Waktu terus berlalu, tahun silih berganti. Joe, merapihkan dasi yang berada dilehernya. Kali ini dia harus naik tahtah menggantikan posisi ayahnya, sebagai seorang Raja. Joe dilahirkan sebagai Pangeran yang cukup tampan diwilayahnya. Kulitnya yang berwarna kecoklatan itu sungguh sangat menggoda. Eksotis. Joe tersenyum manis. Joe sungguh sangat tak percaya kalau yang berada dihadapannya, dicermin itu dirinya.
"Joe apa yang kamu lakukan? Cepatlah semua menunggu!" panggil pengawalnya dengan tergesa-gesa.
Joe merapihkan sisi lengannya "Baiklah! Aku siap!".
Joe mengikuti pengawalnya meninggalkan kamarnya yang gelap dan pengap. Tentu saja! Joe sangat tak menyukai cahaya Matahari. Menurut Joe cahaya itu sangat mengganggu penglihatannya. Dan sampailah Joe dengan Pengawalnya di Ruangan Kerajaan untuk Acara-acara penting. Seluruh Ruangan ramai dengan pengunjung—para Rakyatnya. Semua bergosip ria—entah menanyakan bagaimana tentang Joe? Setampan apa Joe? Tapi Argghhh! Apa pedulinya mereka? Joe ingin memimpin ,mengayomi rakyatnya bukan untuk umbar ketampanan kepada semua wanita. Lagi pula menurut Joe semuanya sama. Tak ada yang berbeda. Mau tampan atau tidak kita semua sama!.
"Joe! Kau Sudah siap!" Tanya sang Raja yang akan menurunkan tahtahnya pada anaknya.
Joe langsung mengangguk mantap. "Tentu saja Papa!".
Acara berjalan dengan khusuk, dan khitmat. Tak ada halangan. Dan sekarang Joe sudah Resmi menjadi Raja Rakasya. Semua Rakyatnya mengucapi selamat pada Joe. Mulai dari bagian Bangsawan sampai Rakyat jelata.
Joe tampak gagah dengan balutan jasnya. Berkali-kali Joe merapihkan jasnya karna takut berantakan. Oke Joe berlebihan. Ini hanya akal bulusnya agar terlihat lebih gagah didepan Rakyatnya.
"Selamat yah, Bro!" ucap salah satu sahabat Joe. Harry. Joe mengulum senyum pada Harry. Dan membalas jabatan tangan dari Joe.
"Thanks, Bro! apa kabar? Udah lama gak ketemu?" sapa Joe seramah mungkin.
Harry mendecih sebal dengan sahabatnya. "Ck! Gimana mau ketemu sama Lo Joe! Sedangkan para pengawal sialan itu selalu ada disamping Lo!!". Gerutunya dengan bergidik ngeri menatap para Pengawal Joe.
Joe terkikik pelan agar tak mengganggu acara ini. Tentu saja Joe tidak ingin menjadi pusat perhatian. Joe tidak ingin menjadi Raja yang tak punya Etika. "Kamu terlalu lebay, Har! Kemarilah nikmati acara ini!" Joe merangkul sahabatnya dan mengiringi seluruh sudut Ruangan dan memberikan Makanan yang enak pada Harry.
"Joe!" panggil Wanita Paruh baya dengan balutan Gaun yang sangat cantik. Joe menoleh kearah suara. Joe tersenyum ramah dan berbinar. Sederetan gigi putih terlihat sangat jelas. "Mama!" Joe langsung Memeluk Mamanya dengan Hangat.
Mama tersenyum Manis lalu membalas pelukan Anak Laki-lakinya. "Selamat yah, sayang. Kamu harus menjadi lebih baik dari Papamu ya!" Joe mengangguk dan tetap memeluk sang Mama.
"Aduuuhh adegan yang sangat Romantis!" Joe dan Mamanya terkekeh lalu melepas pelukannya. "Kapan ya aku bisa dipeluk gitu?" rengek Harry. Joe dan Mama menatap iba ke Harry.
"Sini...sini...peluk" Mamanya merenggakan Tangannya lalu memeluk Harry dengan hangat, sama seperti yang dilakukan Mama Pada Joe.
"Sabar Bro! mungkin kedua orang tua kamu sudah bahagia disana". Bujuk Joe pada Harry yang hampir menangis. Harry kehilangan kedua orang tuanya saat jalan-jalan keluar rumahnya. Kedua orang tuanya meninggal secara mengenaskan dihadapannya. Harry ingin sekali melawan, tapi tubuhnya sangat lah kecil. Jadi, Harry hanya bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Bayang-bayang saat melihat kedua orang tuanya masih sangat terekam jelas di otak Harry. Setiap hari Harry bermimpi buruk seperti itu, membuatnya sulit untuk tidur. Makannya Harry jarang tertidur dengan lelap dalam Malam. Harry akan terus terjaga saat malam. Mimpinya itu bagai sebuah tamparan dalam hidupnya.
YOU ARE READING
COCKROACH
Science FictionJangan di skip cerita ini, mungkin sebagian dari kalian akan bergidik ngeri membayangkan hewan satu ini. Atur nafas kalian. ... Joe menyukai Earlyta. Tapi bagaimana dengan Earlyta? Akankah dirinya sama mencintai Joe? ... Jangan Copy Cerita ini, sun...
