Author POV
"perkenalkan ini songsaenim baru kalian, Cho Kyuhyun. Dia akan mengajar matematika menggantikan Shin songsaenim", namja berparas tampan itu membungkukkan tubuhnya sembilan puluh derajat untuk memberi hormat "annyeonghaseyo" ucap namja itu disertai dengan senyuman ramah, dibalas oleh murid-muridnya dengan semangat "annyeonghaseyo!", kecuali seorang yeoja berkacamata tebal yang duduk lemas tak menanggapi apa yang baru saja dibicarakan oleh orang-orang disekitarnya.
"tskkk! Lihatlah! Songsaenim kita yang baru! Aaaaa tampan sekali!!!" Shin Ae Rin, menyikut tepan yang duduk di sebelahnya. "ishhh mwoya?" yeoja itu dengan malas menoleh ke teman sebangkunya, lalu menoleh kedepan melihat apa yang dimaksud dengan teman sebangkunya. "cih! Biasa saja" ucapnya dengan ketus. "biasa begaimana Hana-ya! Matamu buta ya? Sampai kapan kau akan melipakan Hyunnie-mu itu!" Shin Ae tampak kesal karena respon temannya.
"baiklah sebelum saya mulai mengajar, saya akan mengabsen kalian dulu" Kyuhyun lalu membuka buku absensi dan mengabsen murid-murid barunya. Semua muridnya tampak bersemangat begitu namanya di sebutkan oleh pemilik bibir tebal nan mempesona, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.
"Han Na Yeong?" Kyuhyun mengulangi nama itu sekali lagi, namun tidak ada satupun yang menyaut "apakah Han Na Yeong tidak masuk?" tanya Kyuhyun memastikan. Semua murid menoleh kepada yeoja berkacamata tebal itu, yeoja tersebut terkejut melihat teman-temannya menatapnya dengan tajam "waeyo?" tanyanya dengan muka polos tanpa dosa. "apa kau yang bernama Han Na Yeong?" tanya Kyuhyun kepada yeoja itu. "nde! Naneun Han Na Yeong. Waeyo?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan Hanna barusan. "Na Yeong-ssi, jangan melamun saat jam pelajaran!" nasihat Kyuhyun ditanggapi oleh decakan kesal Hanna. "pangilanku HANNA bukan NA YEONG!" ucap Hanna ditekankan pada kalimat namanya. "oh, josonghamnida HANNA-ssi. Tapi, bukankah itu sama saja heh?" ucap Kyuhyun santai ditekankan juga pada kalimat 'Hanna'. "baiklah sampai mana pelajarannya?"belum sempat Hanna menjawab, Kyuhun sudah mengalihkan pembicaraannya. "Argh! Songsaenim menyebalkan!!!" gumam Hanna, Ae Rin hanya bisa menatap bingung sahabatnya.
Han Na Yeong POV
"baiklah, sampai sini dulu pelajarannya. Kita lanjutkan besok lagi. Gamsahamnida" songsaenim menyabalkan tadi berjalan keluar kelas. Semua murid langsung menghambur keluar untuk istirahat, tak terkecuali Hanna.
'kau tau Cho songsaenim? Songsaenim kita yang baru. Aaaa dia tampan sekali'
'kalau diajar olehnya, aku menjadi lebih semangat'
'aaaaa dia juga masih muda. Kudengar umurnya baru 23 tahun!'
'andai aku bisa berpacaran dengannya'
'dia terlihat mempesona sekali saat mengajar!'
Kurang lebih kalimat-kalimat pujian seperti itu yang di lontarkan para yeoja di sekolah ini untuk songsaenim menyebalkan itu. Cihh memangnya apa kelebihannya? Sama saja!
"Hanna-ya, eummm mian aku tak bisa menemanimu saat ini. Aku ada janji dengan eummm Hyuk Jae opp, eh Hyuk Jae sunbae. Gwaechana?"
"nde, gwaechana Ae Rin-ah. Sepertinya Hyukjae monyet itu sudah sangat menyukaimu"
"yakkk! Jangan panggil dia monyet, bodoh!"
"arasseo nyonya Lee. Ppali, susul dia"
"sejak kapan margaku berubah nyonya Han?"
"eoh? Bukankah kau akan menjadi nyonya Lee? Lee Ae Rin? Nama yang cukup bagus. Cepat Tuan Lee sudah menunggumu"
"aish! Kau jangan membuatku malu Hanna-ya! Kalau begitu aku pergi dulu! Bye" dia meninggalkanku denga pipi yang merah merona, ah aku suka sekali menggodanya.
Aku menuju ke taman belakang sekolah yang sangat luas, lalu aku memakan bekal yang kubawa dari rumah tadi. "aku dengar dia anak pemilik sekolah?", "jinjja", "nde! Anak tuan Cho Kang Seok!", "whuaaa Cho Kyuhyun songsaenim sangat sempurna! Tampan, pintar dan kaya aaaaa dia sangat mempesona".
Cih memang apa kelebihannya? Memang aku akui dia tampan dan mempesona, tapi sikap menyebalkannnya itu yang membuatku ingin muntah! Dia benar-benar menyebalkan! Begaimana bisa mempermalukanku di kelas? Ishhh.
Bel sekolah berbunyi, para murid berhamburan keluar sekolah, termasuk aku dan Shin Ae tentunya.
"Hanna-ya? Kau tau? Tadi aku eummm" ucapnya antusias tapi malu
"mwo? Ppali katakan!" jawabku ketus
"ishh neo wae?" tanyanya balik
"moodku jadi buruk gara-gara songsaenim menyebalkan itu! Ishhh berani-beraninya dia mempermalukan Han Na Yeong!"
"ouhhh Cho songsaenim"
"hmmm. Tadi kau mau bicara apa?"
"eummmm akuuu... aa..ku..."
"yakkk! Bicara yang jelas!!!"
"ishhhh sabar! Aku eummm Hyuk Jae opp, eh Hyuk Jae sunbae menyatakan cinta padaku"
"MWO?! JINJJA?!??!"
"aishhh bisakah kau pelankan suaramu? Telingaku hampir tuli!"
"abaikan! Lalu, kau menerimanya?"
"tentu saja"
"aaaaaaa cukhaeyo Shin Ae-ya!!!"
"nde."
"Shin Ae-ya!" terdengar teriakan seorang namja ke arah kami, lebih tepatnya Shin Ae. Aku menoleh ke arah sumber suara itu. Dan ternyata... Monkey jelek itu!
"eoh, nuguya?" ucap Hyuk Jae sunbae sambil melihat heran ke arahku
"mwo? Kau tidak tau aku?"
"nan molla" ishh, monyet ini benar-benar....!!!!
"oh, oppa. Ige Han Na, nae chingu" ucap Shin Ae
"oh, annyeong Hanna-ssi." Monyet itu tersenyum mengeluarkan gummy smilenya, ishh sungguh menjijikan! Apa Shin Ae sudah tidak waras menyukai namja ini? Aku hanya mengabaikannya
"eumm chagiya, kajja kita pulang bersama. Otthe?" nada bicaranya sedikit merengek pada Shin Ae, menggelikan. Shin Ae melirik ke arahku seperti meminta persetujuan.
"eumm nan gwaechana. Kalian pulang berdua saja. Dan kau tuan Lee Monkey! Jika kau membuat nyonya Lee ini menangis, aku akan membunuhmu!!" aku mengeluarkan smirk andalanku. Pipi Shin Ae merah merona, mungkin karna kata 'nyonya Lee' tadi, ahh senang sekali bisa menggoda sahabatku ini.
"yakkk tidak sopan sekali kau dengan sunbaemu!" dia hendak memukulku, sontak aku langsung lari menghindarinya, lebih tepatnya membuatkan mereka berduaan hihihi.
Hufftt cuaca hari ini agak mendung, dan aku tidak membawa payung. Hari ini benar-benar sial. Hujan deras tiba-tiba, aku segera berlindung di halte terdekat, dan terpaksa duduk disini sampi hujan reda. Dan sialnya lagi, aku disini sendirian, Shin Ae pulang bersama namjachingunya itu ishh. Terlihat ada mobil hitam berhenti di depan halte ini, kaca depan mobil itu terbuka, terlihat samar-samar seorang namja berkacamata hitam. "HANNA-SSI PPALI MASUK!" orang asing itu berteriak kepadaku, suara hujan membuat suaranya sedikit tidak jelas. Aku menyerengitkan keningku, lalu ku putuskan untuk menghampiri mobil itu "Cho songaenim?" dan ternyata pengendara mobil tersebut adalah songsaenim menyebalkan itu. "kajja, ppali masuk. Jika kau mendunggu hujan reda, sampai malampun tak akan reda. Lagipula, ada yang mau aku bicarakan padamu. Ppali-yo!" aku terkejut mendengar ucapannya. Apa? Apa yang mau dia bicarakan? Aku tak ambil pusing segera masuk ke mobilnya.
YOU ARE READING
Hyunnie Yeongie
FanfictionSekarang, esok dan lusa. Hanya tiga kata waktu yang mampu membuatku tak bisa melupakannya sampai saat ini.
