Chapter 01

361 92 11
                                        

[Judul + Cover]

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

[Judul + Cover]


























































†

"Kecil amat kost-annya."

A-na selaku orang yang telah mencari sekaligus merekomendasikan tempat ini kepada Carmen tentu saja tidak terima dengan ucapan tersebut. Dia rela menunda tugas kuliahnya demi Carmen mendapat tempat tinggal yang terbaik.

"Yaelah, yang ini udah paling strategis." A-na masuk duluan ke dalam kost, di susul oleh Carmen di belakangnya.

"Tuh. Muat ini buat berdua, dari kampus juga cuman 15 menit-an, sebulannya 55 Won, udah ada kamar mandi dalam sama dapur sendiri." jelas A-na. Sontak Carmen masuk lebih dalam, melihat-lihat kondisi sekitar dengan penuh pertimbangan.

Kost-an ini ukurannya tidak terlalu besar. Begitu masuk kita akan langsung di sambut kasur tanpa ranjang, sama lemari kayu yang kelihatannya sudah tua, tapi masih bagus kok. Kemudian di sudut ruangan ada dapur mini, jalan lagi ke sebelah kiri baru deh ada kamar mandi.

Carmen menggaruk kepalanya pelan. "Ini tuh konsepnya ruang tamu, kamar sama dapur nyatu?"

Mendengar itu, A-na langsung ketawa ngakak.

"Apasi, gak jelas banget ketawanya,"

Akhirnya tawa A-na mereda. Dia mengangguk pelan, mengiyakan pertanyataan Carmen barusan.

"Cat-nya bisa di ganti gak? Kakak gak demen ungu janda,"

"Banyak nanya lu, Kak. Jadi sewa kagak, sih?" geram A-na. Dari tadi nanya melulu, awas aja nanti tidak jadi sewa." ucap A-na malas.

Setelah pertimbangan yang penuh perdebatan, akhirnya Carmen resmi menyewa kost-an yang direkomendasikan A-na beberapa hari setelah survei. Karena semua barang-barang sudah dipindahkan, sekarang waktunya Carmen beres-beres.

Dan, Fyi: kost-an Carmen sudah di cat menjadi warna pastel.

Di dekat kasur, Carmen duduk sambil melipat baju, sementara didekatnya ada Jena-bayi tiga tahun yang sibuk sama main boneka sambil mengoceh tak jelas.

"Yaelah, ini kost apa gudang paket, banyak amat kardusnya." A-na yang baru tiba langsung mengeluh, berbeda dengan Nayeon-adiknya-yang hanya tersenyum simpul.

Mendengar sindiran itu, Carmen memutar bola matanya malas. "Makanya Kakak manggil kamu. Kemarim katanya mau bantu, sekarang dateng malam komentar." gerutunya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 21 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SecretStories to obsess over. Discover now