Primary Genre: Time Travel & Showbiz Romance
Secondary Genres: Canon Divergence, Romance Drama, Slice of Life (Sub-plot)
Core Tropes: Regression / Second Chance, Coworkers to Lovers, Butterfly Effect, Oblivious Protagonist, Smitten Lead
********
Udara pagi Ayutthaya menyusup pelan lewat celah jendela,membawa hawa sejuk yang membuat Sea menggeliat malas.Matanya masih terpejam rapat,enggan terbuka saat tangannya meraba-raba area tempat tidur.
Ada yang aneh.
Kasur ini terasa sedikit lebih keras dari biasanya?Rasanya agak asing tapi juga tetap familiar.
Dengan kesadaran yang baru terkumpul separuh,Sea menyeret langkahnya masuk ke kamar mandi.Ia memutar keran,membiarkan air dingin membasahi wajahnya untuk mengusir sisa kantuk.
Namun,saat ia mendongak dan menyapu air dari kelopak matanya,gerakannya terhenti seketika.Sea menatap pantulan dirinya di cermin.Ia mengerjapkan mata berulang kali,menyapu wajahnya lagi,lalu mendekat ke arah kaca.
Sosok yang menatapnya balik di sana tampak terlalu muda.
Pipi yang sedikit lebih berisi,garis rahang belum setegas sekarang dan gaya rambut yang terlalu polos.Tidak ada jejak keletihan atau pendewasaan dari padatnya jadwal dunia hiburan yang biasa ia lihat belakangan ini.Seolah ini penampilan dirinya saat baru masuk awal usia dua puluhan.
Belum sempat otak Sea memproses keanehan itu,pintu kamar mandi mendadak terdorong dari luar.
"Phi Sea! Kenapa malah berdiri bengong di situ sih?!"
Zen menerobos masuk tanpa rasa bersalah.Adiknya itu bersedekap dada sambil berkacak pinggang,mengomel panjang lebar padanya.
"Ayo cepat! Phi Nana sudah menunggumu di depan rumah buat nganter kamu ke kampus.Nanti terlambat!"
Sea tertegun.
Matanya membulat,menatap adiknya dari atas ke bawah.Kenapa adiknya juga terlihat lebih muda?Bocah itu jelas sudah dewasa__tapi fitur wajahnya malah terlihat seperti saat ia baru masuk SMA.Dan Zen ngomong apa sih tadi?
Batinnya bingung.
Kuliah?Dia kan sudah lulus dari Universitas Kasetsart bertahun-tahun yang lalu.Lagipula,kenapa Nana harus repot-repot mengantarnya?
Dengan otak yang mendadak error dan kewalahan,Sea cuma bisa menarik napas panjang.Menganggap semua ini hanya delusinya saja akibat kurang tidur atau mungkin cuma mimpi yang terlalu realistis,ia berbalik meninggalkan kamar mandi.
Tanpa membalas omelan Zen,Sea melangkah kembali ke tempat tidur dan melempar tubuhnya ke atas kasur.
Niatnya simpel; kembali tidur.
Toh kalau ini memang mimpi,nanti juga bangun sendiri.Lagipula tubuhnya terasa luar biasa lelah,seolah energi hidupnya baru saja dikuras habis.Otaknya benar-benar belum sanggup mencari penjelasan yang masuk akal.Sayangnya,rencana itu gagal total.Zen menyusul ke kamar,menarik lengannya paksa sambil terus mengoceh,lalu memberikan satu cubitan keras tepat di lengan atas Sea.
"Aw! Sakit, Zen!" Sea meringis,refleks menarik lengannya.
Rasa panas dan perih itu terasa sangat nyata.Bukan rasa sakit tumpul yang biasa dialami saat bermimpi.Saat matanya terbuka lebar karena terkejut,pandangan Sea juga tak sengaja menyapu sudut meja belajar di samping kasur.Di sana,sebuah kalender dinding tua tergantung rapat.
Lembaran kertasnya menunjukkan angka bertinta tebal: 2021.
Detik itu juga,kepala Sea serasa dihantam gelombang ingatan yang luar biasa deras.Ingatan dari masa depan berputar cepat di benaknya,membawanya kembali pada memori yang baru saja ia lalui di tahun 2026.
Ia ingat betul perpisahan resminya dengan Hianya.
Setelah lima tahun berjalan berdampingan sebagai on-screen couple,masa kontrak mereka sebagai CP Official hiburan akhirnya usai.Tidak ada perselisihan,tidak ada skandal dan tidak ada drama emosional yang berlebihan.Mereka berpisah jalan secara damai dan penuh rasa hormat,bahkan sempat menyampaikan salam perpisahan yang hangat agar penggemar mereka__Nomnom,bisa menerima keputusan itu tanpa harus ada perselisihan yang tak perlu.
Semua perjalanan lima tahun itu-kerja keras di lokasi syuting,riuh tepuk tangan di atas panggung,hingga momen perpisahan yang tenang itu-terpeta sangat jelas dan rinci di kepalanya.Sea terduduk kaku di tepi kasur,menatap kedua telapak tangannya sendiri yang gemetar.
Regresi?
Time travel?Atau ini bahkan dunia yang sama sekali berbeda?
Sea sering membaca trope atau fenomena penjelajah waktu seperti ini di novel-novel fiksi,tapi ia selalu menganggapnya sebagai karangan imajinasi penulis belaka.Mana ada orang yang bisa mendadak terlempar balik ke masa lalu?atau ke dunia lain?
Namun sekarang,rasa dingin udara pagi Ayutthaya,rasa sakit di lengannya akibat cubitan Zen dan kalender tahun 2021 di hadapannya adalah bukti yang tidak bisa ia bantah.Fenomena mustahil itu benar-benar terjadi padanya.
Ia kembali ke dirinya yang berusia 22 tahun,berdiri tepat di titik awal sebelum seluruh kisah hidupnya di dunia hiburan dimulai.
*********
Regresi!!😭
Jujur dari dulu suka bgt sm alur cerita yg regresi,transmigrasi,Multiverse haha.Banyak bgt draft kasarku yg Jimmysea pada balik ke masa lalu,atau pergi ke masa depan dan bahkan pindah dunia:)
Udh ku Up yg (PARALLELS)itu salah satu yg emg udh rampung dan lagi proses buat di tulis sampek Ending.
Dan__yg ini juga udh tamat😅soalnya gk sekompleks PARALELS__Cerita yg The Second Take ini lebih ringan dan manis^^
Soalnya jarang nemu story kek gitu pas ku nyari buat ku baca... kalaupun nemu,alurnya gk sesuai ekspektasiku wkwkwk makanya nekat buat sendiri aja biar ku puas"in haluku.
YOU ARE READING
The Second Take
FanfictionTerlempar kembali ke tahun 2021 dengan ingatan utuh dari masa depan, Sea berpikir tugasnya sederhana: jalani kembali takdirnya sebagai rekan kerja yang profesional bagi Jimmy, lalu berpisah secara damai seperti yang seharusnya terjadi di tahun 2026...
