Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

1

18 0 0
                                        

Gadis berparas cantik dan tinggi sedang asik makan di kantin sendiri.
Bagaimana tidak? Ia adalah satu-satunya murid berandalan disekolah. Bahkan ia tak segan marah kepada guru killer sekali pun. Alhasil,ia pun dikenai hukuman membersihkan toilet. Hal itu Sudah rutinitas sehari hari baginya.

Ia memang cantik,namun sayangnya dia sangat tomboy dan sangatlah bersifat seperti laki-laki. Tapi dia sangatlah polos dalam hal-hal menyangkut perasaan.

"Lama banget sih gila bel istirahat. Sendirian kan gue jadinya" gadis itu menggerutu sembari melihat jam tangan yang melingkar ditangan indahnya itu.

"Masuk kelas aja ah"

Ia pun melangkahkan ke kelasnya. Tanpa ba-bi-bu ia mengetuk pintu kelas dan masuk dengan enaknya tanpa merasa nerdosa sama sekali. Itulah dia,si berandal cantik.

"Siapa suruh kamu masuk?!" Omelan ini bahkan santapannya setiap hari.

"Yaelah Bu. Saya bosen kali nunggu di kantin sendiri. Masa saya harus nunggu sama mba-mba kantin? Kan aneh Bu." Jawab gadis itu tanpa merasa berdosa.

"Terserah kamu Olivia! Saya sudah capek urus kamu. Perempuan tapi kayak laki-laki. Mau jadi apa kamu nanti?"

Olivia yang ditanya hanya tersenyum lalu menjawab "Jadi apa aja jadi saya Bu. Asal jangan jadi gelandangan hehe" ia pun terkekeh diakhir kalimat. Bu Lisa yang memarahinya pun hanya bisa diam menanggapi muridnya yang satu ini. Bahkan semua guru dan karyawan sekolah ini sudah tau sifat Olivia. Memarahinya? Maka kau akan dibuat diam tak berkutik. Tapi dia sangatlah menghormati Pak Jupri,yang tak laim adalah tukang bersih-bersih disekolah ini. Menurutnya Pak Jupri memang layak dihormati karena ia memang baik dan sabar,apalagi terhadap Olivia yang setiap harinya selalu saja terlambat sekolah dan membuat ulah.

"Lo kenapa lagi sih Liv?" Kini teman dekatnya mulai bertanya ya jarak tpat duduk mereka dibilang cukup dekat.
"Kayak gatau aja. Ya telat lah." Ucap Oliv dengan bangga dan cengiran yang menghias diwajahnya.

"Dasar bego! Telat mulu sih lo"

"Gapapa lah sekali kali Nug" ia pun langsung mengeluarkan pena dan satu buku tulis. Hanya itu yang ia punya,buku cetak? Hmm masih ada dirumahnya. Tersimpan rapih dalam gudang. Ia tak pernah belajar tapi hebatnya otaknya sangatlah cair seperti es yang didekatkan dengan rapi.

"Sekali kali? Hampir tiap hari bahkan liv lu telat. Ck ck ck" Nugie hanya bisa menggelengkan kepala dan langsung memperhatikan guru.

Walau Oliv membawa buku tetap saja,
Buku dan pena itu tak ia sentuh sama sekali. Sungguh,gadis aneh.

----------------------------------------------------

WELCOME TO MY SECOND STORY!

GUA MAU BIKIN STORY INI ADA DIRTY DIRTY GITU HEHE:3
BODOAMAT LAH YA YANG PERFECT BELUM GUA LANJUT. MAKANYA VOTE JANGAN CUMA DIBACA,OKE?

DON'T FORGET TO VOMMENT GENGS.

OliviaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora