Pagi yang cerah, matahari bersinar indah, burung-burung bersiul ria dan para peri terbang kesana-kemari.
Senang rasanya bisa melihat keindahan dunia ini.
"Saatnya pergi Selena."
"Baik bu.."
Ya, dia ibuku. Tepatnya ratu di negeri Shamberwijk, negeri tempatku dan para peri bersayap tinggal.
Tapi, malang bagiku. Aku tidak memiliki sayap seperti peri lainnya. Dan sebab itulah aku berada di sini dengan perasaan yang campur aduk.
"Ayo Selena, kita harus cepat. Portalmu tidak akan menunggu lama" Ajaknya lagi.
Aku mengikuti ibuku yang berjalan agak cepat di depan.
Setelah sampai, kulihat portal yang sangat besar sekali dan berwarna biru laut.
Wow... Apakah portal menuju Amberlstwink sebesar itu?
"Bu.. Apakah aku harus pergi ke negeri Amberlstwink?" Lirihku.
"Oh sayang... Aku tahu kau tidak ingin kesana, tapi aku tidak tahan jika kau terus dihina oleh semua peri lain disini."
"Ya sayang, negeri itu tidak terlalu buruk untukmu. Itu adalah negeri yang indah dan dipenuhi oleh peri tanpa sayap sepertimu, jadi kau tidak perlu lagi merasa malu dan dihina lagi" Timpal ayah.
"Baiklah, aku akan pergi."
Aku pun melangkahkan kakiku menuju portal yang biru besar itu.
Setelah sampai, aku membalik badanku dan tersenyum kepada orangtuaku lalu membalikkan badan lagi untuk meneruskan perjalanan.
Dan, yang terakhir kuingat adalah portal yang tertutup dan semuanya menjadi gelap...
CZYTASZ
Selenia the fairy
FantasySelenia, peri yang digunjing para peri lainnya karena dialah satu-satunya peri yang tidak memiliki sayap. Terlebih lagi, dia adalah anak dari raja dan ratu di negeri Shamberwijk yang hampir semua rakyatnya memiliki sayap. Selenia pun diasingkan ke...
