Prologue
Zaman dahulu, tinggalah seorang ahli kimia di sebuah kerajaan bersama Sang Istri yang tengah mengandung buah hati mereka. Sang Alkimia itu sangat menantikan kelahiran anak sulungnya itu. Saat melahirkan anaknya, Sang Istri meninggal. Sang Alkimia itu sangat terpuruk dan sedih. Namun, karena kehadiran putra sulungnya, perlahan kesedihan itu sirna. Putranya tumbuh menjadi anak yang periang. Itu semua berkat kasih sayang berlimpah yang diberikan Sang Alkimia itu padanya. Ia bertekad untuk menjaga putranya hingga ia dewasa dan mampu melanjutkan kerajaannya.
Kisahnya berlanjut. Perang terjadi di kerajaannya. Terjadi pertumpahan darah dimana-mana. Ia ingin memeriksa keadaan di garis depan. Ia meminta agar putranya tinggal diam di kamarnya sampai ia pulang. Ia pun menuruti perkataan ayahnya. Ia berdiam dikamarnya dan menunggu hingga ayahnya pulang. Sang Alkimia sudah memerintahkan penjaga untuk berjaga-jaga di sekitar kamar putranya untuk mengantisipasi keadaan. Ia pun berangkat.
Sesampainya di garis depan, ia memeriksa keadaan dan membuat rencana baru. Namun ditengah-tengah perundingan, terdengar ledakan besar yang berasal dari istana Sang Alkimia. Tanpa pikir panjang, Sang Alkimia itu segera pulang ke istana. Sesampainya di istana, ia melihat keadaan yang sudah kacau. Ia segera berlari menuju kamar putranya. Berharap bahwa putranya selamat. Namun nihil. Ia tak menemukan anaknya.
Sejak saat itu, ia selalu menangis didepan kamar putranya itu setiap malam. Hingga akhirnya, ia kabur dari istananya dan memutuskan untuk tinggal di tengah hutan. Ia ingin membuat sendiri, keluarganya. Setiap malam, ia mengumpulkan potongan-potongan tubuh mayat baru dan menyambungkannya menjadi satu tubuh. Setiap ada bagian tubuh yang membusuk, ia akan menggantinya dengan potongan tubuh baru.
Namun, manusia ini tidak sepenuhnya hidup. Ia hidup namun jantungnya tak berdetak. Sang Alkimia sudah mencoba berbagai cara untuk 'menghidupkan' manusia buatannya itu. Namun tetap, ia gagal. Di percobaannya yang entah keberapa kali, ia meninggal tanpa sempat menyelesaikan keinginannya. Manusia buatan itu tetap tinggal di rumah tua itu.
Hingga akhirnya, ia ditemukan oleh peneliti-peneliti yang haus akan pengetahuan dan kekuatan. Maka dengan paksa, mereka membawa Manusia itu ke laboratorium khusus. Disana, mereka terus melakukan percobaan dari mulai yang biasa hingga yang ekstrem kepada Manusia itu. Manusia itu ingin melarikan diri, namun ia tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. Hingga seorang peneliti yang merasa kasihan padanya, membiarkan dirinya kabur. Ia pun tinggal di sebuah bangunan tua.
Ia bertekad untuk kembali ke masa lalu dan mencari jati dirinya. Ia pun mencoba membuat mesin waktu. Ia mengalami kegagalan sama seperti Sang Alkimia. Setelah ratusan kali melakukan percobaan, ia akhirnya menemukan sesuatu yang dapat menyempurnakan mesin waktunya. Namun, ia harus membuat keputusan yang berat untuk itu.
.
.
.
The Time Machine
.
.
.
Annyeong~!! I'm back with new ff!!
Sebenernya pengen nyelesaiin First Snow dulu, tapi daripada keburu ilang idenya, ya dipost dulu deh⊙▽⊙
Ff ini terinspirasi dari salah satu komik Webtoon, yaitu Winter Woods. Ceritanya bener-bener bagus #sekalianpromosi>3<
Trus bikin penasaran =D
Okay, ditunggu untuk kelanjutan cerita ini, butuh saran nih, disini nanti Luhan gendernya mau dibikin cewek apa cowok ?
Bantu author yahh≧﹏≦
Jangan lupa voment, karena vote dan comment kalian berarti buat author.
Sekian dan terima gaji (?)
Annyeong~~!!
KAMU SEDANG MEMBACA
The Time Machine
FanfictionSebuah manusia buatan yang ingin mencari jati dirinya dengan mesin waktu. Namun, untuk menyempurnakan mesin waktu itu, dibutuhkan sebuah pengorbanan yang berat. Mampukah Si Manusia buatan itu melakukannya ? . . HunHan Fanfiction . . The Time Machine
