Hari ini seperti biasa, bangun pagi, sarapan, lalu berangkat sekolah.
Berharap hari ini aku tidak bertemu Diaz, berharap hari ini aku tidak menangis karenanya.
Hari ini aku dijemput oleh 4 curut sohibku itu.. Memasuki halaman parkir, ku lihat beberapa mata memandang ke arah kami, tapi ku anggap itu sudah biasa.
Kami pun segera menuju kelas, kutelusuri sudut sudut koridor dan aku tidak melihat kehadiran Diaz.. Huft aku bersyukur sekali. Sesampainya dikelas aku langsung menaruh tas ku dan duduk sambil memainkan hp ku.
'Pokoknya lu hari ini ga usah keluar keluar kelas, kalo mau beli makan dikantin, nitip gua ajah, pokoknya lu dikelas ajah!' Kata Raihan agak memaksa.
'Hih emang gue ga bosen apa dikelas? Bisa basi gue kalo disini muluu!' Kataku menolak paksaannya. 'Udah deh jangan bandel, dengerin kata kata gua, klo lu ngelanggar, gua gamau lagi ngomong sama lu.' Katanya sangat memaksa.
'Buset baper banget, yaudah iya pak guru yang bawel.' Kataku sambil meledek. Kami pun tertawa bersama.
******
Benar saja hari ini aku memang tidak keluar kelas. 'Asli ini bosen banget!' Gumamku dengan muka cemberut.
Tiba tiba handphone ku bergetar, dan ku cek ada line masuk dan nama yang tertera di layar adalah Diaz.
Kubaca line darinya, 'Net, siang nanti ada sparing basket antar angkatan, lu harus nonton! Pokoknya kalo ga dateng gua ngambek sama lo.'
Aku bahkan tak ingin melihat wajahnya, tapi aku merindukannya.. Akhirnya kuputuskan untuk menontonnya nanti. Kujawab linenya 'iya gue tonton, tapi gue ga bisa lama lama yaa.'
Ya aku memang tak bisa lama lama memandang wajahnya, sudah terlalu sakit apa yang ku rasakan.
Lalu dia menjawab, 'yahh, yaudah deh gapapa yang penting lo nonton:)'
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku sudah duduk dikursi penonton kedua dari depan di lapangan indoor sekolah. Sebentar lagi permainan akan dimulai, aku melihat Diaz mengenakan seragam basketnya dikursi pemain, dan tak lama aku melihat Alicia yang juga mengenakan seragam basket menghampirinya.
Aku berusaha tenang dan mengendalikan emosiku, kupalingkan wajahku ke arah yang lain agar aku tak melihat pemandangan itu.
Pertandingan pun dimulai, kulihat Diaz dengan lincahnya mendrible bola basketnya dan melakukan three point shoot, dan masuk!
Senang melihatnya bermain basket, kuperhatikan pertandingan itu hingga bola itu tiba tiba mengarah ke arahku.
Tak sempat aku menghindar, terdengar suara DUKK!!
Sampai akhirnya semua menjadi gelap.
****************************
BẠN ĐANG ĐỌC
Kasih tak sampai
Lãng mạn'aku selalu mencintainya, aku mengenalnya lebih daripada teman temannya, tapi dia tak pernah menganggapku sebagai berlian -Arneta'
