Hampir 15 tahun (kalau tidak salah) persahabatan kami terjalin. Hampir 6 tahun LDR-an. dan selama itu hanya sekali aku menginap di rumah Septi. Itupun sehari sebelum kepindahanku ke kampung halaman. Errr.... Ironiskah? Hey, kekuatan tali persahabatan itu tidak bisa diukur dengan seberapa sering kau menginap di rumah sahabatmu itu, kan?
Singkat cerita, kami berpisah. baru-baru ini aku sadar kalau istilah long Distance Relationship (LDR) bisa dipakai juga dalam hubungan jarak jauh antar sahabat. Iya, baru-baru ini.
Barangkali dua tahun belakangan, aku dan Septi kurang komunikasi. Bertukar pesan, bisa dihitung jari. Apalagi Teleponan. Satu tahun satu kali mungkin.
Itulah bedanya LDR antar pacar dan antar sahabat. Nggak ada galau-galaunya. Bertukar pesan, tanya kabar, cukup. kalau nggak ada balasan berarti kami sama-sama sibuk atau tidak punya pulsa. aku selalu berpikir Septi baik-baik saja di sana, sehat, dan makin berisi. (itu berkat do'aku yang berharap dia bisa gemuk, ternyata terkabul)
Tapi, aku belum pernah ketemu Septi versi baru. hanya tau dari Potonya di sosmed.
Yang pasti zaman telah berubah, begitu pun dengan kami....
YOU ARE READING
Cerita Kita
RandomTerucap syukur setulus hati kepada ilahi robbi yang telah mempertemukan kita. Bukan. Ini bukan kisah romansa tentang anak Adam dan Hawa yang dipertemukan Tuhan karena jodoh. Bukan juga tentang dua sejoli muda-mudi yang sedang memadu kasih seolah dun...
