" guys tunggu bentar yah."
"iya" kta sinta yang diiuti anggukan ecy, asni dan inha.
Gue masuk sendiri ke toko bakery. Setelah udah dapet cake pesenan ergie gue keluar dan nyebrang buat ke parkiran.
Buuukkk .
Gue ngerasa ada yang ngantam badan gue. Gue balik badan buat ngeliat siapa yang nabrak gue. Ternyata cowok naik motor. Gue ngeliat dia turun dari motor dan jalan ke arah gue dengan menampakkan muka songongnya. Gue ngeliat tangan gue berdarah lutut gue juga.
"heh, kalau nyebrang tuh liat-liat dong." Sambil ngebentak gue.
"kan elo yang nabrak gue kenapa jadi elo yang marah" jawabku sambil sesengukan karena tangis. Gue emang ngak biasa di bentak.
"kok loe nangis sih." Dia masih marah.
"elo siapa sih, beraninya bikin sahabat kita kayak gini. Elo apain dia?" tanya inha yang datang dengan sahabat2 gue yang lain.
Sinta ngebantuin gue berdiri.
**********&&&**********
Author POV
"elo siapa sih, beraninya bikin sahabat kita kayak gini. Elo apain dia?" tanya inha yang datang dengan sahabat feby yang lain.
Sinta ngebantuin feby berdiri.
"oh, kalian ngak tau yah siapa gue?. Kenalin gue vincent. Vincentius Alexander Alim." Cowok itu memperkenalkan diri dengan songongnya.
"gue nggak peduli nama elo siapa. Yang jelas elo harus tanggung jawab sama sahabat gue." Kata asni yang sudah naik pitam.
"tanggung jawab? Orang dia yang nyebrang ngak liat-liat." Balasnya tak kalah sengit.
"heh, cowok nggak jelas. Bisa nggak sih lo gantle jadi cowok. Lembek banget lo." Cerocos ecy sambil nunjuk muka si cowok songong tadi.
"guys, nggak pa-pa kita pulang aja udah ngak sakit kok. Gue juga udah di cariin sama kak farhan" kata feby
"byy lo tuh bisa nggak sih nggak jadi orang paling baik. Kan kalau gini elo bisa di tindas terus." Kata sinta sambil mengeratkan rangkulannya ke pundak feby.
"nggak pa-pa kok. Ngak usah di perpanjang, mending kita pulang terus obatin luka gue." Kata feby melerai
"yaudah, tapi gue mau ngomong dulu sama si cowok songong ini. Elo ke mobilnya bareng yang lain aja."kata sinta sambil ngalihin rangkulan dia ke inha.
"tapi jangan berantem yah sin." Kata feby yang di balas anggukan oleh sinta. Feby dan yang lain sudah berjalan ke parkiran meninggalkan sinta sama cowok penabrak itu.
"heh. Cowok songong. Sekali lagi gue ngeliat muka lo di depan sahabat gue. Gue jamin elo langsung masuk UGD." Ancam sinta sambil mengepalkan tangan. Sinta memang yang paling sayang sama feby, walaupun sikapnya terkadang cuek.
"alah. Anceman lo nggak mempan." Balas cowok itu dengan gaya songongnya.
"ah, itu bukan anceman tapi itu peringatan" kata sinta langsung menendang 'bagian' si cowok lalu ninggalin dia sendirian. Si cowok tadi Cuma meringis menahan sakit di 'bagiannya'.
Sesampainya di rumah feby. Feby dan sahabatnya langsung di sambut farhan di teras rumah.
"dek, kamu kenapa? Kok di bopong gitu." Kata farhan sambil menghampiri mereka.
"ini kak, tadi Cuma keserempet motor doang kok" jawab feby polos
"nggak kak tdi ada cowok songong yang nabrak terus nggak mau tanggung jawab." Kata inha
"gausah di perpanjang. Gue udah kasih ganjaran yang setimpal sama dia"jawab sinta yang di hadiahi tatapan bertanya dari 5 orang yang lagi ada di teras.
"emangnya lo apain sin?" tanya farhan.
"enggak kok kak palingan masa depannya ancur terus nggak bisa punya anak" jawab sinta enteng.
"wah, parah lo sin."seru echy sambil bergidik ngeri
"sadissss" heboh inha tak kalah ngeri
"good job girls" asni dengan kerlingan mata.
"makasih sinta" kata farhan
"sama-sama kak. Ini kan buat feby kita tersayang juga. Iyakan girls?"
"yoi" jawab mereka serempak kecuali feby.
"ih, kok gitu sih, kan kasihan tau." Kata feby
"ih dek, biarin itu ganjaran nya klu berani lecetin adik kakak yang satu ini." Kata kak farhan langsung menarik feby dan menggendongnya ala bridal style
"ih, Kak turunin. Malu tau." Kata feby sambil mencubit lengan kakaknya.
"biarin kali byy. Kan enak di sayang kakak" celetuk asni. Memang dia suka gitu efek anak tunggal.
"ih, asni klu gitu lo aja yang minta gendong sama kak farhan." Celetuk feby sambil cemberut.
Sesampainya mereka di kamar feby yang nuansanya princess blue. Feby langsung di baringkan di ranjang queen size oleh kakaknya. Sahabat2 feby sudah pamit.
Tinggal feby dan kakaknya. Karena ortu mereka lagi ke luar kota.
"dek, yang luka di mana aja?" tanya farhan sambil membawa kotak p3k
"di siku kak sama di lutut tuh."
"yaudah sini di obatin." Setelah mengobati luka feby, farhan menyuruh adeknya berganti pakaian dan istirahat.
**********&&&**********
YOU ARE READING
When The Innocent Girl Fall In Love
RandomFeby. cewek populer namun polos yang di kelilingi oleh sahabat dan cowok eksis di sekolahnya. The Princess and The Wolf. Tapi semuanya berubah ketika dia telah jatuh cinta.
