Part 1

343 4 0
                                        

Hawlo..
Terimakasih buat yang masih setia baca sampai cerita yang kedua ini ya.
Jangan lupa kasi komen di bawah buat kesan atau kritiknya ya. よろしくお願いします ^o^

Saat mengalami kebuntuan atas pilihan yang kamu ambil, setiap orang pasti berkata, "Ah, seandainya waktu bisa di putar.." "Ah, coba aja kalo dulu aku pilih dia..." selalu kata "Seandainya"

Wanita itu, wanita yang umurnya sudah tidak muda lagi itu, setiap hari bekerja dari pagi hingga malam demi keluarganya, demi satu-satunya harapan yang ia miliki.
Tak pernah sekalipun ia memperlihatkan kelelahan setelah seharian bekerja.
Namanya, Ranti. Ibu dari seorang anak gadis, yang kini sudah duduk di bangku kuliah bernama Senja.
Ranti membesarkan Senja sendirian sejak dia masih dalam kandungan.
Sendirian.

"Ma, aku besok minta uang ya.."
"Buat apa nak?"
"Buat acara amal di kampus. Bisa ma?"
"Kamu butuh berapa?"
"Emm.. Lima ratus ribu ma."

Ranti sontak berhenti menyiapkan makan malam mereka. Dia menghela nafas perlahan.
Senja adalah anak yang pandai, sehingga ia bisa masuk di perguruan tinggi negri yang terkenal mewah.

"Hm, harus besok nak?"
"Iya, soalnya temen-temenku semuanya ngumpulin uangnya besok ma."

Ranti hanya terdiam.

"Kalo nggak ada, yaudah!"

Ujar Senja, lalu meninggalkan meja makan dan masuk ke kamarnya.

Ranti hanya bisa mengelus dada, memang mereka bukanlah keluarga yang amat kekurangan. Sehari-hari, Ranti bekerja di sebuah bank swasta. Gajinya memang besar, namun hampir setara dengan biaya sekolah Senja yang selangit, belum lagi ia juga harus memikirkan bayar kontrakan rumah yang sudah harus dibayar di depan mata, dan kebutuhan lain.

Ranti duduk di salah satu kursi, ia memijat-mijat pelipisnya sambil berpikir. Ia ingin membuat anaknya bahagia, terlebih lagi, anaknya ingin membantu orang lain.
Ranti berjalan ke kamarnya, lalu mengambil 5 lembar uang seratus ribu untuk diberikan kepada Senja, yang tengah merajuk.

Tok tok tok
"Senja..."

Panggil Ranti lembut saat masuk ke kamar anaknya.
Senja tampak acuh tak acuh dengan kedatangan ibunya, ia malah sibuk dengan gadgetnya.
Ranti duduk di sebelah anaknya itu.

"Ini, buat acara amal kampusmu."

Ujar Ranti sembari memberikan sebuah amplop berisi uang kepada anaknya.
Wajah Senja langsung berubah, penuh dengan senyum. Ia menerima amplop tersebut, lalu memeluk ibunya dengan erat.

"Makasih ya ma..."

Ranti mengangguk, dan menyambut hangat pelukan anaknya itu.

"Mungkin, besok aku harus meminjam uang lagi di kantor. Itu adalah uang terakhir yang aku miliki" batin Ranti.

Bila.. Stories to obsess over. Discover now