2

36 2 0
                                        

Tiba-tiba ada suara yang berteriak dari arah dalam rumahnya.

"Sudah yah, bu! Hentikan !! Apa ini pekerjaan kalian tiap hari hanya bertengkar dan bertengkar.!"
Kata seorang gadis yang mulai beranjak dewasa itu. Dia  benci ketika kedua orang tuanya selalu bertengkar tiap harinya. Karena itu yang membuat dia selalu ingin berteriak dan menangis.

"Mira, sejak kapan kau pulang nak, bukankah ini masih pagi, apa kau pulang cepat hari ini?" Kata Zue kaget melihat anak gadisnya sudah berada di dekat tangga.

"Sudah cukup sedari tadi aku melihat adegan ibu menangis dan ayah yang selalu menggebrak meja."

"Tapi nak it..." belum sempat menjelaskan perkataannya dipotong oleh putri kesayangannya itu.

"Oiya bu. Dan sangkin asiknya bertengkar, kalian sampai tidak melihatku masuk kerumah dan berdiri disini!" Potong Mira dengan nada kesal, lalu sejenak menatap sang ayah yang hanya diam mematung. Melihat itu Mira hanya menghentakkan kaki dan berlari menaiki tangga lalu masuk kekamarnya.

Sampai dikamarnya ia melihat kakaknya sedang asik bermain vidio game diatas kasurnya. "Kak." Panggil Mira pada kakaknya yang malah diacuhkan.

"Hei !!" Bentaknya sekali lagi gereget melihat kakaknya yang sama sekali tidak menoleh apalagi menjawabnya.

"Kaaaakaaaaak !! " teriaknya lalu berhambur ke atas kasur dan melemparkan sebuah bantal ke arah kakaknya.

Mendapatkan penyerangan, kakaknya lalu menengok ke arah adiknya dengan wajah datar lalu berkata "Eh, ngeganggu aja." Katanya enteng lalu melanjutkan vidio gamenya lagi.

Mira yang terlanjur menahan napas karna takut kakaknya marah, menghela napas panjang, lalu melengos ke kamar mandi.

Ia mengganti seragamnya dengan pakaian rumah. Masih tertengar diluar suara bising yang tadi hampir membuatnya meledak.

Saat Mira keluar kamar mandi. Ia melihat kakaknya cemberut melihat kearahnya. Dan itu berhasil membuat alis Mira berkerut karna bingung.

"Kenapa?" Tanya Mira penasaran.
"Game over tau" jawab kakaknya sambil memonyongkan bibirnya 5 centi.

Mendengar itu Mira langsung tertawa terbahak bahak, dan lupa kalo kakaknya sedang menatap dirinya tajam.

"Eh, maaf." Katanya lagi singkat karna tau ketawanya tadi akan membuat kakaknya tambah ngambek. Dan ia menghampiri kakaknya lalu duduk disamping nya sambil memasang senyum yang disengajakan agar kakaknya tak akan mengulitinya.

***

Chapter kedua maap ya kalo agak gaje gitu, masih nyari nyari kata kata yang pantes buat di masukin ke cerita ini. Kalo ada saran boleh dicomment ya, Jangan lupa tinggalin starnya. Makasiih readers...

Kebahagiaan Yang TerlupaWhere stories live. Discover now