Prolog

3K 241 101
                                        

"Febby," teriakan itu membuat langkahku terhenti. Dengan perlahan kubalikan badanku kebelakang, dapat ku lihat di sana ayahku berjalan kearahku dengan emosi yang meluap - luap.

Plaakkk

Tamparan itu tepat mengenai pipiku. Rasanya sangat sakit, namun dengan sekuat tenaga aku menahan airmata ku yang hendak meluncur dari pelupuk mataku. Aku tak ingin terlihat lemah di hadapan pria bajingan ini.

"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?" tanyanya masih dilingkupi emosi.

"Bukan urusanmu," jawabku ketus.

"Kau." geram ayahku sambil ngepal tangan kanannya kuat - kuat.

"APA," ucapku dengan suara meninggi. Kulihat tangannya melayang keatas hendak menampar pipiku lagi,


Bad Girl And Nerd GirlStories to obsess over. Discover now