Halaman 1
Pagi yang cerah, suara gemericik yang dibawa oleh air yg turun dari langit menambah sendu suasana. aku pun bergegas untuk pergi ke Sekolah, kali itu aku ingat aku ada syuting film yang belum terselesaikan untuk tugas sosiologi.
"Rain tunggu" suara yang tak asing lagi ku dengar, yaa dia sahabatku yang bernama kholis.
"Jadikan nanti sore aku tunggu disekolah?" aku pun hanya terdiam dan menganggukan kepala.
Dia tidak mengetahui kalo aku sedang ada masalah, yang aku tunjukan hanya fake smile di hari itu.
Ting.. tong.. ting.. tong..
(bel pulang)
Saat itu aku bergegas menuju masjid dikampus sekolah tak jauh dari tempat aku melepas sepatu, ada siswa yang menemuiku dia duduk disampingku dan sama tujuannya untuk melakukan shalat Dzuhur. Dia adalah teman yang tak asing lagi ku lihat wajahnya, dia adalah tetangga kelasku dia bernama faisal yang kerap ku sapa fani.
"Haii mau dzuhur juga" suara yang sangat merdu ku dengar.
"Hmm iya nih, kamu mau shalat juga?" balik ku menanyakan.
"Iya bareng yuk" ajakan dia seraya menatap wajahku.
Senangnya hatiku saat itu karena aku tak sendirian dimasjid.
aku menjawab" boleh boleh, sebentar aku ambil air wudhu dulu".
"Allhamdulillah tenang udah shalat" aku mengucapkan sambil memasang sepatu dikaki kananku.
Saatku menuju lapangan, tiba-tiba dia berlari mengejar dan memanggilku.
"Kenapa ko lari gitu ada yang ketinggalan ya" aku menanyakan dengan suara agak serak.
Fani menjawab" eh nggak ko akh itu mah perasaanmu aja kali" sambil bermuka datar.
"Oh iya ko belum pulang tumben banget" mengalihkan pertanyaan yang aku ajukan tadi. " lah dirimu kenapa belum pulang?" Aku menanyakan balik.
Fani menjawab " Ada kumpulan biasa"
"Ohh" jawab ku singkat
" ada syuting film buat tugas sosiologi nih" lanjut menjawab pertanyaan tadi.
"Hmm sama siapa aja kelompoknya?" Tanya fani
Aku menyebutkan satu persatu kelompok ku" aku, ka kholis, syifa, nava, uma, hana dan ka amin"
"Oke hati-hati ya mendung nih ntar kehujanan loh" Ucap fani
aku menjawab dengan lembut
"Iya fan, kamu juga ya hati ntar kehujanan juga loh" jawabku sembari mencubit lengan kirinya.
*berpisah di tempat yang berbeda
Huft siang menjelang sore, kholis memanggil dan kita pun segera memulai syuting film di belakang kelas.
"Ehh ka, ada peran aku ngga?
Ngga ada nih kamu mau kemana? Tanya kholis
Perutku sakit nih, kayanya asam lambung naik deh.
Ya udah istirahat sana minum obat. Suruhan kholis
Sip aku tinggal ya, kalo cari aku, aku ada di depan kelas IPA 1 (yang sekarang X1)."
Saat itu hujan turun dengan amat deras, sampai membasahi sebagian dari pakaianku.
"Khem" suara yang sama yang ku dengar waktu dzuhur. Hehe itu suara fani :)
Aku menoleh ke belakang dan kaget bukan main " Aaa..(teriak ku yang tak kencang).
"Ya ampun kamu basah kuyup mau pake jaketku nanti masuk angin" Tawaran yang amat konyol melihat fani sama basahnya denganku.
aku tertawa " Hahaha makasih tawarannya, tapi apakah jaketmu akan menghangatkanku, sedangkan aku lihat kamu sama basahnya denganku :∆ "
Dia tersenyum sambil berkata " ya sudah biar sama kita hujan hujanan aja ;) "
aku dan fani pun duduk didepan pohon seraya ditemani derasnya hujan yang mengguyur kita. :)
Ketika syuting usai, aku dipanggil oleh kholis seraya menawarkan" mau pulang sama aku? Kamu basah kuyup kalo nunggu mobil ga akan dapet lagian ini jam udah sore banget"
aku menjawab dengan singkat "iya ka".
Hari itu adalah hari dimana aku mengenal hujan bersama dirinya, menari, bercanda, bertukar cerita, dan berjanji untuk saling mengingat ketika hujan"
Sebagian ceritaku tentang hujan dan akan ku teruskan kembali.
Sekian.
By: Diya muti nuryana
