"Kring.. kring.. kring.. kring.."
Alarm handphone telah melintas di telinga.
Atmosfer pagi ini tak seperti biasanya.Jendela kamarku mengembun karena keganasan cuaca di pagi itu.Tatapan kosong mataku tertuju ke arah luar jendela,entah yang apa aku cari.Matahari pun belum menampakan senyumnya.
Di tengah lamunan,sejenak aku mengangkat jari jari kecilku untuk menggores setiap embun di jendela kamarku.Hari ini memang masih sangat pagi.
Aku sengaja bangun lebih awal,karena hari ini adalah hari dimana aku akan pertama kali masuk di bangku SMA.
Aku sangat senang dapat masuk ke sekolah yang aku dambakan ini.
Sebut saja aku Niko,usiaku baru menginjak 15 tahun kala itu.
Tadi malam aku sudah menyiapkan bekal untuk sekolahku hari ini,saat ini aku sedang akan menjalani MOS pertamaku,iya MOS masa yang paling sangat tidak enak didengar untuk siswa baru.Begitukah pikiran yang terlintas di kepala saat aku mendengar kata MOS.
"Kukuruyuk."
Suara ayam telah terlintas di telinga.
Waktu menunjukan pukul 5 pagi.
Aku pun bergegas bangkit dari ranjang menuju kamar mandi.
Seusainyai aku berangkat dan berpamitan kepada orang tuaku.
Hari ini aku akan menjemput temanku,iya temanku.Namanya Raka,dia adalah temanku sejak SMP.Dia anak yang baik bagi kehidupan sosialisasiku.
Hari ini MOS di mulai pukul 6.45 WIB.Memang sepagi itu aku harus sudah datang on time di sekolah.
Perjalanan dari rumah ke sekolah tak begitu jauh,bisa ditempuh kurang lebih 20 menit.
Tapi karena kala itu aku menghampiri temanku jadinya aku telat.Padahal ini adalah hari pertama MOS.
Detik demi detik berlalu berganti menit,motor demi motor kusapu,aku menambah kecepatan sepeda motorku.
Udara memakan tubuhku yang sedang mengendarai sepeda motor bersama Raka.
Tak kusadari jam telah menancapkan jarum tajam pada angka 6 lebih 50 menit,Aku benar benar merasa takut,detak jantungku sudah mulai tak beraturan.
Tak bisa kubayangkan kalau aku sampai di sekolah nantinya.
Sampai di sekolah perasaanku tambah tidak karuan.Urat nadiku sepertinya tambah lebar saja karena pacu detak jantungku yang berdebar dengan kencangnya ini.
Tatapan mata tajam tertuju pada diriku sesampaiku didepan gerbang bagai mata garuda yang sedang mencari korbannya,aku tidak berani menatap pemilik muka killer itu.Ejekku pada senior itu.
Beruntung bukan hanya aku dan Raka saja yang terlambat,tapi cukup banyak untuk jumlah pemain sepak bola.Pikirku dalam benak.
Disana nama kami dicatat satu persatu di buku pelanggaran.
Kami pun dimaafkan.
"Huufftt."
rasa lega menyelimuti benakku.
Kami pun di persilahkan mencari kelas kami masing masing.
"Cepat dek"
senior senior itu membentak kami dengan lantangnya sembari menggunakkan pengeras suara yang dibawa salah seorang senior kami.
"Haduhhh..iya kakak"
baru saja kasih maaf kok bentak bentak,pikirku dalam hati.
"Mungkin karena pergerakan kami yang lamban seperti siput dalam mencari kelas kami ya?"
pertanyaan itu terlintas sekejap di otakku dengan perasaan yang gelisah ini.
Beruntung aku menemukan kelasku dalam hitungan menit.
Bukan hanya itu saja aku pun bisa satu kelas dengan temanku Raka.
Hari ini memang cukup kacau untukku.
Padahal persiapanku tadi malam sudah cukup matang.pikirku.
Kelas begitu gelap,awan pun senantiasa menutupi senyuman matahari,rasa takut terlintas di benak kala ada suara sepatu menuju ke kelasku.
Ternyata itu adalah pengampu kelas kami.
Dua pengampu itu memasuki ruangan kami dengan raut muka dingin,sebut saja kak Dafa dan kak Rani.
"Hay..."
sapa salah seorang pengampu itu dengan gaya sok cool.
"Hay juga.."
sapa balik pun terucap dari bibir kecil kami.
"Silahkan kalian perkenalkan diri kalian satu per satu"
Ucap pengampu itu.
Kami pun diperkenankan mengenalkan diri kami satu per satu.
Aku sedikit tenang karena cuma perkenalan biasa seperti ini.
Menit demi menit berlalu,jam demi jam telah kami lewati.Waktu pun telah kami lewati dengan kegiatan kegiatan ringan,karena hari itu memang saat bulan ramadhan.
Waktu menunjukan pukul 2 WIB.Kami dipersilakan pulang,sebelumnya kami berdoa terlebih dahulu.
"Ditempat duduk siap grak,berdoa mulai.."
aba aba itu terlintas di telinga kami yang terucap dari kakak pengampu kami,sontak dengan respon cepat kami segera melaksanakan aba aba itu.
Hening seketika saat kami membaca doa.
"Berdoa selesai"
aba aba itu kembali terucap dari kakak pengampu itu.
Kami pun bergegas meninggalkan sekolah.
Keeseokan harinya...hmm
cerita baru saja akan dimulai ..
Jangan lupa beri vote dan komentarnya ya!!
Jangan lupa follow ,nanti aku follback :)
Tunggu cerita selanjutnya ya guys :)
