Dara POV
Aku, Ethan dan Sang Ratu sedang berada di ruang pertemuan di istana. Sedari tadi ratu menceritakan kepadaku dan Ethan tentang Dewi Ulani. Sesungguhnya aku masih belum mengerti dengan semua ini. Ini terasa seperti mimpi bagiku. Lalu aku mencubit lengan ku dan berharap terbangun, dan ternyata itu hanya nihil. Tidak ada yang berubah, hanya rasa nyeri di lengan yang terasa. "Lalu untuk saat ini apa yang harus Dara lakukan?" tanya Ethan kepada sang ratu. Aku hanya diam dan tidak ikut nimbrung dalam perbincangan ini. "Dara hanya perlu melakukan yang seperti di legenda, ia harus memerangi Blenda." Jawab Sang Ratu. "Kau siap Dara?" Sambungnya sambil melihat ke arah ku. "A.. Aku tidak tahu. Apa yang harus aku lakukan? Ba.. Bagaimana jika aku kalah?" Jawabku panik. "Tenanglah Dara, kau tidak akan sendirian. Aku akan ikut bersamamu." Jawab Ethan menenangkanku. "Dan aku akan mengutus pangeran untuk ikut bersama kalian. Adel!! Adelio!!" jawab sang ratu sambil memanggil seseorang. Tak lama munculah seseorang dari balik pintu dengan wajah datar namun terlihat sangat tampan dan gagah. Aku tercengang melihatmya begitu juga Ethan. Ternyata itu adalah pangeran Adel, pangeran di negri ini. "Ada apa bunda?" Jawab sang pangeran yang membuyarkan lamunanku. "Kau akan ikut bersama Dara dan Ethan untuk melawan Blenda. Dan kali ini jangan membantah." mendengar jawaban sang ratu, pangeran Adel hanya diam masih dengan wajah datarnya. Kemudian dia duduk dan bergabung bersama kami. Sepertinya dia hanya terpaksa ikut.
Adel POV
Huuuhhh... Aku menghela nafas sambil mempersiapkan diri. Mengapa ibu memaksaku untuk ikut berperang. Merepotkan. "Adel!! Cepatlah!!" terdengar suara ibu memanggilku. Aku pun segera turun dari kamarku. Terlihat Dara dab Ethan sudah siap dengan seluruh perlengkapan dan perbekalan. Sebelum kami berperang kami harus pergi ke gunung selatan Alegria untuk mengambil senjata yang ada di gua naga. "Ingat! Kalian harus berhati-hati karena naga itu sangat ganas. Dan ingat! Kalian harus kembali tepat saat bulan purnama karena saat itu lah Blenda dan pasukannya akan menyerang kembaki." pesan ibu kepada kami sebelum kami berangkat. Kami pun berangkat dengan menunggangi kuda masing masing satu. Kami memulai perjalanan kami.
Haiii..
Maaf ya baru update
Biasa author lg sibuk.
Maaf juga partnya pendek banget msh gaada ide.
I hope you can enjoy my story.
Oia jgn lupa vote sm commentnya.
Lav yu all!!!!
YOU ARE READING
Marvelous
FantasySungguh indahnya negeri yang dicintai ini. Begitu nyaman, aman, tentram dan damai. Negeri yang penuh keajaiban. Negeri yang bak nirvana ini menyimpan jutaan keajaiban didalamnya. Hingga akhirnya Blenda dan pasukannya datang dan menghancurkan seluru...
