubungan ini. Namun, akhir-akhir ini 'Defa' Pacar Kiki yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Defa akhir-akhir ini sering sekali membuat Kiki untuk berfikir keras "Putus/tidak?" Karna apa? Defa yang akhir-akhir ini jarang sekali menguhubungi Kiki, setidak nya Defa memberinya sedikit waktu entah setengah jam pun cukup untuk Kiki yang sedang rindu akan kehadiran Defa di sisinya. Bisa dibilang Kiki ini adalah seorang cewe yang kuat setelah mendengar dari teman-temannya bahwa Defa sedang bercanda dengan cewe lain di belakangnya.
Kiki yang terlalu bodoh yang membuatnya bertahan dengan luka yang sama telah di buat oleh Defa. Dulu, Kiki dengan Defa sempat bertengar hebat. Hanya gara gara 1 cewe. Defa dengan cewe itu yang salah, begitupun dengan Kiki yang salah sudah mempertahankan semua ini yang sudah pasti akan sia-sia kalau di perjuangin. Tapi kenapa beda dengan Kiki, Kiki hanya berfikir "Gue sayang Defa titik!" Dan tanpa memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
15 menit berlalu Kiki sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Sebelumnya Kiki sudah membuat janji dengan Defa yang ingin berjalan -jalan sebentar di luar, sebenarnya Defa sempat menolak dengan ajakan kiki. Namun Kiki tetap memaksa nya untuk keluar, dan dengan pasrah Defa menjawab "Iya, tunggu".
Terlihat dari jauh lampu yang cukup terang membuat mata Kiki silau di buat nya. Namun sayang, yang ia harapkan bukan lah Defa, tetapi hanya seorang berkendara motor yang berlalu dari hadapannya. Sudah 20 menit Kiki menunggu kedatangan Defa yang membuatnya lelah berdiri selama ini, Kiki dibuat kecewa oleh Defa. Tiba tiba pesan masuk berbunyi di Hp Kiki.
From : Defa jelek.
Ki? Maaf ya aku gk bisa nemenin kamu. Sekarang aku tiba-tiba disuruh bunda pergi nganterin dia ke tempat arisannya maaf ya ki?
Pesan singkat yang mampu membuat hati kecil nya rapuh. Kiki mendadak lesu, dan juga KECEWA berat akan perbuatan Defa tersebut. Kiki yang tadinya sedang berdiri lesu, tiba tiba datang sesosok cowo berdiri dengan motor ninja nya berhenti tepat di depan Kiki. Kiki tersentak kaget yang dia lihat adalah seorang 'Kaka-kakaan" nya dulu hingga sekarang.
"Haiiii..."
"Loh Kak? Kak Rio kok ada di sini? Kenapa tiba tiba datang tanpa bilang-bilang sama Kiki kak?" Tanya Kiki heran.
Ya Kaka-kakannya yang bernama Rio ini sudah berada di hadapan Kiki dengan penampilan yang cukup rapih dengan jaket hitam nya, berserta helm yang baru saja ia lepas. Rio adalah Kaka-kakaan Kiki sejak dulu hingga sekarang, kedekatannya benar -benar terbilang sangat dekat namun hanya sekedar 'ADE KAKAAN'
"Gue tau lo dek, malem minggu gini pasti lo kesepian. karna gue kasian sama Ade kecil gua yang manis ini, jadi gue ajak lo jalan-jalan mau?" Tanya Rio yang membuat Kiki sedikit geli akan apa yang Kak Rio katakan pada Kiki.
"Ish ewhhh banget sih kak, geli ah denger nya. Yaudah kiki mau" Jawab Kiki yang membuat Kak Rio tersenyum lebar lalu tangannya membelai rambutnya pelan lalu menyalakan mesin motornya.
***
Kiki hari ini terlihat sangat bahagia dengan Kaka-kakaan cowo nya yang lucu dan unik. Mereka berdua pergi ke Mall untuk menghilangkan penat nya, sambil cuci mata. Sesekali mereka bermain game bersama, lari-larian bersama, berbelanja bersama yang membuat kedua nya tertawa bahagia. Hingga pada akhirnga mereka berdua lelah akan kegilaan yang Kiki lakukan bersama Kak Rio. Tanpa pikir panjang Kak Rio menarik lengan Kiki lembut lalu mengajaknya pergi makan di sebuah restoran yang cukup terkenal Lezat dan mewahnya. Kiki yang melihat Kak Rio mengajaknya disini, ternganga. Atau mungkin Kiki nya yang belom pernah ketempat restoran yang mewah ini.
"Kak Rio? Ini serius Kak kesini? Kiki gk bawa uang banyak Kak mending kita pergi ajalah" Ujar Kiki yang hendak menarik tangan Kak Rio, namun nihil. Kenyataan tenaga yang di miliki Kak Rio lebih besar di banding Kiki yang berbadan mungil. Mau seberapa kencang Kiki menariknya, usahanya bakal sia-sia.
"Tenang, kali ini Kak Rio yang bakal traktir" Jawab Kak rio enteng ngomong seenak jidat dan berlalu meninggal kan Kiki yang kaget mendengar apa yang baru saja di katakan olehnya.
Sesampainya di meja nomor 10 mereka berdua duduk pada kursi yang sudah di sediakan. Kak Rio terlihat senang, bahagia, tenang namun tidak dengan Kiki. Walaupun mendengar Kak Rio akan mentraktir nya malam ini, hati nya terus mengkhawatirkankan sejak tadi. Kiki terus mengotak atik hp nya meyakini bahwa ada suatu balasan pesan dari Defa. Melihat Kiki yang mukanya terlihat cemas akhirnya Kak Rio memulai percakapannya lebih dulu.
"Muka lo kenapa cemas gitu? Tenang gue bakal traktir lo makan malam kali ini dek" ujarnya dengan nada Menyombongkan diri.
"Bukan itu kak" jawab kiki singkat.
"Kiki cuma cemas sama Defa"
"Yailah dek ngapain gitu di fikirin toh memangnya si Defa Defa itu peduli sama Kiki?" ujarnya dengan santai, tenang tanpa gimana tau rasanya jadi Kiki. Memang sebelumnya Kak Rio itu belom tau jelas, seperti apa Defa itu. Tetapi Kiki sering curhat ke Kak Rio tentang Defa hanya melalui kontak bbm tanpa langsung memperkenalkannya dengan Defa.
Ucapan yang baru saja dikatakan oleh Kak Rio mampu membuat Kiki terdiam seolah-olah Kiki berfikir yang dikatakan oleh kaka-kakannya itu memang benar. Suasana diantara kedua insan ini hening, mereka berdua sibuk dengan Hpnya masing masing dan tanpa di sadari datang pelayan yang datang memberi pesanan yang tadi di pesan.
****
"Terima kasih kak untuk malam ini. Maaf ngerepotin" tunduk Kiki.
"Santai aja dek, lu kan ade jelek yang paling gua sayang. Sanah gih masuk gue liatin dari sini" ujar Rio.
"Kak Rio apa sih, dikira Kiki bakal di culik gitu? Padahal ini udah di depan gerbang jadi kaka yang pergi duluan sanah. Udah malem tau kak" cerewet Kiki sambil memanyunkan bibir nya.
Melihat ekspresi Kiki seperti itu, Kak rio ketawa geli yang membuat Kiki bingung apa yang membuatnya ketawa seperti itu. Tak butuh waktu lama Kak Rio bersiap-siap untuk pulang. Tapi pergerakannya berhenti, Kak Rio memandang Kiki lama lalu tersenyum tipis namun membuat para kaum hawa akan meleleh melihatnya. Kiki yang bingung kenapa tiba tiba begitu, akhirnya Kiki memukul pelan pundak Kak Rio. Kak Rio malah makin jadi ketawa nya, lalu mengusap-usap puncak rambut Kiki dan berlalu pergi tanpa pamit.
-------------------------------------------
Hay hayyy gue bikim cerita baru nih, di jamin bakal bikin kalian terkesan deh yaa😁😁Happy Reading yaa...
Vote and commentnya :v muaacchh😗
