My Mate?

658 19 5
                                        

#Aira's pov

"Morning world" aku berteriak sekencang mungkin, aku senang karna ini adalah hari pertama kuliahku.

Dengan segera aku mengambil kunci mobilku dan melangkah turun untuk pamit dengan sang bunda dan papa.

Aku tidak suka memanggil seseorang dengan panggilan 'ayah', jadi jangan heran aku memanggil orang tuaku dengan bunda dan papa.

"Pagi bun, pa" sapaku seceria mungkin.

"Pagi anak kuliahan," sapa papa hangat

"Wahahaha, kamu cantik sekali nak" aku tersanjung dengan pujian mama, tapi aku tersadar bahwa senyuman mama itu senyum meledek, bukan memuji.

Oh ya, baru aku ingat dengan penampilan ku sekarang.. Rambut panjangku nan cantik ini terpaksa diikat dengan karet dapur sebanyak 50 ikatan.. Untunglah rambutku panjang, jadi tidak susah mengikatnya.. Lalu kacamataku nan bulat membuat aju terlihat seperti nerd dan dileherku tergantung nama "putri sampah" dengan nametag "regu serigala" dan kakiku terbalut kantog asoy hitam sebagai pengganti sepatu lalu menenteng kardus sebagai pengganti tas. Maklumlah, anak Ospek.

Persetan dengan penampilanku, yang pasti aku ingin 'minum' sekarang.

Baru saja ingin membuka kulkas, suara papa langsung menghentikanku.

"Aira, kamu masih ingat dengan hukumanmu kan?" suara papa terdengar menakutkan.. Padahal aku sudah membayangkan darah angsa nan segar bin manis kesukaanku itu.

"Papa.. Aira janji deh, gabakal minum darah manusia lagi.. Tapi batalin hukumannya ya pa, pleasee"

"Tidak." huf, papa memang keras kepala.

***

Ye, aku sampai digerbang aula kampus baruku! Aku berhenti sejenak, karna malas masuk sendirian.

Tatapan kagum dari para lelaki memang sudah biasa bagiku, sejak dulu aku memang jadi idola mereka. Tentu saja, karna aku memang cantik, bukannya menyombong tapi begitulah kenyataannya. Sejak dulu pasti aku selalu menjadi incaran dan idola laki-laki manapun, walaupun sudah kutolak mentah-mentah.

Seseorang menabrakku tiba-tiba.

"Maaf tak sengaja" katanya datar. Lalu saat aku membalikkan badan, ternyata dia adalah seorang laki-laki yang sangat tampan, wah.

"Iya tak apa-apa" jawabku selembut mungkin.

"Dari grup Serigala?" tanyaku saat melihat nametagnya, pria itu mengangguk.

Datar sekali.

"Kita sama. Mau masuk kedalam bersama?" tanyaku lagi dan lagi-lagi dia mengangguk.

Dingin sekali.

"Namaku Airana Letisia Selvadio, panggil saja Aira"

"Namaku Gafelo Glorinsky, panggil saja Felo"

Bahkan dia tidak melirikku sedikitpun.

***

Setelah acara kampus selesai, papa menelvonku.

"Aira, papa ada musuh dadakan. Nanti, sekitar jam 2 tolong kamu stay digerbang kampusmu dan ikuti mobil Fortuner dengat plat yang dibelakangnya huruf P. Papa dengar iya keluar dari kampusmu sekitar pukul 2 siang, ikuti dia kemanapun ya!" tiba2 papa mematikan telvon secara sepihak.

Apa-apaan ini? Hah, papa memang tidak jelas. Bodoamat dengan musuh papa, lebih baik aku pulang.

Tiba-tiba ada line masuk dari papa :

Papa ganteng : kalau kamu berhasil, hukumanmu dihapuskan.

Wah, kalau begini aku mau! Aku melirik arlojiku, sudah jam 2 kurang 3 menit, aku segera mengambil mobilku lalu stay digerbang.

Papa memang merepotkan! Tapi aku sudah tidak tahan hendak minum darah angsa.

Musuh dadakan, huh ada-ada saja papa.

Beberapa menit setelah itu, aku melihat mobil Fortuner berwarna hitam dengan huruf P dibelakangnya.

Tadi papa bilangnya mobil warna apa ya? Ah sudahlah, itu belakangnya huruf P.

Aku mengikuti mobil tersebut, sambil membayangkan darah angsa.. Ye, sebentar lagi aku akan dengan bebasnya minum darah favoritku itu.

Tiba-tiba aku merasa cemas.. Kemana mobil itu pergi? Kenapa dia malah masuk ketengah hutan yang konon kabarnya hutan terlarang itu?. Tidak ada satupun orang yang bisa selamat dihutan ini.

Aku ketakutan, takut sekali.. Oh Tuhan, bagaimana ini? Tapi sudahlah, ini semua demi darah angsaku.

Taklama, mobil itu berhenti. Didepan sebuah rumah megah layaknya istana. Itu rumahnya? Waw!
Lalu sang pemilik mobil keluar sambil menatap kearahku tajam.

Matilah aku.

#Felo's pov

Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan sedang. Mengingat saat bertemu gadis itu tadi.

Airana Letisia Selvadio, my mate?

Saat aku berkenalan dengannya tadi, Roofter(serigala yang ada didalam tubuhku) terus-terusan bilang bahwa gadis itu adalah mateku.

Aku terus memikirkannya, hingga akhirnya aku sampai dirumahku nan megah namun tersembunyi ini.

Saat turun dari mobil, aku tak sengaja melihat ada mobil berhenti beberapa jarak dibelakang mobilku.

"Ternyata ada manusia lemah yang berani mengikutiku hm?" nada suaraku terdengar mengerikan, sambil mendekat kearah mobil tersebut.

"Oh, kau gadis yang tadi? Ada apa?" ternyata dia gadis yang kata Roofter adalah mateku.

"I-iya aku aku" kenapa dia gelagapan?

"MASUK KERUMAHKU SEKARANG!" perintahku ganas sambil menunjuk rumah mewahku.

"Tidak, mungkin aku salah orang, maaf mengganggu" ia menyalakan mesin mobilnya, tapi aku takkan membiarkan dia pergi. Takkan.

"Masuk kataku!" aku membuka pintu mobilnya lalu mencekam lengannya secara paksa,

"Aww" rintih gadis itu kesakitan, tapi apa peduliku?

"Hentikan bodoh! Kenapa kau menyakiti gadismu? Dia itu istrimu dimasa depan bodoh!" Hah, mana mungkin gadis seperti ini mateku!.

"Selamat siang tuan, maaf kami belum menemukan mangsa untuk anda" kata seorang pekayan rumahku gelaapan, saat kami baru saja sampai diteras rumah. Argghh, pelayan sialan! Tapi tak apalah, aku sudah menemukan mangsa untuk hari ini, yaitu gadis ini.

"Mangsa? Mm Felo, kau bukan manusia biasa sepertiku?" tiba-tiba Aira buka suara saat aku hendak membawanya keruangan rahasiaku, tempat dimana aku menikmati mangsaku.

Bukan manusia sepertiku? Jadi gadis ini bukan manusia biasa?

"Maksudmu?" tanyaku bingung saat kami sampai dipintu ruanganku itu.

"Hm, aku seorang vampire" lalu gadis itu menunjukkan taring tajamnya.

Apa? Vampire? Haha, liat Roofter, dia tidak mungkin mateku.. Werewolf dan vampire takkan bisa bersatu, benar kan?
Ye. Akhirnya aku bisa berusaha agar mendapatkan Celline kembali.

"Ya memang dia seorang vampire! Tapi matemu gadis cantik itu, itu sudah takdirmu! Lihat saja nanti, kalian akan saling mencintai! Lupakan Celline, lupakan.. Dia sudah meninggalkanmu begitu saja bodoh, dimana harga dirimu? Gadis itu jauh lebih baik dibanding Celline!" jawab si Roofter menyebalkan.

"Kau vampire juga? Lalu ruangan apa ini? Dan kenapa kau membawaku kesini?" tanya gadis itu dengan raut wajah polosnya.

Entah kenapa aku merasa gemas dan ingin mencubit pipinya yang menggoda itu.

Errr, apa yang baru saja kukatakan?

"Bukan, aku seorang werewolf" lalu Aira membelalakkan matanya tak percaya.

#bersambung

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Dec 28, 2015 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

my bad MATEOnde histórias criam vida. Descubra agora