Prolog

61 3 0
                                        

"Rafffff.... mau kemanaaa" teriak seorang gadis sekitar 10 tahun kepada pria berumur 12 tahun.

"Apa sih cha? Gue gak kemana mana juga." Jawab pria yang memiliki nama Rafa Aditya kepada gadis itu.

"Kan gue cuma tanya aja. Eh lagi gak sibuk kan ? Ketaman yuk." Ucap gadis yang bernama Chacha.

"Mau ngapain sih? Ini kan udah mau hujan. Nanti lo sakit lagi cha." Ucap Rafa dengan nada malas kepada Chacha.

"Ih, kita ditungguin sama Dimas sama Airin juga. Ayok kita main" ucap chacha dengan menunjukkan puppy eyes nya.

"Siapa yang suruh nungguin? Gaada yang nyuruh juga kan" ucap Rafa cuek.

"Ih lo emang ya gapernah gitu gak cuek. Yaudah kalo lo gak mau pergi, gue aja yang pergi. Bye!" Ucap Chacha dengan nada ngambeknya dan meninggalkan Rafa.

Dengan sifat malasnya, Rafa pun menyusul chacha ke taman.

"Ngapain lo ngikutin gue?" Jawab chacha masih dengan nada ngambek.

"Siapa yang ngikutin, gue cuma takut aja lo jatoh lagi. Lo kan ceroboh jadi cewe" ucap Rafa dengan gengsi.

"Ngaku aja deh lo raf! Tadi aja diajakin sok males. Sekarang malah ngikutin tapi gak ngaku" ucap Chacha masih dengan sedikit teriak.

"Eh ada apa sih? Gue heran deh kenapa kalian tuh hobi banget sama yang nama nya berantem. Pusing tau dengernya" ucap salah satu teman Rafa dan Chacha.

"Abis dia nyebelin dim." Ucap chacha kepada temannya yang bernama Dimas.

"Apaan sih lo kali yang nyebelin" timpal Rafa dengan wajah yang tidak terima.

"Udah udah! Bikin malu. Gue jadi males main nih kalo udah berantem gini." Ucap Airin, salah satu sahabat mereka.

"Gue juga" timpal dimas lagi.

"Jangan gitu dong. Kan gue udah capek-capek kesini. Masa kalian gamau main." Ucap Chacha dengan berlagak menyedihkan.

"Gue gak akan mau main, kalo kalian gak mau baikan." Ucap Dimas dan di sertai anggukan oleh Airin.

"Yaudah gue minta maaf. Gue salah" ucap Chacha dengan nada ketusnya. Membuat Rafa tersenyum. Ini yang rafa suka dari Chacha. Dia selalu gampang meminta maaf bahkan untuk kesalahan yang bukan sepenuhnya dia lakukan.

"Iya gue maafin kok cha. Yaudah ayuk main." Ucap rafa sambil mengacak-acak rambut chacha.

Mereka asik bermain,hingga lupa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.

"Kayaknya gue musti pulang deh. Takut dicariin sama mama. Soalnya udah sore." Ucap dimas sambil melihat jam tangannya.

"Iya nih. Gue juga. Gue pulang yaa! Bye" timpal airin mengikuti langkah dimas.

"Yah gak asik. Masa udahan mainnya" ucap chacha dengan mengerucutkan bibir tipisnya.

"Iyalah cha. Ini udah sore. Mendingan kita pulang. Nanti mama lo nyariin." Ucap Rafa sambil menarik tangan chacha.

"raf masa gue punya firasat aneh deh.." ucap Chacha tiba tiba.

"firasat apa sih Cha? jangan aneh-aneh deh Cha" ucap rafa sambil menegang.

"firasat lo bakal pergi jauh dari gue Raf." ucap Chacha

"jangan aneh-aneh deh. gue gak akan ninggalin lo kok Cha. gue gak akan pergi kemana-mana." ucap Rafa sedikit tersenyum.

" janji ya Raf? kalo lo pergi, gue sendirian disini. nanti gak ada yang gue ajak berantem dong" ucap chacha dengan Raut wajah yang sedikit Sendu.

"iya janji" ucap Rafa sambil memegang tangan Chacha.

*******

Kamu yang janji buat terus sama aku. tapi, pada kenyataannya kamu ninggalin aku dengan sejuta tanda tanya. aku gak bisa coba buat lupain kamu Raf.

Tapi kamu tiba-tiba datang Raf, seolah olah gak terjadi apa apa.

Chacha Landari : Are you mine Raf?

Rafa Aditya : You are mine cha.


The Time [slow update]Where stories live. Discover now