Aku menatap punggung bik sulastri yang sudah menghilang di persimpangan, beliau yang biasa bantu-bantu membersihkan rumah kami yang datang 2x dalam seminggu
Kata-katanya masih teringat jelas
" Kalau mba mawar mau punya anak, coba mba ke arah belakang kampung ini, nanti mba masuk saja ke jalan pegunungan disana ada satu rumah namanya mbah sugi, orang dari luar luar kota juga berobat kesana mba "
Aku merenung, apakah harus kesana?
Mas bayu baru saja meninggalkan rumah dan mungkin pulang 2/3minggu lagi karna berlayar, itupun jika cepat
Kami memang sudah menikah lebih dari 8 tahun dan belum mempunyai anak, semuanya baik-baik saja tapi akhir-akhir ini ibu mas bayu mulai menyindir ku dan membuat aku dan maa bayu bertengkar
Sebelum pergi bekerja aku dan mas bayu juga bertengkar, karna aku membaca chat ibu mertua yang meminta mas bayu meninggalkan ku dan menikah dengan wanita pilihan nya
Bik sulastri yang kebetulan ada dirumah mendengar pertengkaran kami,
***
Pagi ini aku bangun dengan mata yang sedikit sembab, aku mengemas keperluan yang akan aku bawa ke rumah mbah sugi
Ada kain 2 lembar dan minyak zaitun. Sesuai arahan bik sulastri mungkin ini bisa jadi jalan kami
Aku berjalan menyusuri hutan mencari rumah mbah sugi, ternyata dalam sekali masuk ke hutan nya. Aku melihat dari jauh ad cahaya obor didepan gubuk kayu
"Sudah dekat"
Aku berjalan dengan cepat dan segera mengetuk pintu rumahnya
" Mbahh "
Krieeeetttt
Pintu kayu itu terbuka didalam ada laki-laki tua, berjenggot panjang dan berambut panjang, tatapannya tajam melihat ku dari atas ke bawah
Aku masuk kedalam setelah diizinkan dan menceritakan maksud kedatangan ku kesini
"Boleh saja, tapi tidak mudah kau harus menginap disini selama 3hari " Ucapnya
Aku mengangguk tanda setuju
Aku melepas semua bajuku dan melilitkan kain untuk menutupi tubuhku, karna aku akan dipijat katanya untuk membuka aura
Entahlah aku percaya dan tidak percaya namun kata bik sulastri ini manjur
Aku berbaring di tempat tidur yang dibuat dari kayu dan dilapisi kasur tipis, mbah sugi membuka kain dan mulai memijit
Beliau mengoleskan minyak di panggung ku dan mulai mengelusnya
" Emppphh " Aku mengigit bibir karna rasanya aneh dan geli, tangannya kasar sangat kontras dengan kulit mulusku
Tangannya ke bawah dan kepinggang dia memijit disana
" Akkhh sakittt mbah " Aku berteriak
" Disini memang harus lebih kuat dipijitnya "
Dia melanjutkan memijit dan meremas pelan pantatku yang bulat dan padat karna aku sering olahraga
Dia memintaku terlentang dan melepaskan kainku
" Malu mbah ini sama saja seperti aku telanjang " Ucapku menahan kain
" Jika kaau menolak silahkan pulang " Ucapnya marah
Aku membuka kain dan bertelanjang
Dia naik ketempat tidur ini, dan duduk di perutku dengan kaki yang menahan badannya agar tidak menindihku dengan kuat
Tangannya memijit dari leher dan berakhir di payudaraku yang sangat besar
Tangannya memutar-mutar dan memelin pentil payudaraku yang mencuat dan mengeras
VOUS LISEZ
AREA 18+ || ONESHOOT
Fantasyini cerita 100% vulgar yang tidak suka bahasa kasar silahkan minggir Area 18++
