pagi - pagi Hiyorin masih terbaring di tempat tidurnya .. memikirkan kejadian semalam. Bahkan ia tidak menyentuh makanan yang dibeli hito untuknya.
"Hito .. dia berbeda 180° dirumahnya"fikirnya
Ia menyadari jika akhir-akhir ini ia dapat tertawa seperti masa kecilnya di jepang dulu , ia menyadari sekarang dia membuka diri terhadap oranglain juga dan ia sadar akan perasaanya terhadap hito. Namun sekali lagi dia menyangkalnya .
"Tidak , tidak mungkin aku menyukainya aku hanya kasihan padanya kan.."gumamnya gelisah.
TOKTOK! pintu di ketuk
"Siapa?masuk saja"tanpa hiyori sadari bahwa dia ada di rumah hito dan bukan dirumahnya yang hanya ada baachan.
CLEK!pintu dibuka
"Hei, masih tidur saja"kata hito
Saat sadar hiyori pun bangun dan teriak
"Kyaaaa~..."
"Humpp..."
Dengan secepat kilat hito menutup pintu , naik ke atas kasur dan membungkamnya
"Baka! Shizukanishite kudasai!(1)"kata hito berbisik
Hiyori hanya mengangguk pelan
"Kau ingin ibuku bangun!"kata hito
"kau sendiri sedang apa disini!"kata hiyori
"Ini rumahku bodoh~kau pikun?"kata hito
Dan seketika hiyori ingat jika ia sedang menginap di rumah hito.
"Kau tidak makan ini semua?"tanya hito
"Bukan tidak tapi belum"jawab hiyori
"Sana ke air dulu sudah pagi kamu belum juga mandi"kata hito
"Jam berapa memang?"tanya hiyori
Hito memperlihatkan jamnya yang berada di tangan dan menunjukan pukul 7:30
"Astaga!"hiyori cepat membuka hapenya dan memberi tau baachan dia menginap dirumah temannya.
Baachan hanya berkata "iyah , jaga dirimu akanechan"
Setelah itu hiyori bersiap untuk mandi tapi langkahnya terhenti lalu barbalik dan melihat ke arah hito.
"Ehem.. "
"Ada apa?ada yang salah?"kata hito
"Kamu menyuruhku mandi dan sekarang aku ingin mandi , jadi.."kata hiyori
"Jadi?..."tanya hito
Hiyori mengeluarkan semua jurusnya dan berkata
"Keluar!!!"teriak hiyori sambil menendang hito keluar pintu kamar.
"Awww"kata hito
BRUK!pintu ditutup
"Galak sekali..."fikir hito
Setelah selesai mandi dan merapihkan diri hiyori kembali duduk di kasurnya . Saat mau membuka camilan..
TOKTOK!pintu diketuk
"Ya masuk" kata hiyori
Hitopun masuk dan menutup pintunya sambil membawa tambahan makanan dan dua minuman.
"Nih.."kata hito
"Aku gak mau gendut"kata hiyori dengan wajah datar
"Ini camilan ringan mana ada buat gendut"kata hito
"Kau bawa minuman itu! Baka mitai! Untuk apa?!"kata hiyori
"Ini minuman untukku dan untukmu...."hito mengambil botol lain yaitu "ini dia pucuk .. pucuk..hehe" kata hito
"Teh pucuk?"tanya hiyori heran
"Iya, aku liat di tv indonesia katanya apapun makananya minumnya ini"kata hito sambil menyodorkan minuman untuknya.
"Baka! Bukan it..."belum saja hiyori menyelesaikan katanya hito menutup mulutnya "ssttt" kata hito.
Hito menyalakan tv dengan volume lumayan besar dan ac.
Hiyori merasa gugup dan ada yang salah dengan hito.
Hito duduk di lantai bersandar keranjang dengan pandangan ke tv. Tapi tiba-tiba ..
"Menangis..."gumam hiyori terkejut dan langsung turun dari ranjang dan duduk disebelah hito.
"Nani atta no?(ada apa?)"tanya hiyori
"Betsu ni(gak apa-apa)"jawab hito
"Arienai(gak mungkin)"kata hiyori
"..."hito terdiam
"Yappa(sudah kuduga)"kata hiyori
"Sebenarnya.."hitopun bercerita sambil meneguk birnya satu-per satu.
~the memories of hito~
Hito sebenarnya adalah anak yang baik , namun saat dia berusia 8 tahun kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai , hito adalah anak sulung dari nyonya miyazawa katsuragi dan tuan hitoriyama katsuragi, itulah kenapa namanya hito katsuragi(dijepang biasanya di balik namanya sebagai panggilan),
Hito juga sebenarnya mempunyai adik perempuan bernama chihiro katsuragi namun ketika hito berusia 8 tahun dan adiknya berusia 6 tahun , orangtuanya sering bertengkar ketika itu hito dan adiknya hanya bisa bersembunyi dan menangis.
6tahun kemudian suasana semakin memburuk , memang proses perceraian mereka sedang diproses tetapi saat itu di rumah seakan menjadi kota kematian , hito hanya bisa melampiaskan amarahnya dengan berkelahi di jepang hito memiliki julukan tanduk amarah.
Karena jika suasana hati hito sedang buruk ia akan berkelahi dengan para geng di sana . Para geng itu sudah mengenal hito dan takut padanya .
Suatu hari orangtuanya kembali bertengkar hanya karena masalah proses perceraian yang tak kunjung selesai.
Chihiro adiknya yang sudah berusia 12 tahunan
sempat menyatakan akan bunuh diri .. keluarga hito panik semalaman ia mencari chihiro sampai di jembatan hito dan keluarganya melihat chihiro yang duduk di besi dan melihat ke arah sungai , sungai itu cukup tinggi sekitar 5 meter dari dasar hingga jembatan.. keluarganya pun segera lari dan berusaha membujuk chihiro .
Chihiro berkata jika orangtuanya tidak bercerai ia tidak akan bunuh diri . Tetapi ayah dan ibunya berkata "mana mungkin! Itu sedang di proses nak!".
Chihiro yang mendengar itu lantas menjatuhkan badannya hingga kepalanya terbentuk bebatuan dan tercebur sungai.
Hito yang melihat kejadian itu mengamuk menyalahkan orangtua nya , dan turun kesungai untuk membawa chihiro kerumah sakit.
Orang tuanya hanya dapat diam membeku melihat banyak darah , dan sungaipun menjadi merah.. lalu mereka menangis.
Saat chihiro di bawa kerumah sakit dokter disana menyarankan agar operasi karena bagian otak belakang terjadi pembengkakan karena darahnya menggumpal,
Orang tua mereka berjanji tidak akan bercerai demi chihiro.
Setelah operasi chihiro gadis yang cantik ini mulai duduk di kursi roda karena belum dapat berjalan. Hito selalu menjaganya . Hingga 5tahun kemudian chihiro meninggal.
Pembengkakan diotaknya mulai membuat saraf bagian lain tehimpit akibatnya dia harus di kursi roda selamanya , dia mulai terkena kanker parah. Hito hanya menangis.
Sehari sebelum kematiannya chihiro memiliki sebuah harapan .kepada hito dan harapannya..
"Bulan depan mulai bersalju oniichan(2)aku ingin melihat salju untuk terakhir kalinya , dan melihat kembang api"bisiknya pada hito.
Beberapa jam kemudia chihiro meninggal.
Itu kenapa hito pindah ke indonesia dengan ibunya sedangkan ayahnya tetap bekerja di jepang .
Mendengar itu hati hiyori sesak , ia mengerti perasaannya. Saat ia melihat ke kanan hito sedang tertidur mabuk di pundaknya.
"Bodoh~katanya tidak akan mabuk"fikir hiyori sambil tersenyum.
Saat hiyori ingin membangunkannya .. hito..melihat hiyori secara dekat wajah mereka dekat sekali , dan itu membuat hiyori gugup dengan wajah merah. Dan
DUK! hito tertidur di pangkuan hiyori
"Arigato hito..hari ini aku pulang"berbisik pelan namun tangannya di tarik oleh hito.
"Tetaplah disini, sampai senin"hito bergumam tak sadar
Hiyori hanya dapat tersenyum tipis dan mengelus rambut hito.
"Iya"jawabnya pelan.
*(1)=Jangan berisik tolong
*(2)=panggilan untuk kaka lelaki
