Yesaya 55 : 8-9

158 2 0
                                        

Lempar balik ke 2012 ya guys, dimana aku baru lulus SD dan masuk SMP

[ Selama aku ada di SD, aku selalu aktif di berbagai kegiatan, contohnya music, nyanyi, dan lain-lain. Jujur aku senang mengikuti itu semua, banyak temen-temen yang menganggap itu beban, tapi kalo kita bawa fun gak jadi beban kok, malah banyak hal yang bisa kita pelajari dari sana. Semua kegiatan berjalan lancar sampai akhirnya aku lulus SD pada tahun 2012.

"Miko... mau masuk mana? absis lagi buka pendaftaran, mau gak masuk sana, kan deket dari rumah?" suara mami keluar dari kamar, "iya mi masuk sana aja, lagian bisa jalan kaki" sahutku yang sedang asyik dengan gadget baru pemberian papi. akhirnya setelah mendaftar dan mengikuti beberapa syarat, aku di terima disana dan mami langsung membayar uang pangkal walaupun baru setengah. Kira-kira 2 minggu kemudian, ada pengumuman dari sekolah bahwa tingkat SMP belum dapat dibuka karena tidak memenuhi syarat, dan akhirnya aku kembali masuk ke sekolah lama-ku, NotreDame. Setelah libur beberapa bulan, tibalah saatnya aku untuk masuk sekolah, hari pertama, di gedung yang baru, teman baru, dan guru baru. 'semoga meng-asyikan!' batinku.

Awalnya berjalan lancar, masuk sekolah mulai hari pertama MOPD. hari pertama, hari kedua, hari ketiga, dan akhirnya selesai^^... Dan setelah MOPD aku mulai tertarik untuk mengikuti OSIS, tapi, di sekolah lama-ku untuk masuk ke OSIS bukan mendaftar, tapi harus menunggu pilihan dari guru, masuk sekolah, semua berjalan lancar, Happy! Fun! Play in the class... semua cuman main-main, tapi pas ulangan pertama, nilaiku di bawah kkm, dan aku inget satu hal. aku mau jadi osis... tapi harapanku tiba-tiba menurun, kenapa? syarat untuk masuk OSIS salah satunya nilai yang memadai, karena dalam OSIS harus bisa membagi waktu. Tiga bulan setelah masuk sekolah, tiba-tiba namaku tercantum di urutan calon anggota osis. 'THANKS GOD FOR ALL!!!'

Selama 1 tahun lamanya aku menjabat jadi osis, tapi baru sekitar 4 bulan aku menjabat jadi OSIS banyak masalah yang harus dihadapi, entah itu dari sesama anggota OSIS atau dari temen-temen luar OSIS atau yang lainnya dan mulai muncul pikiran 'dari tadi gue gausah jadi osis'. tapi sampai akhir jabatanku jadi osis, aku agak kecewa... bukan, bukan karena aku jadi osis, tapi aku gak diijinin jadi anggota OSIS lagi sama mami. kecewa. sedih. marah. semua campur aduk, sampai akhirnya aku masuk kelas 9 dan sibuk dengan kegiatanku sehari-hari... sibuk dengan pelajaran, sibuk dengan tugas, dan sibuk dengan Try Out-Try Out. semua itu berjalan dengan lancar dan nilai-ku stabil. sampai selesai UN.

Selesai UN aku mulai mencari sekolah untuk melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi lagi, 'paling masuk ND lagi...' tanpa direncanakan, mami beli formulir IPEKA dan SangTimur, sebenernya aku ragu masuk IPEKA karena banyak cerita dari temen-temen kalau IPEKA tuh susah banget, tapi apa salahnya buat coba. setelah beberapa hari pendaftaran, keluar jadwal untuk tes masuk, aku datang ke IPEKA untuk mengikutin test, aku mengerjakan soalnya, dan jujur, sebagian besar aku kurang bisa kerjakan. Sesampainya di rumah, aku cerita ke mami "mih, tadi iko ga bisa test-nya" terus mami bilang, "ya kalo lu masuk dan lulus di test pertama ini berarti hoki lu disana" aku berpikir, okayla, kalau memang aku masuk berarti aku hoki. Dan saat pengumuman test diumumkan, ternyata aku bisa masuk dan akhirnya aku masuk ke IPEKA tanpa memperdulikan sekolah-sekolah lain yang aku daftarkan.

Masuk IPEKA, semacam UnSos gitu, aku pikir aku gak bakal kuat dan mulai lagi berfikir 'Tuhan, emang harus ya aku masuk sini? temen-temen kenapa gak peduli gitu sama aku?' dan saat awal ulangan nilai aku turun dan anjlok drastis. aku makin protes sama Tuhan 'TUHAN KENAPA? APA TUHAN GAK SAYANG LAGI SAMA IKO? KENAPA IKO HARUS JALANIN INI SEMUA?' aku marah, kesel,meragukan kasih sayang Tuhan. 'Tuhan... KENAPA?' setiap hari aku tanya ke Tuhan... tapi gak ada jawaban ]

sampai akhirnya aku menemukan 1 ayat yang nusuk banget.

Yesaya 55 : 8-9 "Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikian firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, semikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu"

dari ayat itu, aku sadar, kita bisa merencanakan semua yang sesuai kehendak kita, tapi Tuhan sudah menulis seluruh kehidupan kita mulai dari awal kita hadir di dunia, tentang kejadian aku masuk SMP di Notre Dame, masuk OSIS, dan ada masalah. Maunya rencanaku semua lancar, kegiatan OSIS semua lancar, tapi Tuhan mau kita bertumbuh lewat berbagai cara, bisa lewat sesuatu yang menurut kita menyenangkan, bisa lewat sesuatu yang menurut kita itu beban, berbagai cara Tuhan kasih jalan... misalnya dari sekolah, kita udah mutusin buat masuk di sekolah A, tapi kita gak cocok sama sekolahnya... jalanin aja guys.... mungkin itu salah satu dari cerita hidup kita yang mungkin gak bakal kita lupain, mungkin itu bisa membangun karakter atau iman kita. tentang aku masuk IPEKA, itu bukan hoki yang sperti mamiku bilang, itu termasuk rancangan Tuhan, dan salah satunya yang aku bawa stress itu tentang nilaiku dan temen-temenku waktu aku baru masuk IPEKA, aku sadar dengan temen-temenku yang sepertinya menjauh dari aku, bisa buat aku tambah wawasan, gimana cara bergaul dan lain lain. Dan tentang yang OSIS kelas 9, aku sempet tanya ke Tuhan... tapi, aku tahu akhirnya... semua bukan kebetulan aku gak boleh, tapi Tuhan mau aku fokus di kelas 9 karena harus melewati beberapa Tryout dan UN di akhir kelas 9.

Temen-temen, kenapa sih kita harus jalanin semuanya? Kan katanya manusia punya FreeWill? Temen" yang aku tangkep dari kata Free Will kita bebas mau pilih apa saja sampai batas itu masih batas wajar dan tidak menyakitkan hati Tuhan...

Selamat menjalankan hidup sesuai kehendak Tuhan guys... GBU all always... be a Blessing♥ God will always beside you.

Thanks for reading guys... semoga bermanfaat....

Dan Ingat dalam Ibrani 13 : 5b
"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Akulah Jalan KebenaranWhere stories live. Discover now