Harry's Prov
Kupercepat langkah kakiku menyusuri koridor yang dipadati oleh manusia-manusia bodoh ini. Kulebarkan pandanganku hingga melihat sosok Cherry yang sedang bersandar dilokernya. Kutarik paksa lengannya sehingga membuatnya menjerit meminta aku untuk melepaskannya.
Apa aku akan melepaskannya? Tentu saja tidak sebelum dia menjawab pertanyaanku.
"Berengsek!" Dia memegang lengannya yang memerah akibat cengkramanku. "Jika kau meminta bantuanku jawabannya, Tidak! Kau bahkan memperlakukanku seperti anjing basah yang kotor dan menjijikan." Dia meringis meratapi lengannya yang masih memerah itu.
Emosiku mulai terpancing, namun harusku netralisir karena aku tidak mau membunuh Cherry hanya karena hal kecil.
"Dimana Key?" Cherry masih bungkam namun matanya menatap penuh dendam padaku. Nyalinya terbilang cukup besar rupanya. Kugengam lagi pergelangan tangannya yang memerah itu sehingga ia meringis kesakitan.
"Aku — aku tidak tau. Lepaskan aku, Harry. Kumohon, aku berjanji akan membantumu." Dengan itu aku langsung melemparkan lengannya dengan kasar.
"Dimana Key?"
"Aku tidak tau. Sudah kubilang, bukan?
"Kau berbohong!"
"Aku bersumpah, Harry. Aku belum menemuinya pagi ini."
"Apa dia masih bersama Louis?"
"Kurasa masih. Kenapa?"
"Bukan urusanmu! Apa kau sudah menceritakan masalah Megan?" Gadis itu, gadis? Aku tidak yakin dia masih gadis, abaikan. Cherry tiba-tiba mematung ditempatnya ketika aku menanyakan masalah Megan. Bisa kuprediksi bahwa jawabannya adalah belum.
"Belum."
Prediksiku benar.
"Kau bersekongkol dengan Louis? Sangat bodoh."
"Harry ini semua bukan hanya masalah Louis dan Megan tapi kau juga dalam masalah yang sama bahkan kita semua tidak pernah tau siapa sebenarnya yang seharusnya menanggung ini semua, tapi kau Harry! Kau selalu membuat semua ini sebagai kesalahan Louis, padahal belum tentu Louis yang—"
"Cukup jalang!" Aku langsung keluar dari ruangan laboratorium ini dan menutup pintunya kasar membiarkan jalang itu sendirian didalam sana.
Berengsek! Berani-beraninya dia menyalahkanku dan menyeretku masuk kedalam permasalahan konyol ini.
**
"Harry!!" Kuhentikan langkahku saat mendengar suara orang memanggilku. Baron? Ada urusan apa pria ini denganku. "Bisa kita bicara sebentar? Ini tentang masalah, Key."
"Baron, kit—"
"Namaku Jason, bukan Baron." Persetan dengan namanya yang membingungkan itu. Aku langsung membawa Bar—Jason kedepan loker paling pojok karena disini tidak begitu ramai jadi kuyakin tidak akan ada yang mendengar kami.
"Ada apa?"
"Dimana Megan sekarang?"
"Apa-apain ini? Kau menanyakan jalang itu padaku?"
"Harry bisakah kau menjawabnya saja?"
"Kudengar jalang itu di Manhttan."
"Berarti benar."
"Apanya yang benar?"
"Tidak. Kau sudah menghubungi Megan kembali?"
"Persetan dengan jalang itu. Bisakah kau tidak membahas jalang itu dihadapanku?" Lancanf sekali Jos—Jason maksudku menanyakan jalang menyedihkan itu dihadapanku.
YOU ARE READING
TEARS | COMPLETED
FanfictionKey Anderson is just a poor girl who met with a nice guy named Louis Tomlinson and then she fell in love with him and Harry Styles is an asshole and a jerk who accidentally fell in love with Key. How come it be so complicated like that? [ Disclaimer...
