Chapter 3

333 22 1
                                        

Sehun mencampakkan dirinya di atas ranjangnya setelah meletakkan tas sekolahnya si atas meja studynya.

"Tiffany lagi ngapain ya? Apa dia masih marah padaku? Apa aku telfon saja dia ya? Tidak usah ah, hantar pesan saja." Kata sehun dalam hati lalu mengetik-ngetik sesuatu.

Tiffany' side

Tiffany lagi selesai dari mandi lalu membuka ponselnya yang dari tadi terus berbunyi. "Ternyata ada pesan." Kata tiffany pelan lalu dibaca nama pengirimnya.

FROM: SEHUN TOLOL

Hai tif-pany... lagi ngapain?

Tiffany menaikkan alisnya. "Apa-apaan coba. Apa dia masih belum tau kalau aku masih sebal dengannya. Berani-beraninya dia menghantar pesan untukku. Baiklah akan ku balas ini." Tiffany mula mengetik-ngetik sesuatu di ponselnya lalu ditekan send olehnya. Dia mau tau apa reaksi sehun apabila membaca pesan yang dihantarnya.

Sehun's side

Brrtt..burrtt..
Bunyi getaran ponsel menyebabkan sehun beralih dari lamunanya lalu mengambil ponselnya dan membaca pesan yang dihantar oleh tiffany.

FROM: TIFFANY YAEPPO

Lagi mau mandi. Mau ikut?

Sehun mengerutkan keningnya. "Dia lagi marah atau apa sih. Ya udah, aku hantar ini aja." Kata sehun sambil tersenyum gaya orang begok.

TIFFANY' SIDE

La..la..la..happiness
Bunyi telfonnya fany. Lalu segera tiffany membuka pesannya.

FROM: SEHUN TOLOL

Wow benaran ni.. mau dong!!
* wajah happy*

"Brengsek ini cowok. Biarin aku ngak mau balas." Tiffany menjelirkan lidahnya pada ponselnya lalu merebahkan badannya di atas kasur dan segera tidur. Dia tidak mau balas pesan sehun sebentar tadi kerna malas melayani sikapnya yang kekanakan dan tidak matang. Biarkanlah dia tidur dan bermimpi indah.

SEHUN POV

"Lama banget tiffanynya. Apa dia tidak mau balas pesanku? Ya udah, ngak papa. Besok kita sambung ya." Sehun juga segera menutup matanya dan tanpa menunggu waktu yang lama dia sudah tertidur seperti bayi. Berharap tiffany akan muncul dalam mimpinya dan bisa berdua-duaan walaupun hanyalah mimpi.

SEHUN POV END

Kring..kring..

Loceng milik tiffany berbunyi dan mengejutkan tiffany dari tidur indahnya. Dia segera bangun lalu langsung ke kamar mandi. Selesai mandi, tiffany memakai unformnya. Hari ini tiffany mengikat tinggi satu rambutnya.

"Baiklah, aku sudah bosan melepas rambutku terus. Ini lebih baik." Katanya lalu tersenyum manis menampakkan deretan giginya yang putih.

"Eomma aku berangkat dulu!" Jerit tiffany pada eommanya sewaktu turun dari tangga lalu segera keluar dari rumahnya.

Di jalan mood tiffany lagi baik. Senyumannya tidak pernah pudar dari bibirnya. Tiba-tiba ada yang menyapanya dari belakang.

TIFFANY POV

"Hai tippany.." sapa namja itu. Aku menolehka wajahku ke belakang dan itu luhan. Ya, luhan lah satu-satunya namja yang memanggil namaku dengan sebutan tippany. Tapi aku tidak marah, malah aku senang kalau ada orang memanggilku begitu. Terlihat lebih mesra dan lucukan.

"Kau berangkat sekolah sendirian?" Tanya luhan padaku.

"Iya begitulah.." kataku singkat sambil menatapnya.

YOU'RE MINEWhere stories live. Discover now