Aku, mahasiswa mendekati tahun ketiga di bangku kuliah. Septi, mahasiswa baru di Ibukota negara, Jakarta. Sementara aku di kota pahlawan.
Dia masih di barat. Aku masih di timur. dan kami masih LDR-an.
Beberapa tahun terakhir, komunikasi kami kurang. Bertukar pesan pun sekedar menanyakan kabar. Telepon-an pun ujung-ujungnya ngomongin anime atau komik baru, Conan misalnya. Tidak ada curhatan serius dari hati ke hati. Hanya obrolan tidak jelas yang mungkin orang lain akan menganggapnya buang-buang pulsa. Padahal, hanya dengan begitulah rindu itu terobati.
Sekarang usia kami sudah melewati angka tujuh belas. Belakangan aku baru tau kalau Septi jarang sms aku karena takut ganggu. Padahal kalau di pikir lagi, aku ya nggak sibuk-sibuk amat. Justru aku yang mengira dia pasti sibuk disana. Sekolah kan dari pagi sampai sore. Belum lagi kalau ada bimbel. Waktu itu dia kelas XII SMA yang pastinya sibuk dengan persiapan Ujian Nasional.
See?
Ternyata meski jarak dan waktu memisahkan, tapi kita masih memiliki kesamaan. Kesamaan pikiran misalnya...
YOU ARE READING
Cerita Kita
RandomTerucap syukur setulus hati kepada ilahi robbi yang telah mempertemukan kita. Bukan. Ini bukan kisah romansa tentang anak Adam dan Hawa yang dipertemukan Tuhan karena jodoh. Bukan juga tentang dua sejoli muda-mudi yang sedang memadu kasih seolah dun...
