Aku duduk dan membuka buku diaryku di sebuah café. Setiap kali aku membuat sebuah catatan di diaryku, aku selalu datang ke sini.
Bisa dikatakan aku adalah seseorang yang sangat suka menulis diary. Menulis merupakan hobiku sejak kecil.
Namun pada saat ini, menulis adalah caraku untuk menutupi rasa gugupku.
Buku yang tebal yang selalu mengingatkanku untuk selalu bertahan. Bertahan tanpa dia. Tanpa pikir panjang lagi, aku mulai menulis
(di buku)
Hari ini aku sangat bersemangat. Hari yang telah kutunggu-tunggu selama sepuluh tahun akhirnya tiba.
Kenangan melewati masa-masa indah bersama dia pun terlintas di kepalaku. Setiap hari tanpa orang itu seperti satu tahun.
Banyak orang berkata bahwa masa-masa SMA adalah masa yang tak terlupakan dalam hidup. Aku baru menyadari hal itu setelah aku mengalaminya sendiri
Aku harap hari ini akan berjalan dengan lancar. Semoga pertemuanku dengan dia sesuai dengan bayangan di kepalaku
Keinginan tahuku akan rupa orang itu sudah tidak bisa kubendung. Banyak orang menunjukan aku foto orang itu.
Namun terus saja aku berkata bahwa aku tidak akan percaya bahwa dia orangnya sampai aku berbicara dengan dia.
Banyak orang yang mencoba membuat aku jatuh cinta kepada orang lain. Tapi tetap saja tak berhasil.
Sampai saat ini aku masih saja belum bisa move-on dari dia. Oang yang menjadi cinta pertama dan terakhirku. Setidaknya, sampai saat ini.
Mungkin orang akan berkata aku terlalu setia, tapi aku percaya satu hal. Bahwa dia juga akan sama setianya seperti aku. Bahkan lebih dari aku.
(kejadian nyata)
Karena keasyikan menulis diaryku, aku jadi tidak sadar akan kedatangan seseorang. Oranga yang sangat aku kenal
Orang itu pun memegang pundakku dan berkata, "Trace, kamu memang nggak berubah ya."
Aku memutar kepalaku, mengubah fokus pikiranku dari buku diaryku ke orang dibelakakangku.
Melihat wajah orang itu, aku bisa merasakan kembali masa-masa indah itu. Di mana kita tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
Kupeluk orang itu dengan erat. Kukatakan nama orang itu di dekat telinganya.
Aku sangat senang bertemu kembali dengannya. Orang yang menemaniku semasa SMA.
"Josh... Akhirnya kita bertemu"
YOU ARE READING
His POV's
RomanceSenin, 13 Oktober 2006 Pernahkah kamu berpikir tentang seberapa pentingnya sudut pandang seseorang? Manusia selalu melihat suatu masalah dari sudut pandang diri sendiri. Tetapi pernahkah ia melihat masalah yang sama dari sudut pandang orang lain? Co...
