Draco bisa merasakan cengkraman tangan Hermione begitu erat pada lengannya, bukan hanya memberi tekanan saja. Dia tahu arti dari setiap tekanan yang dirasakannya, sebuah rasa sakit, kehilangan dan penyesalan. Hermione tidak banyak berkomentar setelah mendengar kabar duka ini.
Dan Draco tahu harus berbuat apa untuk sekarang ini. Hanya diam dan selalu di sampingnya saja.
"Aku tahu bagaimana rasanya, melihat peti jenasah itu masuk ke dalam tanah." Bisik Hermione di bahu Draco. Seakan tidak bisa berdiri sendiri, Hermione menopangkan semua beban berat tubuhnya pada prianya.
"Duniamu akan berakhir jika tidak ada yang memegang tanganmu."
Draco memejamkan matanya untuk seperkian detik. "Jadi, bantulah dia agar dunianya tidak berakhir"
Hermione mendongak keatas hanya untuk melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan sangat intens. "Aku mencintaimu, Draco!" Dia mencium sudut mulutnya.
"Terima kasih" Balas Draco.
Hermione melihat sekeling dan menemukan beberapa teman lama dari Hogwarts. Ada si kembar Parvati dan Padma Patil yang diam-diam menangis, Luna Lovegood dengan pandangan sulit di artikan dan Blaise Zabini. Bagaimana dia bisa datang kesini?
"Blaise, dia hanya sekedar memberi simpati saja." Kata Draco begitu Hermione menyenggol pelan. "Orang-orang seperti kami ... kau tahu? Pelahap maut." Draco sedikit mengernyit menyebut kata Pelahap Maut. "Membutuhkan rasa ketenaran dalam hal baik"
"Apa kau juga seperti itu, Mr. Malfoy?" Tanya Hermione yang tetap fokus pada pembacaan doa untuk Lavender.
Draco terkekeh geli. "Aku sedikit berbeda, Granger"
"Aku bisa merasakan itu." Hermione tersenyum.
Sisa waktu mereka di habiskan untuk mengikuti acara pemakaman dalam diam, Hermione melihat Finn dalam pelukan Ginny. Anak itu tidak menangis layaknya James, dia hanya menatap lurus ke tempat Ibunya.
"Harry ... " Hermione mendekati sahabatnya yang sedang bersandar pada pohon yang tidak jauh dari tempat pemakaman. "Kau baik-baik saja?"
Hermione bisa melihat jika sahabatnya itu sudah menangis untuk waktu lama, kedua matanya merah. "Aku tahu ini sangat berat untukmu." Hermione mencoba memeluk sahabatnya untuk memberi dukungan.
"Semua ini salahku, andai saja aku membebaskan Ron, mungkin Lavender tidak akan bunuh diri dan Finn tidak akan kehilangan Ibunya." Racau Harry dalam pelukan Hermione.
"Tidak, ini bukan salahmu, Harry." Tepukan lembut mendarat di punggung Harry.
"Lavender ... dia hanya tidak bisa berpikir jernih saja. Aku tidak akan menyalahkanmu karena memang keputusanmu sudah benar. Hanya saja ... Lavender terlalu-"
"Mencintai Ron" Potong Harry dengan perlahan melepaskan diri dari pelukan Hermione. "Sampai dia tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah."
"Harry ... " Genggaman tangan Hermione pada tangan Harry. "Lalu bagaimana dengan dia?"
"Ron tidak ingin datang ke pemakaman. Dia lebih memilih di dalam sel" Jawab Harry. Pantas saja, Hermione, tidak melihat Ron dari tadi.
_
"Kau tidak cemburu melihatnya?" Tanya Blaise di sampingnya. Mereka berdua berdiri tidak jauh dari Hermione dan Harry.
"Granger dengan Potter?" Draco balik bertanya.
Blaise menyeringai.
Melihat tunangannya berpelukan dengan pria lain dan yang juga sahabat matinya tidak pernah akan membuatnya cemburu. Dia sudah sadar tidak akan pernah bisa memasuki persahabatan mereka dengan cara apapun, maka dia lebih memilih untuk mencintainya saja.
