"Ayah~...",Ucapku sambil menarik baju ayah.
"Ada apa?,apa Han lelah?,mau di gendong?.",Tanya ayah kepadaku.
Setelah menganggukan kepala tanda setuju,ayah mulai menggendongku dalam pelukannya.
"Hansa,ayah akan pergi sebentar,tidak papa kan kalau sementara kau tinggal bersama kenalan ayah?.",Ucapnya lembut.
"Tidak ayah~,Hansa hanya ingin bersama ayah,jika ayah pergi Hansa harus ikut.",Tolakku dengan sedikit merengek.
"Ayah akan kembali di malam ke-100 sejak perpisahan kita,jadi tunggulah sampai saat itu.",Jelasnya sambil memelukku sedikit erat.
Karena pelukan ayah sangat hangat saat itu aku langsung merasa nyaman dan tertidur dalam pelukannya.
"Ayah,jangan....pergi-.",Ucapku untuk terakhir kalinya sebelum aku benar-benar tertidur.
***
3 tahun kemudian...
Ayah.....kau dimana?,sesuai perintahmu aku menunggumu di malam ke-100,tapi kau tidak menemuiku sesuai kata-katamu.
Apa itu artinya kau membenciku?
Atau seratus malam adalah waktu yang kau butuhkan untuk bisa melupakanku?
Apa salahku ayah?
Semua pertanyaan itu terus saja menggangguku karena semua pertanyaan itu tidak ada yang bisa kujawab satupun.
Sudah tiga tahun berlalu,tapi sampai sekarang aku terus menunggu Ayah dan berharap Ayah akan menjemputku sambil berkata....
"Hansa,ayo kita pulang....
Next>
