CHAPTER 1

171 17 0
                                        

"Apa? Meneruskan perusahaan mu, kau bilang? Tidak, tidak. Aku tidak mau!"

"Kau anak ku satu-satunya, Alexandra Eve Reckle!"

"Aku bilang tidak!!" Aku menaikan suara ku 1 oktaf.

Fuck! Aku tidak mau meneruskan perusahaan milik dad. Aku tidak akan pernah mau. Dad dan mom selalu saja memaksa ku untuk meneruskan perusahaan mereka. Ah! Aku belum siap. Aku masih nyaman dengan hidup ku yang suka berhura-hura, menghamburkan uang ku, dan membeli sesuatu yang tidak bermanfaat. Kalau kalian bilang aku anak yang tidak tahu diri dan kurang ajar, kalian benar. Aku tidak bisa mengkontrol hidup ku layaknya wanita-wanita murah hati diluar sana. Aku tidak melanjutkan sekolah ku karena aku tidak bisa berfikir panjang untuk masa depan ku.

Aku keluar dari kantor dad. Aku bergegas menuju parkiran dan langsung mengendarai mobil ku menjauh dari gedung sialan itu. Pulang kerumah bukan lah hal yang baik, pasti mom akan merayuku hal yang serupa dengan dad. Aku membanting stir, dan menuju bar yang berada di tengah kota New York.

Sesampai nya aku di bar, aku langsung menuju mini bar yang ada disana dan menempatkan bokongku diatas meja bar.

"Tumben sekali kau kesini." Ucap salah satu bartender yang aku ketahui namanya adalah Benjamin, atau orang-orang sering memanggil nya Ben.

"Kau pasti sudah tau masalahku, Ben." Ucap ku sambil memijat tengkukku pelan.

"Kau mau apa? Vodka?" Tawar Ben kepada ku.

"Tidak, aku tidak ingin mabuk malam ini." Ucap ku menolak tawarannya. Walaupun aku sedang banyak pikiran, tapi mabuk bukan lah jalan keluar dari semua ini.

"Oh, ayolah, Alex. Kali ini aku yang traktir. Bagaimana?"

"Baiklah."

"Dasar kau! Selalu mau gratis-an saja." Canda Ben kepada ku, aku hanya terkekeh pelan.

Aku tidak tahu cara mengurus perusahaan, aku tidak tahu masa depan ku, aku tidak tahu semua pemikiran orang-orang di muka bumi ini. Berfikir lah, Alex!

Ah ya! Aku memiliki satu akal yang tidak tahu benar atau salah jika aku melakukan ini. Tapi jika aku pikir, tidak ada salah nya.

"Hey, Alex! Ini minumlah." Ucap Ben menyodorkan segelas vodka ke arah ku.

"Thanks." Ucap ku sambil menaikan ujung bibir ku keatas. Aku meneguk cairan yang ada di gelas ini sampai habis tidak tersisa.

"Kau mau lagi?" Tawar Ben lagi kepadaku.

"Aku mengendarai mobil ku sendiri, bodoh!"

Aku berdiri lalu berjalan menuju toilet dan menatap diriku di kaca. Itukah diriku? Diriku benar-benar hancur. Aku tidak tahu apakah mom dan dad malu atau tidak memiliki anak sepertiku. Aku anak satu-satunya, aku tahu pasti mom dan dad menaruh harapan lebih kepadaku, tapi aku tetaplah seorang gadis bernama Alexandra Eve Reckle, aku tidak bisa mengubah hidup ku begitu saja. Aku tidak bisa hidup seperti ini, aku butuh diriku sendiri sekarang. Aku ingin menyendiri, tidak ada orang, melakukan apapun yang aku mau, dan tidak ada ocehan. Ya aku tau.

Aku langsung mencuci muka ku dengan sedikit air, lalu keluar dari toilet ini.

"Thanks, Ben." Ucap ku sedikit berteriak lalu meninggalkan club ini.

Aku langsung mengendarai mobil ku menjauh dari tempat dusta itu. Aku menyusuri kota yang tidak pernah tidur ini, dan melihat orang-orang yang berlalu lalang melalui jendela mobil ku ketika aku terhenti akibat lampu lalu lintas yang menunjukan warna merah.

Tidak membutuhkan waktu lama, aku sudah memasuki perkarangan rumah ku. Aku memakirkan mobil ku di garasi lalu merangkak turun dari mobil ku ini. Aku membuka pintu rumah lalu menutup nya perlahan. Ini sudah tengah malam, pasti mom dan dad tidak tahu aku sudah pulang. Agar tidak membuat keributan, aku jalan mengendap-endap menuju tangga. Ah! Syukurlah tidak ada orang. Aku langsung menaiki tangga rumah ku menuju kamar ku.

"Kau dari mana saja, Alex?" Belum sempat aku menaiki anak tangga kedua, tiba-tiba seorang wanita paruh baya menampakan diri nya di ujung tangga sana.

"Kau pasti sudah tau, mom. Selamat malam." Ucap ku lalu berlari melewati mom dan langsung memasuki kamar ku. Mungkin ini terakhir kali aku mengucapkan 'selamat malam' kepada mom sebelum aku pergi.

_______

[10+++ votes for chapter 2]

Bodyguard [H.S]Stories to obsess over. Discover now