MOS

963 47 7
                                        

Di awal pagi yang cerah ini, Taylor mulai membuka mata nya karena sinar matahari yang menyinari wajah gadis itu. "Tay, bersiaplah untuk hari pertama sekolah!" teriak ibu dari bawah. "Iyaa mom!" balas nya tak kalah keras. Dia pun mulai berdiri dan mengambil handuk didekat lemari baju dan langsung menuju kamar mandi pribadi nya, setelah 10 menit mandi Taylor pun langsung memakai pakaian sekolah lama nya karena hari ini ia akan menjalani hari pertama MOS di Narnia's Senior High School. Ya, sekarang Taylor sudah lulus dari Junior High School-nya dan akan bersekolah di jenjang yang lebih tinggi. Dengan langkah cepat, ia langsung kebawah menuju ruang makan sambil menggendong tas ransel nya. "Morning honey.." ucap Andrea sambil mencium pipi nya. Ya, itulah kebiasaan Ibu nya dan Taylor sangat tidak menyukai hal itu karena dia sudah dewasa. "Pagi mom," balasnya.

"Ini sandwich special untukmu." sambil menyodorkan sandwichnya kepada Taylor.

"Dimana Austin dan Dad?" tanya Taylor heran kepada Andrea. "Oh ya, mereka sudah pergi berangkat 10 menit yang lalu," jawabnya santai, Taylor pun hanya mengangguk mengerti. Gadis itu menghabiskan sandwich tersebut dan melihat jam yang sudah menunjukkan waktu pukul 07.00 pagi. "Mom, sebaiknya kita berangkat sekarang" kata nya sambil menatap Andrea.

"Baiklah tay, ayo bersiap masuk ke mobil" jawabnya santai. Taylor mulai beranjak dari tempat duduk nya dan keluar rumah menuju halaman kemudian masuk ke dalam mobil. "Ready honey?" tanya Andrea menantang. "Yes, i'm ready!" balasnya semangat dan tersenyum. Mereka pun mulai berangkat dan Andrea mulai menyetir mobilnya.

•••

Sesampai di Narnia's Senior High School Taylor dan Andrea masuk ke sekolah tersebut dan melihat banyak murid yang berdiri disana. "Hmm Tay, Ibu hanya bisa mengantarmu sampai sini. Bye" katanya sambil memcium pipi anaknya lalu pergi, Taylor pun hanya diam.

Tiba-tiba ada yang memegang pundak nya dan ia berbalik arah dan ternyata itu Abigail. "Tay..!! Kau daftar sekolah disini juga? Oouh aku senang sekali!" katanya berteriak sambil memeluk sahabat nya dengan erat. "Hey, kau membuat ku mati, Ab!!" kata Taylor sambil melepaskan pelukannya yang hampir membuat nya mati. "Hehe" Abigail tersenyum malu. "Hmm mari kita kesana, sepertinya disana papan pengumuman kelompok MOS" kata Taylor sambil menarik tangan Abigail dan pergi ke depan ruang guru yg terdapat papan pengumuman. Ia pun membaca daftar nama nama murid dan kelompoknya. Dan ternyata gadis itu sekelompok dengan Abigail. "Hey Ab, kita satu kelompok!" katanya teriak dan mengagetkannya.

"Hah? Benarkah? Aku senang sekali" balasnya dengan senyum lebar. "Iya benar, kita kelompok 10-6 (10-F)." kata Taylor. "Perhatian kepada adik adik yang akan menjalani MOS, silahkan berkumpul di lapangan dan baris sesuai kelompoknya masing masing. Terima kasih!" teriak suara kakak kelas yang menggunakan toa. Taylor dan Abigail berlari menuju lapangan dan berbaris. "Mm.. Tay aku takut." gerutu Abigail sambil memegang lengan nya erat. "Ayolah Ab ini hanya akan berlangsung 3 hari" jawabku santai dan melepaskan tangan Abigail. Semua murid berbaris dan mengikuti intruksi dari kakak Osis. "Kelompok 10-6, ikuti kakak ke lantai 3 yaa. Btw, nama kakak Stephanie panggil saja Kak Anie" katanya sambil teriak dan tersenyum kepada semua anak anak di kelompok Taylor.

Sesampai di lantai 3 dan Kak Anie menyarankan untuk masuk ke ruang kelas '10-6'. Taylor pun yg sedari tadi hanya bergandengan dengan Abigail dan mereka mencari tempat duduk. "Hey Tay, disini saja!" seraya nya sambil menarik lengan sahabat nya menuju ke arah kursi dibarisan ketiga dari depan. Mereka pun duduk dan hanya terdiam. Taylor melihat anak anak disekitar nya. Berbagai macam perawakan nya, ada yg berkulit hitam manis, ada yg berambut blonde sama sepertinya, dan ada juga yg berambut keriting coklat dan berkulit putih.

Aku heran, baru pertama kali aku melihat orang Amerika berambut curly, haha unique! batin Taylor.

Tiba tiba, Kak Anie pun berkata "Kalian akan memperkenalkan diri. Dimulai dari barisan depan dekat pintu. Jangan malu malu, okay!!" katanya sambil tersenyum dan mengacungkan ibu jarinya. Lalu..

#Next? Jangan lupa vote ya. Maaf kalo ceritanya ga jelas. Ini sesuai pengalamanku waktu MOS di smp tapi disini aku ganti jadi SMA. Hehe.. Maaf juga kalo ada kata² yg ga nyambung😂 karena ini cerita pertama ku di wattpad hihi..

Forever & AlwaysWhere stories live. Discover now