Xander-Daisy

69 1 1
                                        


Pemandangan ramai seperti biasa bisa kita lihat disekitar taman hiburan yang tertera di Subject city ini, Orang-orang berlalu lalang, menikmati hari libur mereka bersama keluarga, teman maupun kekasih mereka yang mereka cintai tentunya.

Salah satunya adalah pasangan setia dari kompleks yang baru sebulan jadian tersebut. Mereka dengan asiknya menikmati makan siang mereka disana karena sudah dari tadi menaiki wahana-wahana dan permainan yang mereka mainkan di Taman hiburan.

"Xan xan, aaaah~" sambil menodongkan sebuah hotdog ke mulut Xander.  Dan ia menerimanya dengan menggigit ujung hotdog tersebut. Kenapa mereka memilih hotdog untuk makan siang? saya pun tidak tahu.

"Hmm...lumayan lah, Hotdognya." Xander kata, sambil mengunyah hotdog itu dan menelannya.

"Nee,nee, liat foto-foto yang kita ambil pas naik disalah satu wahana tadi yuk Xan!"

"Boleh boleh." sruput es, jos.

Lalu Daisy pun mengeluarkan kamera pocket dari tas kecil yang ia bawa, dan membuka foto-foto yang barusan ia dan Xander ambil.

Foto pertama, saat main gelas putar. Ada Xander dan Daisy ditengah-tengah foto itu dengan mesranya, namun, ada sesuatu yang aneh disana.

Foto Kedua, saat berada di taman air, Daisy disana bajunya basah karena diciprat oleh Xander dengan air, ada yang aneh juga.

Foto Ketiga dan seterusnya pun juga sama.

"...Dai, ada yang aneh masa fotonya. Lihat tuh, masa dimana-mana ada beruang yang sama disitu, coba liat dah."

"Hee?? Masa sih?"

Lalu pemuda tersebut menunjukkan beberapa badut beruang yang sama yang berada disetiap foto. Kemudian mereka berdua pun hening seketika.


"..............................................."


"...mending pulang aja yuk Xan, mumpung udah mau jam 3 sore."

"Ayo."

Lalu mereka berdua pun pulang, tanpa tau siapakah sebenarnya orang dibalik kostum beruang itu.

-----------------------------------------------

Omake :

"...Ah...capek asoy, kerja part-time jadi beruang di taman sini. Mending jadi tukang cuci dirumah, kampret kan ya, udah luas pula tamannya." Kata Gin dengan muka lelah.


-End?-




Our Story in Subject City (Drabbles)Des histoires addictives. Découvrez maintenant