Genrenya agak horor ya..hehe
Cast :
(Michelle Christo Kusnadi ,Cindy Yuvia,Elaine Hartanto)
Michelle POV
Yang kurasakan hampa,sepi,dan menyebalkan. Aku tidak mempunyai teman di sekolahku,aku tidak tau mengapa mereka membenciku,mungkin karena aku berbeda.
"Awas....." teriakku ketika melihat temanku yang bernama Nadila menabrak seorang anak kecil di lapangan basket.
"Ada apa Michelle...tidak ada apa-apa?" kata Nadila. Aku tersengal,nafasku pendek-pendek,sejak saat itu aku sadar bahwa aku berbeda dari teman-temanku.
Tapi...kenapa yang kulihat hanya gadis itu saja,aku bingung dan semakin bingung.
Author POV
Michelle melamun sepanjang pelajaran Fisika,apalagi ia duduk di paling pojok dekat jendela,tidak merasa di perhatikan ia lebih memilih menengok ke luar jendela,melihat anak-anak kelas XI berolah raga.
"Miss Veranda,boleh aku ke toilet" kata Michelle kepada gurunya,Miss Veranda mengangguk.
Michelle sudah terbiasa dengan kesendirian,berjalan gontai ke kamar mandi,ia hanya mencuci tangan dan wajahnya di wastafel menatap pantulan wajahnya di cermin.
"Andaikan...aku punya sayap ku kan terbang jauh
Mengelilingi angkasa..."
Michelle kaget bukan main,suara anak kecil sedang bernyanyi dengan nada yang memilukan,dari toilet nomor 3...Michelle mencoba mendekat dengan membuka pintu yang setengah tertutup itu(?),kaget...tidak ada orang yang ada hanya keran air yang terbuka,airnya melimpah karena terlalu penuh.
Michelle berlari ke kelas,wajahnya pucat. Michelle mendobrak pintu kelas,seisi kelas terkejut.
"Ada apa Michelle?" tanya Miss Veranda.
Michelle menggeleng,kembali ke bangkunya. Ia mengatur nafasnya,tenang Michelle..tenang...ucapnya dalam hati.
...
Michelle menangis,tadi saat jam istirahat habis-habisan ia dicerca dan dimaki. Tidak tahan dengan perlakuan teman-temannya,ia berlari ke kamar mandi lagi,tanpa rasa takut gadis itu masuk ke toilet nomor 3.
"Satu..satu...daun-daun berguguran tinggalkan tangkainya
Satu...satu...burung kecil berterbangan tinggalkan sarangnya
Jauh...jauh...tinggi ke langit yang biru"
Nyanyian itu lagi,untuk kedua kalinya Michelle mendengar suara nyanyian pilu itu.
"Jangan takut...." Michelle dikagetkan oleh sesosok gadis yang datang tiba-tiba dari sudut ruangan sempit itu,gadis kecil bergaya rambut twintail dengan wajah penuh luka,tatapannya kosong,menatap Michelle.
"Siapa kamu?" tanya Michelle.
"Aku temanmu" jawab gadis itu.
Michelle ketakutan,bagaimana pun juga sosok dihadapannya itu menyeramkan,Michelle ingin berteriak namun suaranya seakan tertahan.
"Ayo nyanyi dan main sama aku"
Michelle menggeleng.
"Ayo...nyanyi dan main sama aku.."
Michelle menggeleng sambil menangis,air matanya berjatuhan,ia membuka pintu toilet,keluar dari sana,dan hanya bisa terduduk di lantai.
"Michelle...." Elaine yang saat itu sedang mencuci tangannya di wastafel terkejut.
Michelle menghapus air matanya,lalu berlari ke kelas dengan sekuat tenaga.
"Kenapa dia?" tanya Chika kepada Elaine.Elaine mengangkat bahu "mungkin dia lihat hantu" jawaban Elaine membuat Chika memeluk lengan Elaine.
"Ihhh..Elaine angan gitu ah" kata Chika yang membuat Elaine tertawa,lalu pergi dari sana. Mereka tidak sadar ada gadis kecil yang menatap mereka dengan tatapan kosong.
Lalu dia bernyanyi lagi.
...
"Kamu tadi kenapa sih?" Elaine menghampiri Michelle,Michelle menggeleng cepat,ia menunduk.
"Apa ada yang mengganggumu?" tanya Elaine.
Michelle tidak menjawab,masih terus menunduk. Michelle terdiam selama puluhan detik.
"Michelle..." panggil Elaine. Ia menyentuh bahu Michelle.
Michelle mengangkat wajahnya,alangkah terkejutnya Elaine,tatapan Michelle kosong...apakah...?
"Michelle sedang main sama aku" kata Michelle.
Michelle kenapa?
Elaine menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Tinggalkan kami,Michelle sedang main denganku"
Elaine menghela nafas,lalu berkata dengan tegas.
"Siapa kamu?" tanya Elaine.
Kelas saat itu hening dengan kejadian itu,mereka berbisik-bisik,Michelle kesurupan itu yang ada di benak mereka.
"Ayo jawab..jangan pengecut,kenapa kamu mengganggu temanku" kata Elaine.
Michelle (yg didalamnya ada makhluk) menatap Elaine dengan tatapan tajam.
"Kenapa aku gak boleh main sama adikku?"
Seluruh kelas terperangah,bahkan ada yang pingsan. Elaine terkejut.
"Kalau kau ingin usut ceritanya,sore ini datanglah ke rumah Michelle dan temui Michelle dan ibunya"
Elaine terdiam,dan detik itu juga Michelle pingsan.
...
Elaine POV
Aku sebenarnya sejak dulu mellihat ada aura negatif di tubuh Michelle,seperti ada yang ingin mengambil atau membawa tubuhnya ke suatu tempat.
Aku Elaine Hartanto,aku bisa berinteraksi dengan makhluk tak kasat mata,sejak kecil aku bisa berinteraksi dengan mereka,makanya aku tidak merasa takut seperti Michelle mungkin Michelle baru pertama kali melihatnya.
Aku mencari data Michelle di ruang TU lalu sorenya aku menuju rumahnya.
"Michelle ada tante?" sapaku kepada ibu Michelle.
"Michelle sedang pergi" jawab ibunya.
"Boleh aku masuk dan bicara sebentar"
Ibunya Michelle mengangguk dan mempersilahkan ku masuk.
"Tante boleh aku tanya,apakah Michelle punya kakak perempuan?" tanyaku pelan-pelan.
Tante Kusnadi,ibu Michelle tampak terkejut.
"Michelle tidak mengetahui hal ini" kata Tante Kusnadi dengan wajah sedih.
"Jadi...Michelle punya kakak perempuan?"
"Kakaknya Michelle yang bernama Yuvia,meninggal 2 tahun sebelum Michelle lahir,ia meninggal di sekolah karena dibully oleh teman-temannya,ia dikunci di kamar mandi,Yuvia memiliki riwayat asma dan asma itu kambuh ketika...." Tante Kusnadi tidak dapat melanjutkan kata-kata. Aku mengerti sekarang,tetapi kenapa Michelle tidak boleh tau hal ini?
"Tante..apa dulu kakaknya bersekolah di sekolah kami?" tanyaku.
Tante Kusnadi mengangguk sambil menyeka air matanya.
"Lalu...dimana Michelle?" tanyaku.
"Gadis itu pamit ingin ke sekolah" jawab Tante Kusnadi.
Aku langsung merasakan hal negatif lagi,Michelle dalam bahaya....
Author POV
Elaine mengayuh sepedanya dengan kencang,menuju ke sekolah,ia tidak mengatakan hal ini kepada Tante Kusnadi,ia hanya bilang bahwa ini tugas dari BP untuk mencari tau apakah benar Michelle punya kakak.
Michelle justru sekarang sedang dalam keadaan yang sangat membahayakan,kepalanya tertelungkup di bak mandi yg berisi air itu,seperti ada seseorang yang memaksanya untuk masuk ke air. Apalagi keran air itu terbuka.
"Yuvia...jangannnn!!!" Elaine mendobrak pintu.
Michelle berhasil mengangkat kepalanya,nafasnya tersengal.
"Yuvia...jangan sakiti adikmu..." mohon Elaine.
Michelle mengatur nafasnya.
"Elaine....ka-kamu dari ma-mana?" Tanya Michelle.
"Yuvia,aku mohon jangan sakiti adikmu" kata Elaine sambil memeluk Michelle. Mereka berdua bisa melihat sosok Yuvia.
"Dia kakakmu" bisik Elaine kepada Michelle.
"Dia meninggal di usia seperti kita" kata Elaine.
Yuvia tersenyum di balik wajah seramnya.
"Terima kasih,sekarang aku bisa tidur dengan tenang" kata Yuvia.
"Aku tidak bisa tenang jika adikku tidak diberitau kalau aku kakakknya yang sendirian meregang nyawa di kamar mandi ini,dan sekarang ia telah mengetahuinya,terimakasih Elaine". Dan kemudian Yuvia menghilang disertai air keran yang berhenti tiba-tiba.
Elaine dan Michelle berpelukan.
....
"Kenapa mama tidak ngasih tau Michelle?" tanya Michelle kepada ibunya saat diajak ke pemakaman,di nisan tertulis nama kakaknya. Meninggal di tahun 1997,dua tahun sebelum Michelle lahir. Meninggal di usia 17 tahun.
"Mama gak mau kamu sedih,karena kakakmu meninggal dengan cara yang tidak wajar"
Michelle menghela nafas,lalu mencium nisan itu.
Dari kejauhan Cindy Yuvia memandang mereka,lalu tersenyum,wajah itu tidak lagi menyeramkan,tetapi sangat cantik dan manis,lalu Cindy Yuvia berjalan menuju gerbang sejuta warna.
Selesai.....
VOUS LISEZ
Dunia JKT48
FanfictionKumpulan one shoot story JKT48 Maaf kalo ceritanya banyak yg absurd,sesuai imajinasi saya
