Four

131 12 0
                                        

jam kosong hal inilah yang paling gak gue suka, yappss pasti kalian tau alasannya, yapps tepat sekali. Gue mengeluarkan iPhone 6 gue yang dari tadi gue simpan di dalam saku lalu memasang earphone biar gue gak dnger ocehan vernand, yapss cowok yang duduk disebelah gue. Lama2 gue jahilin juga nih si vernand karna dia udah bikin mood gue ngedrop."semoga bel pulang segera berbunyi, please god" batin gue
"net,net,net" bel tanda pulang berbunyi.
" yess, yesss" teriak gue yang membuat seisi kelas langsung terdiam.
" kenpa lo sheyl?" tanya vernand dan semua anak2 di klas
" hello kalian gak denger bel tanda pulang" teriak gue sambil tersenyum girang, gimana gak seneng karna penderitaan gue hari ini akan berakhir
"oh ya?" tanya fiory terkejut
"iya pe'a" sahut gue, lalu seluruh isi kelas bersorak dan perlahan kelas mulai sepi
" sheyl lo bawa mobilkan ? " tanya si david
" bawa lah" jawab gue cepat " emangnya kenapa david?" tanya gue
" ya, kalo lo gak bawa mobil kan biar gue yang anter lo" jawab david kecewa
" ya lain kali aja bro" ucap gue sambil tersenyum dan menepuk2 pundak david
" senyum lo manis sheyl, bikin hati gue adem" ucap david, bikin gue terkikik
" ah lo mah bisa aja, udah2 cepat pulang lo sana" ucap gue ke david
" iya udah, bye honey!" kata david sambil melambaikan tangannya. kadang gue merasa nyaman dekat david, apa karna dia sahabat gue.
teriak seorang cewek yang menbuat lamunan dan langkah gue terhenti.
" eh lo" teriaknya tapi gue hiraukan, bukan berarti gue takut yy, tapi gue lagi gak mood mgeladenin tuh nenek lampir. Dan gue pun melanjutkan langkah gue, tiba2 si prita ngejambak rambut gue. Semua siswa yang masih ada dikoridor langsung mengerumunin kita.
" lepasin gak tangan menjijikan lo dari rambut gue, kalo gak gue banting lo" teriak gue, karna dia gak lepasin jambakannya, ya gue banting ni cabe terus gue tampar" mampus lo" bisik gue, seketika semua orang yang ada dikoridor terkejut melihat gue membanting prita, ya iyalah meteka terkejut mereka kan gak tau gue jago karate.
" ada apa ini kok ribut gini" teriak pak resto
"mampus gue" ucap batin gue dan prita menatap gue seolah berkata rasain lo sekarang.
" sheyla dan prita kalian ikut bapak keruangan bapak sekarang" ucap pak resto kesal. Gue dan prita pun menuruti perintah pak resto
" sheyla , bapak tanya sama kamu, kenapa kamu menampar prita?" tanya paj resto
" saya tanya sama bapak, kalo ada yang jambak rambut bapak tanpa alasan, bapak bakalan marag atau diam aja?" tanya gue baluk ke pak resto
"ya saya bakalan marah" jawab pak resto kesal
" nah itu bapak tau jawabnya, saya sama seperti bapak, saya bakalan marah" jawab gue yakn
"dia bohong pak, dia yang nyerang saya duluan pak, dia nampar saya pak ini buktinya" ucap dia sambil memperlihatkan pipinya
"dia yang bo.. " kata gue terpotong
" cukup, saya gak mau dengerin alasan kalian. Ini surat untuk orang tua kalian" kata pak resto sambil mengulurkan surat.
lalu gue mengangguk lemas dan mengambil surat itu.

"tok,tok,tok"
" masuk" ucap pak resto
" permisi pak" ucap vernand. what ngapain nih cowok kesini
" ada apa vernand?" tanya pak resto penasaran
" saya kesini mau meluruskan apa yang bengkong" ucap si vernand. Kali ini perasaan gue gak enak
" sheyla gak salah pak, prita yang salah prita yang duluan nyerang sheyla, saya saksinya pak" jelas vernand yang membuat mata gue membulat.
Pak resto hanya mengangguk mengerti.

hate and loveWhere stories live. Discover now