Prolog

82 11 0
                                        

Yana sedang berjalan di koridor sekolahnya dengan senyum yang terukir di wajahnya sambil membawa sekotak kue kesukaan kekasihnya, Kelvin. Tempat tujuannya sudah dekat yaitu lapangan basket yang sudah mulai sepi.

Yana berhenti sejenak setelah mendengar beberapa orang yang sedang berbicara

"Lo beneran suka ya sama Yana?" tanya laki-laki pertama

"Yaa engga lahh, gue cuman mau menangin taruhan aja. Mana mungkin gue suka sama cewek jelek gitu" suara laki laki itu membuat badan Yana seketika kaku.

"Ahh yang bener lo?" itu suara laki laki yang lain.

Brakk!!

Kue yang di bawa Yana tiba tiba terjatuh lalu Yana menjadi pelototan 3 orang laki laki tersebut.

"Yana g-gue bisa jelasin" ya itu Kelvin kekasihnya sekaligus mantan dari sahabat sahabatnya.

"Udah ga ada yang mesti di jelasin. Bener kata mereka. Lo bajingan!!" Yana berlari meninggalkan 3 orang yang sedang melongo itu sambil menangis.

Yana pergi je gudang belakang sekolah mencoba untuk menenangkan dirinya

"Gue harusnya dengerin mereka" kata Yana menyesal.

Ia menutup matanya dengan kedua tangannya lalu menangis sejadi jadinya.

Hingga ada yang memegang bahunya yang membuatnya mendongakkan kepalanya

"Lo sekarang udah tau yang sebenernya kan? Lo boleh balik ke kita kalo lo mau" orang itu adalah sahabat yang Yana campakkan karena Kelvin.

Yana berdiri lalu memeluknya dan terus menangis.

---------------------------------------------------

Akhirnya prolog selesai juga. Makasih buat yang udah baca. Jangan lupa vote ya!! :)

Enemy In LoveWhere stories live. Discover now