The Story Begin

65 2 0
                                        

★Happy Reading★

Saat itu, hari dimana diriku kembali terjatuh untuk yang kedua kalinya. Terjatuh kedalam jebakan yang sama. Terjatuh karena tidak pernah melihat kebenaran terlebih dahulu. Dan, bodohnya diriku yang terlalu mudah percaya akan suatu hal menyenangkan.

Kisah percintaanku tidaklah indah selamanya dan juga tidak pernah mengalami masa akhir yang bahagia. Awal yang bahagia tidak selamanya berakhir dengan bahagia. Awal yang menyedihkan tidak selamanya berakhir bahagia pula. Terkadang, aku menginginkan akhir dari semua kisah yang pernah kulihat dan kubaca itu terjadi dalam kehidupanku. Tapi sayangnya, Tuhan berkehendak lain terhadap apa yang diinginkan oleh setiap hamba-Nya.

Kisahku ini berawal dari sebuah ketidakpastian. Ya, ketidakpastian yang kuanggap sudah menjadi kepastian mutlak bagiku. Tapi, nyatanya hanya kepedihan yang kembali mendatangi kehidupanku.

☆Sadness of Black Rose☆

Seorang siswi berjalan pelan ditengah koridor sekolah yang masih sepi. Ia berangkat lebih awal bukan karena hari ini ia ada jadwal piket, melainkan untuk menghindari pertengkaran yang terjadi antara ayah dan juga ibu angkatnya ditiap paginya. Dia menghindar karena tidak mempunyai hak yang jelas untuk ikut campur terhadap masalah orang dewasa. Apalagi dia disana hanyalah sebagai anak angkat saja.

Pernah suatu hari ia mencoba untuk meleraikan mereka berdua. Namun, apa yang ia dapatkan? Kedua orang tua angkatnya malah membentak dan mengatakan jika ia hanyalah anak angkat yang tidak berguna. Ia tidak percaya dengan apa yang mereka ucapkan. Ia menangis, mengunci diri dalam kamarnya selama beberapa hari. Sampai pada akhirnya, Nyonya Kim meminta maaf atas apa yang pernah mereka ucapkan, dan berjanji tak akan ada pertengkaran diantaranya dan juga suaminya. Ia sangat bahagia mendengarnya, tapi tidak lama kemudian mereka berdua kembali bertengkar. Janji manis yang sangat mengikat hati, umpatnya dalam hati. Dan saat itulah ia berjanji tidak akan ikut campur kedalam masalah kedua orang tua angkatnya. Ia hanya berdecih pelan dan berlalu meninggalkan mereka berdua. Seperti hal yang lazim untuk dilihat baginya.

Siswi itu menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar. Langkahnya berhenti disebuah pintu kelas 2-B yang merupakan kelasnya. Membuka pintu kelas perlahan, berjalan memasuki kelas dan duduk dikursinya. Kemudian, siswi itu mengeluarkan headset dan juga ponsel pintarnya dari saku blazer merah tua yang ia kenakan. Ia memasang headset berwarna biru langit itu di kedua telinganya, memilih lagu yang pas untuk suasana hatinya saat ini.

Siswi itu akhirnya mencari posisi nyaman dengan membenamkan wajahnya diantara lipatan tangannya, lalu menatap kosong halaman sekolah yang rapih dan terawat.

•Yuki Side•

Tiga bulan sudah berlalu dan nampaknya kehidupanku berjalan baik setelah aku ditinggalkan oleh orang yang paling kusayangi. Hanya kehidupan di keluargaku saja yang saat ini sedang kacau. Tapi, aku tidak terlalu memperdulikannya. Aku hanya ingin merasakan kebebasan sesaat, setelah sebelumnya aku pernah mengalami masa sulit bagiku. Menerima kenyataan bahwa hubunganku dengan dia, orang yang paling ku cintai tidak berjalan sesuai dengan harapan. Jarak dan waktu yang terus memisahkan kami berdua. Menolak keinginannya untuk tidak memutuskan hubungan kamipun tetap saja berakhir dengan sia-sia. Walaupun kami sudah tidak menjalin ikatan spesial, namun komunikasi yang terus berlanjut membuat diriku tak bisa melupakan apa yang pernah kami rangkai bersama pada saat itu.

Seiring berjalannya waktu, dia yang pernah menyandang status sebagai kekasihku itu perlahan sifat dan sikapnya mulai berubah. Berubah kembali menjadi pribadi yang dingin. Entah apa yang membuatnya berlaku seperti dulu lagi, tapi jika itu akan membuatnya bahagia, kenapa tidak? Aku akan menerimanya walau dalam hati aku tak bisa.

The Sadness Of Black RosesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang