.
.
.
"...Hei..."
"...Bangunlah..."
"Mereka membutuhkanmu sekarang..."
"Saatnya untuk menetas dari kepompongmu..."
.
.
.
"System failure, open the capsule immediately."
Suara sistem berdengung di telingaku, dengan terpaksa kubuka mataku.
Dingin. Itulah satu kata yang muncul dikepalaku saat mengetahui diriku terbaring didalam sebuah...kulkas?
Tidak, aku terbaring di sebuah kapsul.
Kudorong tubuhku dan seketika pintu kapsulnya terbuka lebar,lalu aku langsung disambut oleh pemandangan yang...aneh.
Depan mataku... adalah sebuah laboratorium yang hancur...
Horror sekali.
Berlahan aku mencoba untuk bangkit dari kapsulku, menapakkan kaki-kaki kecilku diatas lantai yang dingin.
Aku pun berhasil berdiri dengan tegak setelah beberapa kali mencoba untuk menyesuaikan tubuhku dengan tekanan baru ini.
Aku mengalihkan perhatikanku kepada sebuah layar monitor yang memutarkan sebuah gambar bergerak serta dengan suara didalamnya.
"... 500 tahun sejak bangsa Manusia 'Tenggelam' dalam keserakahan mereka, mereka pun terkena imbasnya dengan kehilangan banyak anak-anak generasi berikutnya...
...dengan itu, kami para ilmuan mencari cara dengan meneliti sebuah fenomena yang bernama 'Blue Morpho.' Yang konon dapat mengembalikan sesuatu hal yang mereka sebut 'Harapan'..."
Dan lambang kupu-kupu bersayap biru neon pun ditampilkan, seseorang muncul memotong gambaran tersebut.
"...Bzztt... eh..test...1...2...yap, berfungsi semua silahkan..."
Seorang wanita berambut hitam ikat kuda muncul di tengah-tengah rekaman itu.
"Hai, aku professor Alarice dan aku adalah pencipta dari projek 'Blue Morpho'..."
"...Hn... mungkin akan singkat saja, dan sekarang aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Wanita itu menunjuk kearah kamera dihadapannya.
Sepertinya video ini...untukku...?
"New, itulah namamu sekarang, dan ingatlah akan benda ini." Wanita misterius itu menunjukkan sebuah liontin berbentuk kupu-kupu biru.
"...Dan misimu sekarang..."
"N-Nona! Kita harus pergi dari sini...HUA-!"
Dan layar monitor itu seketika juga meledak didepan mataku, yang membuatku terlempar beberapa meter dari tempatku berdiri.
Sakit.
Tetapi tidak sebanding dengan rasa sakit yang tiba-tiba menyerangi kepalaku.
Aku berusaha untuk membuat diriku tetap sadar. Jadi, aku pun bangkit dari tempatku terjatuh dan mulai berusaha mencari jalan keluar dari tempat mengerikan ini.
Berlahan, aku menapakkan kedua kakiku ke sebuah koridor yang nyaris tidak ada jalur keluarnya.
Dan berharap tidak ada sesuatu yang aneh terjadi lagi.
.
.
.
YOU ARE READING
UNIVERSE
Adventure500 tahun setelah Bumi berada diambang kehancuran, Seorang gadis bangkit dan berdiri diantaranya, Untuk mengembalikan harapan-harapan kecil di Bumi ...
