Lyndra Azalia Ahn

10 0 0
                                        

"Lyndra,bisa kita bicara?" aku sedang menyeduh coffee latteku ketika entah darimana orang ini muncul dan mengganggu jam santaiku.
Aku mendongak dan mendapati mata biru sebiru samudranya menatapku sendu.

Aku terpana,aku selalu terbius tiap kali menatap matanya.

"Lyndra" Panggilnya lagi, aku baru sadar aku menatapnya tanpa berkedip.
Sudah ku bilang kan aku akan terbius
Aku memalingkan wajahku yang pasti sudah merah saat ini.

Aku hanya mengangguk.
Dapat ku lihat dari ekor mataku ia duduk dan memesan Black coffe.
Aku lebih memilih menatap keluar caffe. Menatap Jakarta yang tengah dilanda hujan deras, aku menyukai hujan.
Aku menyukai suara rintik hujan yg menghantam aspal.
Aku suka bau tanah yang basah karena air hujan.
Dan tentunya aku suka pelangi sehabis hujan. Aku ingat sekali dongeng mama sebelum aku tidur,dongeng itu bercerita jika ada pelangi maka para bidadari sedang mandi dikayangan.
Ah Aku merindukan mama,aku akan pulang liburan nanti

Aku keluar dari khayalanku ketika seorang menepuk punggung tanganku.
Oh astaga aku bahkan melupakan kehadirannya
"Kau suka sekali melamun,Lyndra" Katanya sambil terkekeh pelan.

Aku hanya menatap ia datar.
"Apa yang kau ingin bicarakan,Vin?" tanyaku to the point
Ia nampak mengambil sesuatu dari dalam tas ransel yang ia gunakan. Aku tidak dapat melihat apa yang ia ambil,yang ku tau lelaki 25 tahun itu menghela nafas sebelum memberikan barang itu untukku.

Undangan.

Aku mengambil,lalu membuka plastik yang membungkus rapi kertas berwarna biru itu.

Kevin Alvaro
dengan
Kania Alfitha

"Jadi kalian akan menikah. Lihatlah vin bahkan kalian memililiki inisial yang sama aku yakin kalian akan menjadi pasangan yang sempurna." Ucapku sambil memandang nanar undangan itu.
Aku tidak mau repot-repot menatap matanya.

"Maafkan aku,Lyndra" Aku tau lelaki itu sedang menatapku dengan tatapan bersalahnya. Aku tau meski aku tak melihatnya.
Aku dan dia. kami sudah bersama selama 6 tahun. sejak usiaku masih 17 tahun. Ia seniorku dikampus. Aku menyukainya sejak pertama kali menatap matanya. aku jatuh cinta. dia cinta pertamaku. dia memintaku menjadi kekasihnya tepat saat aku menginjak umur 18tahun,dia memberiku kejutan yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya.
Lalu diulang tahunku yang ke 22. Kevin melamarku saat kami berlibur di Bali.
Aku senang bukan main. Karena aku mencintainya.sangat.
Tapi sebulan yang lalu,Kevin meninggalkanku.
Perusahaan Papanya bangkrut. ia terpaksa menikah dengan putri kolega papanya. Demi perusahaan. Ia meninggalkanku.

Sejak itu aku memutuskan untuk tidak berkomunikasi dengannya.
Hingga hari ini, Kevin penuh kejutan. Ia memberiku kejutan dalam wujud undangan pernikahan kali ini.
Undangan yang selalu ku damba akan bertuliskan namaku dan namanya. Tapi bukan namaku yang bersanding dengannya. Melainkan nama seorang Kania Alfitha
Mataku mengabur oleh air mata. Buru-buru ku hapus air mata yang hampir jatuh. Aku tidak akan menangis didepannya. Tidak akan.
aku membereskan buku dan laptop yang ada dimeja.

"Kau tenang saja,vin. Aku akan melupakanmu. Bahagialah dengan dia. Aku akan datang ke pernikahanmu." Ucapku, aku tak mau menatap mata birunya. Aku lebih memilih pergi, Kevin menahanku.
"Aku masih mencintaimu,Lyn. aku tak punya pilihan lain. Maafkan aku"
Aku memberanikan diri menatap matanya.
"Apa yang kau lakukan sudah benar,Vin. Jangan meminta maaf lagi. Kita sudah selesai." ucapku kemudian berlalu meninggalkannya.

Dear GodStories to obsess over. Discover now