Mira.
Seperti bunga pukul sembilan. Membeberkan keceriaannya, memakai topengnya ketika siang hari.
Dan akan mulai gugur, rapuh ketika senja tiba.
Seperti bunga mawar.
Unik, menarik, cantik.
Tetapi selalu menutup lukanya. Dengan cara menaburkan duri.
Mirip bunga sepatu.
Yang selalu mempertahankan kegigihan, membangun benteng untuk menutupi luka, supaya tidak layu.
Tetapi, dia selalu ingin menjadu bunga matahari.
Lambang keceriaan.
Lambang penerang
Lambang pencair si es.
Lambang keabadian.
Ia akan selalu mencoba. Mencairkan es itu.
Es yang membatasi dia dan pemilik es itu.
Mungkin. Suatu saat ia bisa mencapai keinginannya.
YOU ARE READING
The Flower
RandomMira Qynada Selalu ingin menjadi yang terbaik. Ketika bersama Arzeggaf Louisse Cristian.
