"Can't Believe"

13 5 0
                                        

[Fanfic Req By Faris]
"Can't Believe"
Story by Chodella
Horror || Romance || Hurt
Oneshot - PG15
Min Yoongi || You

.

Libur panjang telah tiba, namun seorang gadis menyebutnya sebagai penghalang. Pasalnya, Yoongi kekasihnya akan melakukan tour bersama seluruh keluarganya. Jadi, selama liburan ini sungguh dirinya dan Yoongi akan melakukan hubungan jarak jauh. Kendati demikian, mereka masih melakukan komunikasi dengan baik. Setiap waktu bahkan-rasanya gadis itu tak mampu menahan rasa rindunya terlebih lama.
Saat itu (you) tidak lagi mendapat kabar dari Yoongi. Mungkin selama tiga hari berturut-turut, Yoongi tak menghubunginya. Gadis itu kalang kabut, seiring pikiran negatif mulai mengerubuni otaknya.

"Sialan Min Yoongi, apa kau berhasil menemukan penggantiku? Apa kau mencoba menghilang dariku? Atau kau-"

Kring-

Saat itu, sebuah pesan masuk tidak diketahui pengirimnya. Namun tersimpan raut bahagia dalam wajah (you) kala dibagian bawah pesan tersebut tertera nama Min Yoongi. Setelah membaca pesan singkat yang cukup menaburkan benih kebahagian tersendiri, ia lekas berhambur mendekat-bertatap muka dengan benda kotak, lalu menyalakannya dan mulai mengutak-atik sebuah mouse.
Beberapa detik kemudian, muncul sebuah panggilan video. Gadis itu tersenyum girang seraya mengangkat panggilannya.

"Yoongi-a!!!" teriakknya yang cukup memekikkan. Pemuda Min itu tertawa kecil.

"(you) Annyeong!" sapanya lalu mengibaskan sebelah lengannya,

"Yoongi-a aku marah!" gadis itu memasang raut wajah sedemikian rupa. Bukannya meminta maaf, Yoongi tertawa keras.

"Yakkk! Apa yang kau tertawakan?!" sekilas gadis itu terdiam, memandang gelak tawa dengan raut sempurna sang kekasih. Mata sipitnya yang tajam, rambut orange yang tak beratur, lelaki itu sungguh mempesona. Namun terselip keanehan yang dirasa (you).

"Kau sakit? Wajahmu pucat." tanyanya khawatir,

"Jelas aku sakit karena aku merindukanmu," Yoongi tersenyum hangat lalu jemarinya menyentuh kamera-membayangkan jika ia tengah mengusap pipi sang gadis.

(You) tersenyum, rasa kerinduannya terbayarkan dengan melihat Yoongi seperti itu.

"Apa yang kau lakukan?"

"Mencoba menyentuh wajah dan rambutmu," jawabnya,

(you) terhentak, memandang sang kekasih dengan raut kebingungan. Yoongi memang jauh darinya, tapi kenapa seolah jemari Yoongi tengah beradu sentuh dengan pipi miliknya.

"Kau tidak tidur?" sang gadis bertanya, alih-alih mencoba mengusir hawa yang terasa cukup mencekam.

"Aniya, kau mengantuk?" tanyanya kembali, yang dijawab anggukan kecil oleh (you)

"Tidurlah, jangan matikan sambungannya. Aku akan menemanimu hingga tertidur."

"Tidak, aku juga ingin menenamimu disini." Enggan untuk tertidur karena ia takut Yoongi akan menghilang kembali.

"Mau ku nyanyikan sebuah lagu?" tawarnya, (You) mengangguk mantap.

"Baiklah," Yoongi mendeham pelan, lalu mulai bernyanyi untuk kekasihnya

♪▪♪▪♪▪
Amugeotdo saenggak hajima
Neon amumaldo keonaejidoma, ayo-oh
Geunyang naege useo jwo
Yeah

Nan ajikdo midgijiga anha
Imodeunge da kkumin geot gata
Ayo-oh, sarajiryeo hajima
Yeah

Gadis itu tersenyum kecil, dengan kedua mata yang telah tertutup rapat. Ia tertidur karena nyanyian Yoongi. Kendati suara Yoongi yang sering dianggap lucu saat bernyanyi, gadis itu selalu tertawa. Namun sekarang, nyanyian Yoongi terdengar begitu merdu-hingga membuatnya tertidur.

-

Ddrtt drrtttt-

Ddrttt drrtt-

(You) terhentak kala ponsel miliknya begetar hebat diatas meja. Tanpa mengubah posisinya, jemari (you) bergerak kecil meraih ponsel.
Satu pesan masuk yang membuatnya terperanjat dari posisi nyaman. Seketika matanya membulat, raut sedih bercampur tak percaya akan untaian kalimat yang tak terduga.

From : Bibi Arin
Kumohon jangan bertindak apapun yang bisa melukai dirimu sendiri. Aku ingin memberitahu mu, tapi kau harus berjanji padaku-saat aku menemuimu kau harus sehat, tanpa terluka sedikitpun.
Yoongi, dan seluruh keluarganya tewas. Sudah tiga hari lamanya pesawat yang mereka tumpangi hilang. Dan kemarin, baru saja bibi mendapatkan telepon dari neneknya yang berada di California. Jika mereka, telah meninggal. Kumohon, kau diam disitu, aku akan menceritakannya.

Ribuan peluru tajam bak menghujami jantungnya, linangan likuid hangat menyerbu permukaan pipinya. Gadis itu tak percaya, ia sendiri telah mendapatkan panggilan video dari Yoongi semalam. Lantas, mungkin yang diketahui bibi Arin salah.
Omong-omong soal panggilan, (you) sering merekamnya. Terutama panggilan video bersama Yoongi, ia tahu jika Yoongi tengah sibuk disana. File rekaman tersimpan rapi, dan ia akan membukanya jika rasa rindu (you) tak mampu untuk ditampung lagi.
(You) berhambur terduduk di depan layar laptop, mencoba membuka file rekaman malam tadi saat Yoongi meneleponnya. Jemarinya lihai, menekan kesana kemari mencari file yang ia maksud. Dengan segera, ia membuka file bertuliskan tanggal dan hari kemarin.

Klik-

Gadis itu menutup mulutnya, tak menghiraukan mata sembabnya yang mulai mencurahkan likuid bening. Lantas mengapa?
Ia tak mendapati Yoongi ada disana, (you) hanya bisa melihat dirinya berbicara sendiri.
Tak dapat dipercaya, wajah pucat Yoongi yang semalam ia temui. Cukup menyesakkan hatinya.

"Mungkin kah kau kedinginan disana Yoongi-a?" isaknya lalu tertunduk lemas menatap kedua lengannya.

Klik-

Klikk-

(You) mematung, mentajamkan pendengarannya kala ia menangkap suara aneh. Kepalanya terangkat menatap layar laptop miliknya.

"Aku selalu disini, mengawasimu."

Satu kalimat memenuhi layar laptopnya, gadis itu terdiam, menatap kosong segaris tulisan merah dilayar.

Srett-

Tanpa berpikir panjang, lengannya meraih sebuah cutter. Digores lengannya tepat diatas urat nadi miliknya. Gadis itu tersenyum hambar, berulang kali melakukan hal yang sama pada kedua lengannya.

"Aku akan menyusulmu, bagaimanapun caranya."
Semakin lama, carian merah akhirnya terbendung dibawah pijakan kakinya, diatas lantai dingin.
Gadis itu terjatuh dari kursinya, terkulai lemah seiring deru nafas tak lagi dirasakannya-dengan lengan yang sudah tak berbentuk lagi.
Ruangan tersebut menjadi saksi bisu atas meninggalnya (you).

Fin-

"Can't Believe"Stories to obsess over. Discover now